Trending Topic

Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Pelajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks Pelajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Ruang Kantor Menjadi Saksi Bisu Keindahan Permainan Seks Tika

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Cerita ini adalah cerita dewasa terbaru bergambar Jatuh Hati Dengan Pria Muda Meski Aku Sudah Berstatus Tante, kini ada cerita sex mesum Ruang Kantor Menjadi Saksi Bisu Keindahan Permainan Seks Tika, selamat membaca.

Aku sampaikan permohonan maaf, jika pada artikel aku tersebut dan artikel-artikel selanjutnya, terdapat kesamaan nama dan tempat. Dengan tidak mengurangi rasa hormatku kepada para pembaca ceritaseks15 yang namanya sama, nama tersebut sengaja aku pilih acak (disamarkan) sebagai bentuk tanggung jawab morilku kepada mereka yang pernah kencan dengan aku. Sehingga kerahasiaan identitas mereka tetap terjaga, karena itu juga merupakan komitmen kami sebelum melakukan hal-hal yang terlalu jauh. Karena apa yang aku tuangkan dalam artikel tersebut adalah ‘pengalaman nyataku’
Ruang Kantor Menjadi Saksi Bisu Keindahan Permainan Seks Tika
Ruang Kantor Menjadi Saksi Bisu Keindahan Permainan Seks Tika

Serta mohon maaf kepada para pembaca ceritaseks15 yang tidak bisa aku balas emailnya, karena memang kita mempunyai perbedaan visi dalam menerjemahkan gaya hidup free sex. Berikut ini adalah kisah nyataku saat making love dengan seorang gadis mahasiswi, yang kuliah di salah satu kota dingin di Jawa Timur.

Kisahku ini berawal saat aku salah sambung, ketika menghubungi teman chattingku yang lain. Dan dari sinilah kenikmatan itu aku alami. Kejadian itu terjadi sekitar bulan Januari 2015 yang lalu, saat itu aku bermaksud menghubungi salah satu teman chattingku.

“Hallo, gimana khabar kamu Citra?” tanya dengan percaya diri.
“Hallo, ini siapa ya?” suara dari celullerku.
“Aduh, mentang-mentang baru kerja jadi sombong gitu,” godaku.
“Ini Dandy, yang tempo hari ngebahas masalah sex itu lho,” jelasku.
“Maaf, kalo boleh tahu ini siapa ya?” tanyanya kembali.
“Apa benar ini dengan Citra?” tanyaku ganti.
“Maaf, sepertinya Mas, salah sambung,” jelas gadis itu.
“Lho memangnya ini siapa?” tanyaku penasaran.
“Aku Tika,” kata gadis itu.
“Ups! maaf banget Mbak Tika.. Aku kira ini nomor temanku,” kataku malu.
“Emang nomornya berapa 081xx,” jawabku pasti.
“Tuh kan salah belakangnya,” kata gadis itu sambil tersenyum.
“Tapi tidak apa-apa kok Mas, kita bisa kan berteman?” tanyanya.
“Nama Mas siapa?” tanya sekali lagi.
“Bbbisa.. Bisa.. ” jawabku gugup dan malu.
“Namaku Dandy,” jawabku singkat.

Obrolan tersebut terjadi sampai 10 menit lamanya, dari suaranya yang sexy aku menjamin pasti deh orangnya cakep juga.

“Oke deh Mas, Tika mau kuliah dulu nih,” paparnya.
“Oke deh Tika, terima kasih atas waktunya,” kataku singkat.
“Oya, Mas Dandy Surabayanya daerah mana?” tanya Tika.
“Aku di Surabaya kota, kamu pernah main ke sini?” balas tanyaku.
“Iya nih Mas, kebetulan Sabtu besok aku ke Surabaya” jelasnya.
“Oh ya, sama siapa kamu ke Surabaya?” tanyaku balik.
“Sendirian Mas, kenapa mau nemenin?” Tika balik bertanya.
“Siapa takut,” jawabku lugas.
“Tapi aku belum tahu jalannya Mas,” kata Tika.
“Apa aku jemput di Terminal bus?” aku menawarkan diri.
“Tidak usah Mas, aku bawa mobil sendiri kok,” jelas Tika.

Setelah kami bercakap-cakap, akhirnya Tika memnutuskan untuk ketemuan di kantorku. Karena yang Tika tahu hanya daerah kantorku dan berikutnya Tika langsung memutuskan hubungan cellulernya.

Hari Sabtu, kebetulan aku ada rencana mau kerjakan berkas-berkas yang masih belum terselesaikan. Ketika starletku melaju kencang di jalan tol, cellulerku dengan kencangnya berdering, memainkan lagu dangdut.

“Hallo, Mas Dandy.. kamu ada dimana?” suara yang 4 hari lalu aku kenal.
“Hey Tika, aku sudah mau keluar pintu gerbang tol,” jelasku.
“Oke deh Mas, sampai ketemu nanti.. Bye” kata Tika singkat.
Tanpa terasa aku sudah sampai dihalaman kantorku.
“Selamat pagi Pak Dandy,” sapa satpamku.
“Selamat pagi Mas,” balasku menyapa.
“Aku mita tolong ambilkan kunci ruanganku Mas,” perintahku.
“Baik Pak,” kata Pak satpam sambil bergegas mengambil kunci dalam pos.

Sebelum aku meninggalkan pos satpam, tidak lupa aku pesan jika ada wanita mencari aku, langsung saja diantar ke ruanganku. 5 menit kemudian, aku sudah berada di depan mejaku. Setelah menyalakan AC, aku segera bergegas mengaktifkan komputer dan menata kembali berkas-berkas yang masih berserakan diatas meja.

Tidak lama kemudian, suara pintu ruangan aku diketuk seseorang,
“Tok.. Tok.. Tok” bunyi papan pintuku.
“Masuk..,” aku berteriak agak pelan.
“Maaf Pak Dandy, tamu bapak sudah datang,” kata Pak satpam.

Muncullah seorang gadis yang sexy, menggunakan rok mini warna soft dikombinasikan dengan blus putih belahan rendah, menambah anggun penampilannya. Kulitnya yang putih, ditumbuhi bulu-bulu yang halus menambah darah kelaki-lakianku spontan meletup.

“Maaf Pak saya mau balik ke pos jaga,” suara satpam memecahkan lamunanku.
“Iya iiyaa Pak, terima kasih,” kataku gugup.
“Mas Dandy ya?” tanya gadis cantik itu.
“Iya.. Iya.. Kamu Tikan kan?” balasku bertanya.

Kami berdua bersalaman sambil mempersilahkan Tika duduk di depan meja kerjaku, setan burik yang dari tadi sudah mulai menggedor keimanan aku tentang hal-hal yang ngeres, semakin mendesak pikiranku.

“Gimana perjalannanya Tika?” tanyaku membuka obrolan.
“Sepi tuh Mas, jadinya agak cepet datangnya,” jelas Tika.
“Besar sekali tempat kerja Mas Dandy,” puji Tika.
“Ah biasa aja kok Tika, kamu sendiri bekerja dimana,” tanyaku balik.
“Cuman perusahaan swasta bergerak dibidang konsultan Mas,” jelas Tika.

Obrolan selanjutnya membawa kami berdua seperti orang yang sudah kenal lama, tidak ada batas dan jarak. Sesekali kami berdua tertawa dengan cerita yang kami ungkapkan. Dari obrolan tersebut, baru aku ketahui status Tika yang baru cerai beberapa bulan lalu karena dijodohkan orang tuanya.

Pantas saja tubuhnya masih kencang karena hanya dipakai 2 bulan saja oleh mantan suaminya. Sampai akhirnya, waktu menunjukkan pukul 10.25 wib.

“Mas, Tika boleh tanya sesuatu?” tanya Tika.
“Waktu Mas Dandy call kemaren, kok bisanya salah pencet nomor sih?” tanyanya.
“Ya nggak tahu, emang aku pikir pencetnya sudah benar tuh” kataku membeli diri.
“Oya, kok Mas bilang.. yang tempo hari ngebahas masalah sex itu lho.. Memangnya Citra tuh siapa Mas?” tanyanya menyelidik.
“Citra adalah teman chattingku, walaupun aku kami belum pernah ketemu tapi aku seperti sudah seperti sahabat lama” jelasku.
“Kok sampai ngebahas masalah sex, memang ada apa Mas?” tanya Tika.
“OOo.. Itu, dia tuh ingin tahu banyak style yang ada saat ngesex. Makanya aku sering kirim gambar-gambar porno sama dia” jelasku panjang.

“Boleh lihat nggak Mas?” pinta Tika. Sambil bertanya seperti itu, Tika tidak menunggu jawabanku. Dia langsung bangkit dari duduknya dan berdiri membungkuk disamping kananku menghadap layar monitorku.

Aroma parfum yang mahal, membuat birahiku naik turun. Ditambah dinginnya AC membuat aku semakin gemes melihat tubuh Tika yang sexy. Ingin rasanya aku langsung mendekapnya dan bercinta dengannya.

Tanganku yang lincah memainkan mouse, untuk membuka file-file yang berbau pornografi. Nafas Tika terasa di telingaku keluar tidak beraturan dan sesekali kakinya yang tinggi dirapatkan seperti menahan sesuatu. Air liurku terasa menetes, melihat bongkahan daging dibalik setelan blusnya yang pendek. Tika seakan memancing mataku untuk terus melihat dadanya yang putih.

Disaat sedang asyik menikmati gambar-gambar porno tersebut, tiba tiba Tika sudah berada di belakangku. Payudaranya terasa kencang ketika tangannya yang sedikit berbulu, menarik kepalaku sampai mendongkak kebelakang. Jari jemarinya yang lentik memainkan punting susuku, serr.. nafsu birahiku seperti meledak keluar. Dadaku berdegub kencang.

Ketika kepalaku mendongkak ke belakang, bibirku langsung di sumbat oleh bibirnya yang mungkil. Lidahnya menari-nari di bibirku dan sesekali menantang lidahku untuk beradu dengan lidahnya. 15 menit keadaan itu bertahan, sampai akhirnya Tika menarik kursi yang aku duduki. Sehingga posisiku yang pertamanya merapat dengan bibir meja, sekarang kurang lebih 50 cm bergeser menjauhi bibir meja.

Dengan sigap Tika sudah berada dipangkuanku.

“Mas, aku ingin seperti yang digambar itu” kata Tika sambil mendesah.
“Berikan kenikmatan yang sudah 2 bulan hilang dalam hidupku” rengeknya.
“Tikk.. ” belum selesai aku menjawab, bibirnya yang liar mulai mengoyak bibirku yang masih tertegun dengan apa yang sedang terjadi.

Jari Tika yang lentik mulai memereteli satu persatu kancing blusnya, sambil bibirnya memegut bibirku tiada hentinya. Adik kecilku berontak, ingin lepas dari dinding CD yang membatasinya. Goyangan pantat Tika diatas pangkuanku, membuat semakin tegang penisku.

Aku terhanyut dengan keadaan tersebut dan lupa jika itu aku lakukan dikantor, ditempat kerjaku!

Tanganku bergerak bagaikan seperti dikontrol, menggerayangi punggung Tika. Dan sesekali memainkan jariku dengan nakal, sehingga menimbulkan reaksi yangluar biasa pada tubuh Tika. Wajahku dibenamkan ke permukaan dadanya dan tangannya meremas, menjambak rambutku yang sedikit gondrong.

“Sss.. Mas.. Ooohh.. ” desah Tika.
“Mas.. Beri aku kenikmatan.. ” rintihnya.

Aku sudah tidak sabar ingin melihat bongkahan daging dibalik BHnya yang ukuran 32. Karena jari jemariku sudah hapal betul untuk mengetahui letak pengait BH, maka dengan mudah aku bisa melepas nya.

Alamak. Sepasang bongkahan daging menantang di depan mataku dengan kedua puntingnya yang berwarna merah kehitam-hitaman. Tanpa dikomando, bibirku yang sedikit sensual mulai menyentuh permukaan payudaranya.

“Uggh.. Mas.. Teruss.. Uughh” tubuh Tika menggeliat saat lidahku mulai bekerja menjilati payudaranya”

Geliatan tubuh Tika diatas pangkuanku membuat aku semakin berani mengoyak dadanya, puntingnya yang mengeras tidak lupa aku isap dalam-dalam. Sesekali aku gigit puntingnys yang mengencang, liarnya lidahku memainkan kedua puntingnya membuat birahi Tika semakin menggebu. Lidahku dengan liar menjilati, mengulum, menghisap, puntingnya dengan lembut sehingga membuat gerakan Tika dipangkuanku semakin liar.

Disaat aku rasa libidonya mulai menanjak, aku mengangkat tubuh Tika utnuk duduk di bibir meja kerjaku. Keadaan Tika yang setengah bugil membuat aku sangat bernafsu sekali menyetubuhinya.

Setelah Tika duduk di tepi meja, kakinya yang jenjang dibuka dan dijejakkan pada pegangan kursiku. Terlihat jelas CD transparan yang sudah mulai basah oleh cairan yang menetes dari lubang vaginanya. Aroma wangi, muncul dari arah lubang kewanitaan Tika. Posisiku yang duduk di kursi seperti semula, memudahkan aku untuk mulai menyerang bagian selagkanan Tika.

Hanya sedikit membungkukkan tubuhku, bibirku sudah tepat berada di depan selangkangan Tika. Lidahku yang panjang mulai menjilati permukan CD Tika yang sudah ditembus oleh cairan kenikmatnya.

“Aoow.. Mass.. Ggellii” desah Tika.

Kedua tanganku memegang erat pinggul Tika, sehingga wajahku bisa benar-benar optimal di selangkangannya. Jilatan lidahku di permukaan CD Tika dirasakan menghentak-hentak birahinya. Ini terbukti dengan gerakan tubuhnya yang sedikit kayang, ketika jilatan aku semakin menjadi.

Disaat posisi kayang inilah, kesempatan tidak aku sia-siakan untuk melepas CD dengan motif rendra yang digunakan oleh Tika. Untuk memdudahk operasiku, aku hanya menyingkap rok mini yang dikenakan Tika. Sedangkan CDnya tidak aku lepas seluruhnya, karena hanya aku buka dari sisi kanannya saja sedangakn yang sisi kiri aku biarkan menyangkut di betisnya yang mulus.

Belahan yang nampak jelas diselangkangan Tika dan ditumbuhi rambut-rambut yang terawat, membuat birahi spontan merasuk ke seluruh tubuhku. Lidahku yang dari tadi sudah ingin menikmati lubang itu langsung mendarat dipermukaan vagina Tika.

“Ohh.. Mas.. Teruss.. Jangan.. Lepass.. ” Tika menggelinjang hebat.
“Srrupp.. Srupp.. ” mulutku menghisap seluruh cairan yang sudah mulai menyiram bibir vaginanya.
“Mmm.. ” bibirku melumat vagina Tika dengan liar.

Sesekali tubuhnya kembali kayang, dengan kedua tangannya digunakan menopang tubuhnya diatas meja. Dan sesekali kembali duduk di bibir meja dengan getaran-getaran penuh birahi. Gerakan tubuhnya naik turun, kekanan kekiri bergerak tidak beraturan mengiringi setiapa jilatan, hisapan dan kocokkan lidahku di vagina Tika.

“Mass.. Amppun.. Bibir kamu.. Aagh nikkmaat” desahan Tika berkali-kali.

Sampai akhirnya, aku melihat jelas clitoris Tika sebiji kacang mulai nongol di sudut atas vaginanya. Dengan lembut, sentuhan lidahku langsung membuat tubuhnya bergetar hebat sambil kembali ke posisi kayang.

“Mass.. Adduh.. Aaku.. nggak.. Tahann.. Uuuhh” rintihnya.
“Gila.. Kamu Mas.. Ooo teruss..” berkali kali Tika merintih.

Clitoris Tika yang semakin memerah karena hisapan bibirku, semakin nampak membesar sebiji kacang sehingga memudahkan aku untuk menghisapnya dalam-dalam. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali tubuh Tika menggelinjang dengan posisi kayang.

Detik-detik orgasme akan diraih ole Tika dan aku tahu persis indikasi itu, dan ketika posisi kayangnya tinggi. Aku langsung menahan pantatnya dengan bertumpu siku tanganku diatas meja.

“Mas.. Tikaa.. nggak tahan.. Akuu.. Gaa..” rintih Tika.
“Mass.. Aaampunn” seiring rintihan panjang tersbut, tubuh Tika mengejang dalam posisi kayang. Cairan bening keluar dari sudut vaginanya.

“Crutt.. Crut.. Crutt” cairan itu tidak aku lewatkan setetespun untukmasuk dalam mulutku. Lidah berputar-putar di datas bibir vaginanya dimana cairan bening Tika muntah untuk pertama kalinya. Dengan lahapnya aku menelan semua cairan yang dimuntahkan ole Tika.

Walaupun aku tahu Tika sudah orgasme untuk yang pertama, lidahku yang bandel tetap saja memainkan clitorisnya. Terkadang lidahku bergerak keluar masuk mengoyak lubang vagina Tika, dinding-dinding vagian Tika yang mengencak setelah orgasme pertama terasa asin dan manis.

Kali ini tubuh Tika terkulai lemas diatas meja kerjaku, kakinya masih terbuka lebar dan kepalanya terjuntai di bibir meja. Sehingga rambutnya yang sebahu terjuntai ke bawah, aku mencoba bangkit dari dudukku. Kali ini tanganku menahan lutut Tika (Tika mengatur posisinya seperti orang melahirkan), sehingga belahan di selangkangan Tika terbuka menganga. Kesempatan ini langsung aku gunakan untuk mengocok lubang vagina Tika dengan leluasa. Kedua tangan Tika mencengkeram bbir meja tatkala. Lidahku yang panjang untuk kesekian kalinya mengoyak dinding-dinding vaginanya.

“Adduhh.. Mass.. Kamu pandai sekali..” rintih Tika.
“Sss.. Geli banget Mass..” desahnya kembali.

Aku mengambil soft dink Cola yang sempat aku buka, setelah aku minum sedikit aku lelehkan dikit demi sedikit ke bibir vagina Tika sehingga tubuh Tika kembali menggelinjang tidak beraturan.

“Ooogghh.. Mass.. Aaaoo” rintihan Tika kali ini, hanya bisa diikuti gerakan kepalanya yang sedang menjuntai kebawah. Bak seorang yang tripping, kepalanya mengikuti irama jilatan lidahku.

10 menit lidahku memborbardir clitoris dan vagina Tika sampai akhirnya aku melihat gelagat Tika untuk mendapatkan orgasmenya yang kedua.

“Mass.. Mas.. Tika.. Mau.. Keluaarr lagi..” rintihnya.

“Mass.. Ooohh.. Aku nggak taahhaann Mas..” rintih Tika sambil memindahkan tangannya, yang tadinya mencengkeram erat bibir meja. Kali ini menggapai-gapai kepalaku utnuk membantu membenamkan lidahku dalam-dalam ke lubang kewanitaannya.

“Maass.. Aampunn.. Aaakkhh” dibarengi tubuh Tika yang mengejang bebrapa saat. Cairan bening kembali meleleh berkali-kali dari lubang vaginanya. Dan dengan rakusnya lidah dan mulutku membersihkan seluruh cairan yang keluar untuk kedua kalinya.

Tubuh Tika tetap terlentang menikmati orgasme yang 2 kali didapatkannya, kepalanya terjuntai.

“Sebentar Tika, aku kunci dulu pintunya.”

Aku bangkit dari tempatku dan menuju ke pintu ruanganku. Posisi Tika masih tetap seperti semula terlentang diatas meja, blusnya putih masih terlingkar dipinggulnya karena beberapa kancing bajunya belum terlepas. Begitu juga dengan rok mininya masih melingkar kusut dipinggulnya.

Ketika aku balik kedepan mejaku, tiba-tiba tangan Tika menggapai pinggulku, dan dengan sigap, Tika bisa mengeluarkan adik kecilku yang mulai tadi sudah terbelenggu oleh ketatnya CDku.

“Waow.. Besar sekali Mas punya kamu..” puji Tika.

Dengan posisi kepala yang menjuntai di bibir meja, mulut Tika langsung melahap batang penisku yang berukuran 16 cm kurang sedikit dab bentuknya akan melengkung. Dengan posisi berdiri mataku menyaksikan, mulut Tika yang menghisap, mengulum dan menjilati batang kemaluanku.

“Oh.. Tika..”

Aku menggerakkan kepala melihat langit-langit ruangan merasakan sentuhan lidah Tika yang menari-nari di batang kemaluanku. Kedua tangan Tika, meremas pantatku (yang kata teman-teman kencanku tergolong sexy). Tangan Tika menggerakkan pinggulku bergark maju mundur, keluar masuk mulutnya yang tipis.

“Aduh Tika sayang.. Terus sayang..” desahku.

Tika benar-benar lihai memainkan lidahnya, sampai-sampai aku dibuatnya merem melek. Untuk mengimbangi permainan Tika yang semankin menjadi. Kedua jariku memilin punting Tika yang sudah mulai mengencang lagi. Sesekali aku membungkukkan badanku, untuk sekedar menghisap punting Tika.

“Uuuff.. Tikkaa..” aku mendesah saat batang kemaluanku bagaikan ditelan oleh mulut Tika.

Tanganku yang jahil, mulai meraba perut Tika. Dan aku berusah menggapai kelentit Tika yang terbuka lebar. Jari telunjukku bergerak menggesek-gesekan di permukan clitorisnya. Aku lihat tubuh Tika bergetar dengan sentuhan jati telunjukku, dan ketika posisinya meguntungkan aku langsun meraih kedua paha Tika sehingga posisi kita menjadi 69. Posisi ini tidak seperti 69 biasanya, karena aku berdiri setangah membungkuk sedangkan Tika kepalanya menjuntai di bibir meja.

“Sss.. Mas.. Kamu jaahaat..” rintih Tika sesekali melepaskan mulutnya dari batang penisku. Dan sesekali jarinya yang lentik mengocok batang kemaluanku.
“Mas.. Aduhh.. Aku nggak kuaat nihh.. Mass” rintih Tika.
Hisapan mulutku aku perkuat dengan kencang, sampai seakan-akan semua cairan yang meleleh di dinding vagina Tika masuk semua kemulutku.
“Mass..” Tika merintih panjang ketika cairan di vaginanya muncrat untuk kesekian kali.

Adik kecilku yang begitu tegang merengek untuk menikmati lubang surgawi Tika. Akhirnya aku segera merubah posisi, ke bawah selangkangan Tika. Tika yang masih lemas akibat orgasme ketiga tadi, langsung aku balikkan menghadap ke bibir meja. Posisi badannya yang setengah nungging dan tengkurap diatas meja kerjaku, membuat birahiku langsung melonjak. Tanpa memberi kesempatan Tika bernafas, batang penisku aku arahkan ke lubang vagina Tika melalui belakang

“Bless..”
“Maass.. Gilaa.. Besar sekali.. Ooohh,” Tika terengah-engah menerima batang kemaluanku yang memang berukuran diatas rata-rata.
Gerakan maju mundur di belakang tubuh Tika secara berirama aku gerakan, terkadang telapak tangan Tika menahan perutku. Agar supaya penisku tidak masuk semua.

“Akhh.. Mas.. Amppunn.. Nikmat sekali rasanya..” rintihnya.
“Terus Mas.. Jangan berhenti.. Aku suka sekaallii” rintih Tika untuk kesekian kalinya. Sesekali tangannya mencengkeram bibir meja dengan kencang, saat batang kemaluanku menghujam dalam lubang Tika. Aku merubah sedikit posisi, aku angkat satu kaki Tika untuk naik diatas meja. Sehingga selangkangannya bersudut 90 derajat, sehingga penisku benar-benar terbenam sampai mentok.

“Ughh.. Eeennaakk Mass..” desah Tika saat penisku terasa mentok menyentuh batas langit-langit vagina nya.
“Crek.. Crek.. Crek..” suara batang penisku menghujam keluar masuk di lubang kemaluan Tika.

Cengkraman tangan Tika di bibir meja, memperjelas pendapatku bahwa gadis wanita ini benar-benar menikmati hebatnya batang penisku.

Aku berusaha mempermainkan birahi Tika dengan cara memperlambat tempo pergerakan pinggulku. Aku melepas penis dan mulai membalikkan tubuh Tika tepat berhadapan dengan tubuhku. Kali ini posisi Tika duduk di tepi bibir meja kerja dan aku sendiri berdiri menghadapnya, dengan penuh perasaan aku masukkan penisku kembali ke lubang surgawi miliknya.

“Sss..” desah Tika ketika aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk.
Tangan Tika menopang tubuhnya, sedangkan kakinya melingkar di pinggulku.
“Hheekk.. Teruss.. Mas..” rintih Tika.

Beberapa saat kemudian aku lihat Tika semakin memacu birahinya untuk mendapatkan orgasme berikutnya. Sesekali aku memutar-mutar penisku sehingga dinding vagina Tika terasa sekali menggesek batang kemaluanku.

“Sss.. Nikmat sekali.. Mmm..” desahan Tika sekarang dibarengi dengan merubah posisi tangannya. Yang pertama menopang tubuhnya supaya tidak terlentang di atas meja, sekarang kedua tangann melingkar di punggungku.

Mulutnya yang haus berusaha menjilat dan menghisap puntingku, setiap genjotan batangku semakin bertubi-tubi. Semakin liar saja bibirnya yang mungil meraih puntingku. Posisi ini benar-benar membuat rangsangan yang luar biasa, persendian tubuhku seperti mulai meluncur terfokus ke batang kemaluanku yang diguyur kenikmatan yang luar biasa.

“Uggh.. Mass.. Aampunn.. Tikkaa.. nggak taahaan..” tintih Tika sambil menggapai-gapai puntingku yang semakin mengencang.
“Tahaann.. Sayang.. Kitaa.. Keluar saama-samaa..” rintihku yang tidak kalah hebatnya untuk meraih klimak yang didambakan setiap orang saat bercinta.

Gerakan kedua tubuh kami semakin tidak berirama, bagaikan kuda liar kami memacu birahi. Sampai-sampai meja kerja bergoyang dan sedikit berbunyi.

“Ohh.. Mass.. Keluarin.. Di dalam.. Ohh..” pinta Tika.

Yang aku tahu jika seorang wanita mengijinkan sperma kita untuk keluar didalam vaginanya, artinya dia sudah memprotek dirinya supaya tidak hamil. Birahiku berlomba dengan birahi Tika untuk mengejar puncak kenikmatan.

“Mass.. Aaakuu.. Kee.. luuaarr” Tika merintih panjang sambil menghisap puntingku dalam-dalam.
“Tahan.. Saayaanngg.. Aku jugaa.. Mauu..” rintihkan tak kalah hebatnya.
“Akkhh..” aku merintih panjang mendapatkan kenikmatan tersebut.

Seluruh kekuatanku saat itu, semua terfokus pada batang kemaluanku. Dan kenikmatan itu semakin menjadi ketika Tika sedikit menggoyang pinggulnya. Aduh alamak, rasanya aku terbang keawan.

Aku tidak bisa lagi menghitung, berapa kali semburan spermaku di lubang vagina. Sengaja aku tidak melepas batang kemaluanku dari lubang vagina Tika, aku rasakan denyutnya masih terasa memeras sisa-sisa kenikmatan yang ada.

“Mas, kamu memang hebat” Tika memuji permainan sex ku.
“Kamu tidak hanya jago di teori tetapi juga prakteknya.”

Aku mengecup keningnya yang penuh dengan peluh, sekejap kemudian kepala Tika bersandar di dadaku yang bidang. Adik kecilku yang tadinya tegang, sekarang mulai mengkerut dan keluar dari lubang Tika dengan sendirinya.

Sejenak kami bergegas memperbaiki baju kami berdua, blus Tika yang sedikit kusut akibat hebatnya permainan tersebut. Rok mininya dirapikan seperti semula dan celana dalamnya dikenakan lagi. Komputer, meja, dan dinding kantorku, menjadi saksi bisu permainan sex kami berdua.

Setelah merapikan rambut dan Tika memoles wajahnya dengan perlengkapan make upnya, kami bergegas keluar ruangan. Sengaja, aku tidak membawa mobilku karena memang aku akan mengantar Tika ke tempat yang dituju.

Sepanjang permainan Tika tidak henti-hentinya memuji permainan sex yang baru aku tunjukkan. Dan kami berdua, bagaikan seorang sahabat yang sudah mengenal. Sehingga tidak ada jarak lagi untuk saling bercanda, saling tertawa.

Kenangan yang indah di tempat kerjaku, seakan hanya kami berdua yang bisa merasakan keindahan permainan tersebut. Kami berdua telah mereguk kenikmatan bersama. END by ceritaseks15.blogspot.com - Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru -
08.01 | 0 komentar

Rabu, 02 September 2015

Karena Ibu, Aku Pun Bisa Menikmati Tubuh Montok Adikku

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Cerita ini adalah cerita bersambung dari cerita dewasa terbaru bergambar Beruntungnya Aku, Mengetahui Ibuku Juga Menginginkan Dientot, kini ada lanjutan cerita sex mesum Karena Ibu, Aku Pun Bisa Menikmati Tubuh Montok Adikku, selamat membaca.

Pagi harinya saat aku bangun ibuku sudah tidak ada di sebelahku,dan kemudian aku berpakaian dan menuju dapur mencari ibuku, dan kulihat ibuku tengah menyiapkan sarapan bersama adikku yang masih SMP. Aku bingung dan segan karena ibuku seakan-akan malam tadi tidak terjadiapa-apa di antara kami, padahal aku telah menyetubuhi ibu kandungku sendiri tadi malam. Seperti biasanya, aku menjemput ibuku dari tempatdia senam, dan saat perjalanan pulang kami mengobrol tentangpersetubuhan kami tadi malam, dan kami berjanji hanya kami yang mengetahui kajadian itu.
Karena Ibu, Aku Pun Bisa Menikmati Tubuh Montok Adikku
Karena Ibu, Aku Pun Bisa Menikmati Tubuh Montok Adikku

Tiba-tiba saat mobil kami sedang berada di jalan yang sepi dan agakgelap, ibuku menyuruhku menghentikan mobil, aku menurut saja. Setelah mobil di pinggirkan, dengan ganas ibuku mengulumku. Kemudian membukacelanaku dan menghisap batang kemaluanku yang sudah keras saat ibukumengulum bibirku tadi. 

Aku hanya terengah-engah merasakan batangkemaluanku dihisap oleh ibuku sambil mengocoknya, dan beberapa saatkemudian.. "Cret.. cret.. crett.." maniku menyembur di dalam mulutibuku, dan dia menelan habis maniku walaupun ada sedikit yang melelerkeluar.

Ibuku kemudian membersihkan sisa maniku yang menetes di tangannya danbatang kemaluannku. Tak kusangka ibuku kembali menelan calon-caloncucunya ke dalam perutnya. Tapi aku sih asyik-asyik saja ibuku maumenghisap batang kemaluanku saat kami masih di dalam mobil. Kamiberciuman dan melanjutkan perjalanan pulang dan kemudian tidurseranjang dan "bermain" lagi.

Kami berdua terus melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain.Sejak persetubuhan kami yang pertama, sebulan kemudian ibuku merasa diahamil, dan ibu bilang bahwa sebelum bersetubuh denganku, ibu sudahlebih dari 3 bulan tidak bersetubuh dengan ayahku, karena memang ayahkuterlalu sibuk dengan perusahaan, dan hotel-hotelnya. Ibuku bilang ibuhamil olehku karena selain dengan ayahku dan aku, ibu belum pernahperhubungan seks dengan lelaki lain.

Ibu menggugurkan kandungannya karena dia tidak mau punya bayi dari aku, aku pun tidak mau mempunyai bayi dari rahim ibuku. Tapi kami masihterus melakukannya lagi dan selalu tidur bersama bila adik dan pembantuku sudah tidur.

Persetubuhan dan hubungan kami berjalan lancar selama dua tahun tanpa ada yang curiga atau mengetahuinya. Sampai suatu hari, bulan Oktober 2014 ibuku telah berumur 41 tahun, tapi tubuh dan wajahnya masih tetap fit, dan seksi, walaupun ada sedikit keriput dan lipatan kecil di wajahnya, namun semua itu malah menjadikan ibuku makin sensualdan dewasa. Sedangkan aku berumur 20 tahun.

Suatu hari aku dan ibuku mulai merasakan getara-getaran dan keinginan untuk bercinta lagi. Malam itu pembantu kami pulang kekampungnya dan adik perempuanku belum pulang. Aku yang merasa bebas mulai merayu dan menggoda ibuku, dan ibu pun menanggapi rayuanku dengan sensualitas yang ibu punya. Kami kemudian telah berpelukan mesra dan berciuman dengan hotnya, sambil berciuman kami membuka pakaian kami dan tanpa sadar kami telah telanjang. Setelah melakukan oral seks yang ibuku sangat senangi, aku mulai menusuk lubang kemaluan ibuku dengan batang kejantananku yang menurut ibu makin nikmat.

Aku terus menggoyang pingulku naik turun dan ibu mengimbanginyadengan goyangan pinggulnya, setelah beberapa saat ibuku mencapaiorgasmenya yang kedua setelah pada oral seks tadi ibu telah orgasme.Saat itu posisiku sedang menindih tubuh ibuku yang kelelahan karenaibuku baru orgasme, aku terus menggoyang pinggulku mengocok batangkemaluanku di dalam lubang kemaluan ibu, dan mungkin karena staminanyayang mulai berkurang ibuku hanya pasrah, aku mengocok terus danmembiarkan aku menusuk lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku yang cukup besar.

Tanpa aku sadari ibuku melirik ke arah pintu kamar, dan ternyatadisitu telah berdiri asyik perempuan yang sedang memperhatikan kegiatankami. Aku kaget tapi nafsuku masih mengalahkan rasa kagetku dengankenikmatan lubang kemaluan ibuku yang masin basah. Ibuku menyuruhkumemperlambat tusukanku.

Dengan masih pada posisiku menindih tubuhku ibu bilang, "Sayang..tuh ada Vika kalau dia mau kamu terusin aja sama Vika, Mami mau istirahat dulu," aku masih menggoyang pinggulku namun sekarang denganperlahan.

Ibuku bilang, "Vika sayang, sini kita gabung aja sekalian.." ajak ibuku pada adikku.
Aku pun seperti mendapat angin bilang pada asyikku, "Vik.. kaloenggak mau aku habiskan sama Mami aja.." sambil mengerang kenikmatan.

Seperti dihipnotis, adikku Vika yang baru masuk kuliah berjalanmenuju ke arah kami berdua, dan ibu menyuruhku agar aku mencabut batangkemaluanku dari lubang kemaluannya. Saat kucabut, batang kemaluankuberdenyut karena sedang enak-enaknya dijepit, harus dicabut. Ibukukemudian menuju Vika yang sudah berada di samping tempat tidur,kemudian menciumnya dan meremas payudara adikku itu, dan sepertinyaVika setuju. Kemudian dia naik ke ranjang, dan aku pun mencium bibirVika. Hangat dan penuh sensasi saat kucium bibir adikku.

Aku mencoba meremas payudaranya yang agak kecil dibanding ibuku,tapi terasa payudara Vika lebih kencang dan padat. Aku meminta diamembuka kaos ketatnya, memang Vika adalah gadis masa kini, wajahnyacantik dengan kulit yang halus dan mulus, juga putih dan bersih.Rambutnya hitam sepunggung dan tubuhnya yang tinggi semampai, lebihtinggi dari ibuku dan pinggul yang tidak terlalu besar, tapi mempunyaipayudara yang serasi dengan tubuhnya yang seksi. Ukuran bra-nya mungkin34B, karena terlihat saat dia melepaskan kaosnya terlihat dadanya yang busung ke depan dan terlihat sangat indah.

Vika tersenyum saat melihat batang kemaluanku yang besar danberdenyut, aku mengira Vika sudah tidak perawan lagi, karena saat diamulai menghisap batang kemaluanku, dia terlihat tidak kaku dan sangatprofesional. Bibir dan mulutnya yang kecil seakan tidak muat untukmelahap batang kemaluanku yang besar, hisapannya kuat dan nikmat walautidak sekuat dan senikmat hisapan ibuku. Vika terus mengocok danmenghisap batang kemaluanku sementara aku mendesah dan meringiskeenakan menikmati sedotan adikku, dan sambil kubelai rambutnya.

Setelah Vika puas, aku kemudian membaringkan tubuhnya di sebelahibuku yang hanya memperhatikan kedua anaknya berhubungan seks. Akumembuka bra Vika, dan keluarlah gunung kembar Vika yang putih dankencang dengan puting yang masih merah segar. Kuremas gemas payudaraVika sambil kuhisap putingnya, adikku hanya melenguh dan mendesah pelansaat kuhisap dan gigit kecil puting susunya. Aku jadi bingung, dia mautidak kalau aku setubuhi. Aku yang tadi hampir orgasme di lubangkemaluan ibuku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke lubang kemaluanVika.

Dengan agak kasar kubuka celana panjangnya dan CD-nya sekaligus,Vika menjerit kecil dan ibu mengingatkanku agar tidak kasar padaadikku. Aku melihat pemandangan yang sangat indah tidak kalah indahnyasaat aku pertama kali melihat pemandangan indah selangkangan milikibuku dulu. Lubang kemaluan adikku dipenuhi bulu-bulu halus yang lebattapi tertata rapi. Aku sudah tidak tahan lagi, kuhisap dan kujilatlubang kemaluan milik adikku itu, Vika mengejang dan bergetar saatkujilat klitorisnya, dia mulai mendesah kenikmatan, dan ternyata Vikalebih cepat orgasme dibanding ibuku. Terlihat saat kujilat dan kuhisaplubang kemaluannya, lubang kemaluannya mengeluarkan cairan kentalhangat yang langsung kuhisap habis.

Setelah kuhisap semua cairan lubang kemaluan adikku, aku bangun dankemudian berlutut tepat di selangkangan Vika. Aku mengangkat pinggulVika sedikit, dan dengan agak berjongkok dengan tumpuan di lututku,pantat Vika kusimpan di dadaku hingga lubang kemaluan Vika tepat beradadi depan batang kemaluanku yang terus berdenyut. Dengan sedikit seretdan dorongan yang agak keras, kumasukkan batang kemaluanku ke dalamlubang kemaluan adikku yang masih terasa seret dan menggigit.Kenikmatan otot lubang kemaluan dan seretnya liang senggama Vika memanglebih nikmat dari lubang kemaluan ibuku, namun aku merasakan sensasiyang lebih dasyat saat aku menyetubuhi ibuku.

Ternyata Vika saat aku "garap" tubuhnya hanya diam dan mendesahkecil, saat batang kemaluanku penuh mengisi lubang kemaluannya, Vikamulai menggila. Desahannya malah semakin keras dan sensual. Tubuhnyabergoyang seperti penari ular, dan goyangan pinggulnya bergoyang sangatdahsyat. Aku yang tadi akan menguasai "permainan" hampir kalah dan dikuasai oleh Vika.

Beberapa saat Vika menguasai permainan kami. Dengan posisi yangsama saat kutusuk batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Vika, Vikalangsung menguasai permainan, pahanya dijepitkan ke pinggangku,pinggulnya berputar membuat batang kemaluanku yang ada dalam lubangkemaluan Vika seperti dipilin-pilin nikmat. Akh.. gila juga adikku ini.Aku terus memompa pinggulku meladeni putaran pinggul Vika, dan tangankumulai beroperasi, payudara Vika yang terus bergoyang kuremas dankumainkan puting susu Vika dengan jariku. Vika mendesah dan terusmenjerit kecil saat permainan mulai kukuasai kembali, sambil kukocokbatang kemaluanku di lubang kemaluan Vika, tanganku meremas danmemainkan puting Vika.

Sementara kuhisap dan ciumi bibir Vika yang sensual, tipis danmerah menantang. Sesekali kuhisap putingnya yang membuat diamerem-melek, dan posisi itu berubah dengan Vika menungging dan akumenusuk dari belakang. Dengan posisi ini aku lebih leluasa meremaspayudara Vika yang menggantung, pinggulnya kembali berputar danmaju-mundur mengimbangi kocokan batang kemaluanku di dalam lubangkemaluannya yang makin basah dan nikmat. Kemudian gerakan Vika makincepat, erangan dan desahan Vika makin kuat dan keras.

Vika meraih tanganku dan meletakkannya di payudaranya agar akumeremasnya. Dengan goyangan pinggul yang dasyat, tubuh Vika mengejangdan bergetar, dan dia memekik tertahan dan kurasakan cairan hangatmembanjiri lubang kemaluan Vika dan membasahi batang kemaluanku tandaVika sedang orgasme. Tiba-tiba tubuhnya yang tadi liar tergeletaklunglai. 

Aku melihat mata Vika terpejam saat kucium lehernya, sedangkangoyanganku pun aku perlambat agar Vika merasakan semua kenikmatan yangdia baru rasakan. Kubelai pinggangnya dan pinggulnya, dan dengan sekaligerakan kuputar tubuh Vika sehingga posisi kami kembali berhadapantanpa aku mencabut batang kemaluanku di dalam lubang kemaluan Vika. Akumerasakan jepitan yang sangat nikmat saat kuputar tubuh adikku tadi.

Kini kaki Vika kusandarkan di bahuku, hingga dia benar-benarmengangkang, dan dengan leluasa kuhabiskan sisa-sisa tenagaku untukmenghabisinya di dalam lubang kemaluan adikku.

Tidak lama dalam batang kemaluanku ada desakan dari dalam, dan.."Cret.. cret.. creet.." air maniku tumpah di dalam lubang kemaluanVika.

Saat itu aku mendesah dan mengerang keenakan. Lalu kurebahkantubuhku di atas tubuh Vika dan sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanitu kucium lembut dan mesra bibir Vika, dan Vika pun membalas ciumanku,kami berciuman dengan mesra.

Keringat kami membasahi tempat tidur dan kemudian ada suara, "Aduhini anak Mami, keasyikan main sampai Mami dilupain gini.." sahut mamimenggoda kami berdua yang memang dari tadi lupa kalau di sebelah kamiberdua ada mami yang masih telanjang dan menonton aksi kami kakak-adikbertempur.

Aku langsung mencabut batang kemaluanku dari lubang kemaluan Vikayang basah kuyub, dan kemudian ibu mengulum batang kemaluanku,membersihkan cairan maniku dan cairan lubang kemaluan Vika.

Aku dan Vika tersenyum pada mami, dan kami kemudian berbaring di satu ranjang, dengan aku di tengah mereka.
"Vik.. ternyata kamu kuda liar juga, padahal waktu gue garap body lo, lo diem aja.." godaku pada adikku.
Vika hanya tersenyum dan bilang, "Mam.. makasih udah ngajak Vika gabung, kalo enggak rugi Vika enggak tau kalau Kak Bobi dasyat banget.."

Kami bertiga pun tertawa, lalu ibuku bilang, "Bob, kalau Mami capek atau kalau ada Papi, kamu tidur sama Vika saja, asal jangan ribut banget saja kayak tadi.."

Aku cuma senyum kecil sambil kucium adikku.
"Dan kalo enggak ada Papi kita tidur bertiga aja.." ajak Vika.
Aku sangat setuju dengan ajakan Vika.

Kami bertiga tidur seranjang hingga pagi, dan pagi hari kami mainlagi bertiga di dapur. Mulai saat itu kami terus melakukannya sampaisekarang, dimana kami mau dan kapan kami mau kami pasti melakukannya,dengan motto kapan saja, dimana saja kami bermain.

Sekitar dua bulan setelah aku main pertama kali dengan Vika, dansaat kami bersetubuh, Vika bilang kalau dia lagi hamil dua bulan. Diabilang dia hamil sama aku, soalnya dulu waktu pertama kali berhubungan,dia itu lupa bilang kalau dia biasa main sama cowoknya, cowoknya haruspakai kondom, sedangkan dulu aku "muncratin" maniku di dalam lubangkemaluan Vika. 

Jadi, pertama aku hamili ibuku yang digugurkan, sekarangaku hamili adikku, dan dia bilang mau digugurkan dan aku setuju sekali,soalnya aku tidak mau punya anak dari adikku dan Vika tidak mau punyaanak dari aku, kakaknya. Gila..! END by ceritaseks15.blogspot.com - Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru -
04.34 | 0 komentar

Selasa, 25 Agustus 2015

Ketahuan Sedang Asik ML Diruang Kampus Oleh Orang Lain

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Setelah sebelumnya ada cerita dewasa terbaru bergambar Selingkuh Dengan Tetangga Karena Sudah Lama Tidak Dibelai Suami, kini ada cerita sex mesum Ketahuan Sedang Asik ML Diruang Kampus Oleh Orang Lain, selamat membaca.

Sore itu aku baru pulang dari rumah temanku. Karena perjalanan pulang melewati kampusku, maka sekalian aku menyempatkan diri untuk mampir ke sana dengan tujuan melihat nilai UTS-ku dan mencatat jadwal SP (Semester Pendek). Kumasuki halaman kampus dan kuparkirkan sepeda motor Tornado GX-ku. Saat itu waktu telah menunjukkan jam 17.35, di tempat parkir pun hanya terlihat 3-4 kendaraan. 
Ketahuan Sedang Asik ML Diruang Kampus Oleh Orang Lain
Ketahuan Sedang Asik ML Diruang Kampus Oleh Orang Lain

Aku segera memasuki gedung fakultasku, di sana lorong-lorong sudah gelap hanya diterangi beberapa lampu downlight, sehingga suasananya remang-remang, terkadang timbul perasaan ngeri di gedung tua itu sepertinya hanya aku sendirian, bahkan suara, langkah kakiku menaiki tangga pun menggema. Akhirnya sampai juga aku di tingkat 4 dimana pengumuman hasil ujian dan jadwal SP dipasang.

Ketika aku sedang melihat hasil UTS-ku dari lantai bawah sekonyong-konyomg terdengar langkah pelan yang menuju ke sini. Sadar atau tidak kurasakan bulu kudukku berdiri dan membayangkan makhluk apa yang nantinya akan muncul. Ah konyol, kubuang pikiran itu jauh-jauh, hantu mana mungkin terdengar bunyi langkahnya. Suara langkah itu makin mendekat dan akhirnya kulihat sosoknya, oohh, ternyata lain dari yang kubayangkan, yang muncul ternyata seorang gadis cantik. 

Aku pun mengenalnya walaupun tidak kenal dekat, dia adalah mahasiswi yang pernah sekelas denganku dalam salah satu mata kuliah, namanya Yuli, orangnya tinggi langsing, pahanya jenjang dan mulus, buah dadanya pun membusung indah, kuperkirakan ukurannya 34B, dipercantik dengan rambut panjang kemerahan yang dikuncir ke belakang dan wajah oval yang putih mulus. Dia juga termasuk salah satu bunga kampus.

"Hai.. sore, mau lihat nilai ya?" tanyaku berbasa-basi.
"Iya, kamu juga ya?" jawabnya dengan tersenyum manis.

Aku lalu meneruskan mencatat jadwal SP, sementara dia sedang mencari-cari NRP dan melihat hasil ujiannya.

"Sori, boleh pinjam bolpoin dan kertas? gua mau catat jadwal nih," tanyanya.
"Ooo, boleh, boleh gua juga udah selesai kok," aku lalu memberikannya secarik kertas dan bolpoinku.
"Eh, omong-omong kamu kok baru datang sekarang malam-malam gini, nggak takut gedungnya udah gelap gini?" tanyaku.
"Iya, sekalian lewat aja kok, jadi mampir ke sini, kamu sendiri juga kok datang jam segini?"
"Sama nih, gua juga baru pulang dari teman dan lewat sini, jadi biar sekali jalanlah."

Kami pun mulai mengobrol, dan obrolan kami makin melebar dan semakin akrab. Hingga kini belum ada seorang pun yang terlihat di tempat kami sehingga mulai timbul pikiran kotorku terlebih lagi hanya ada sepasang pria dan wanita dalam tempat remang-remang. Aku mulai merasakan senjataku menggeliat dan mengeras. Kupandangi wajah cantiknya, wajah kami saling menatap dan tanpa sadar wajahku makin mendekati wajahnya. Ketika semakin dekat tiba-tiba wajahnya maju menyambutku sehingga bibir kami sekarang saling berpagutan. 

Tanganku pun mulai melingkari pinggangnya yang ramping. Sekarang mulutnya mulai membuka dan lidah kami saling beradu, rupanya dia cukup ahli juga dalam berciuman, nampaknya ini bukan pertama kalinya dia melakukannya. Wangi parfum dan desah nafasnya yang sudah tidak beraturan meningkatkan gairahku untuk berbuat lebih jauh, tanganku kini mulai turun meremas-remas pantatnya yang montok dan berisi, dia juga membalasnya dengan melepas kancing kemejaku satu persatu. Tiba-tiba aku sadar sedang di tempat yang salah, segera kulepas ciumanku.

"Jangan di sini, gua tau tempat aman, ayo ikut gua!"

Kuajak dia ke lantai 3, kami menelusuri koridor yang remang-remang itu menuju ke sebuah ruangan kosong bekas ruangan mahasiswa pecinta alam, sejak team pecinta alam pindah ke ruang lain yang lebih besar ruangan ini dikosongkan hanya untuk menyimpan peralatan bekas dan sering tidak dikunci. Kubuka pintu dan kutekan saklar di tembok, ruangan itu hampir tidak ada apa-apa, hanya sebuah meja dan kursi kayu jati yang sandarannya sudah bengkok, beberapa perkakas usang, dan sebuah matras bekas yang berlubang.

Segera setelah tombol kunci kutekan, kudekap tubuhnya yang sedang bersandar di tepi meja. Sambil berciuman tangan kami saling melucuti pakaian masing-masing. Setelah kulepas tank top dan branya, kulihat tubuh putih mulus dengan payudara kencang dan putingnya yang kemerahan. Saat itu aku dan dia sudah topless tinggal memakai celana panjang saja. Kuarahkan mulutku ke dada kanannya sementara tanganku melepas kancing celananya lalu mulai menyusup ke balik celana itu. Kurasakan kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan sudah becek oleh cairan kenikmatan. Puting yang sudah menegang itu kusapu dengan permukaan kasar lidahku hingga dia menggelinjang-gelinjang disertai desahan. Dengan jari telunjuk dan jari manis kurenggangkan bibir kemaluannya dan jari tengahku kumainkan di bibir dan dalam lubang itu membuat desahannya bertambah hebat sambil menarik-narik rambutku.

Akhirnya dengan perlahan-lahan kuturunkan celana beserta celana dalamnya hingga lepas. Kubuka resleting celanaku lalu kuturunkan CD-ku sehingga menyembullah senjata yang dari tadi sudah mengeras itu. Tangannya turut membimbing senjataku memasuki liang vaginanya, setelah masuk sebagian kusentakkan badanku ke depan sehingga dia menjerit kecil. Aku mulai menggerakkan badanku maju mundur, semakin lama frekuensinya semakin cepat sehingga dia mengerang-erang keenakan, tanganku sibuk meremas-remas payudara montoknya, dan lidahku menjilati leher dan telinganya. Aku terus mendesaknya dengan dorongan-dorongan badanku, hingga akhirnya aku merasakan tangannya yang melingkari leherku makin erat serta jepitan kedua pahanya mengencang. Saat itu gerakanku makin kupercepat, erangannya pun bertambah dahsyat sampai diakhiri dengan jeritan kecil, bersamaan dengan itu kurasakan pula cairan hangat menyelubungi senjataku dan spermaku mulai mengalir di dalam rahimnya. Kami menikmati klimaks pertama ini dengan saling berpelukan dan bercumbu mesra.

Tiba-tihba terdengar suara kunci dibuka dan gagang pintu diputar, pintu pun terbuka, ternyata yang masuk adalah Pak Ayip, kepala karyawan gedung ini yang juga memegang kunci ruangan, orangnya berumur 50-an keatas, rambutnya sudah agak beruban, namun badannya masih gagah. Kami kaget karena kehadirannya, aku segera menaikkan celanaku yang sudah merosot, Yuli berlindung di belakang badanku untuk menutupi tubuh telanjangnya.

"Wah, wah, wah saya pikir ada maling di sini, eh.. ternyata ada sepasang kekasih lagi berasik ria!" katanya sambil berkacak pinggang.
"Maaf Pak, kita memang salah, tolong Pak jangan bilang sama siapa-siapa tentang hal ini," kataku terbata-bata.
"Hmmm... baik saya pasti akan jaga rahasia ini kok, asal..."
"Asal apa Pak?" tanyaku.
Orang tua itu menutup pintu dan berjalan mendekati kami.
"sal saya boleh ikut merasakan si Mak ini, he.. he... he...!" katanya sambil terus mendekati kami dengan senyum mengerikan.
"Jangan, Pak, jangan!"

Dengan wajah pucat Yuli berjalan mundur sambil menutupi dada dan kemaluannya untuk menghindar, namun dia terdesak di sudut ruangan. Kesempatan itu segera dipakai Pak Ayip untuk mendekap tubuh Yuli. Dia langsung memegangi kedua pergelangan tangan Yuli dan mengangkatnya ke atas. "Ahh.. jangan gitu Pak, lepasin saya atau... eeemmmhhh...!" belum sempat Yuli melanjutkan perkataannya, Pak Ayip sudah melumat bibirnya dengan ganas. Sekarang Yuli sudah mulai berhenti meronta sehingga tangan Pak Ayip sudah mulai melepaskan pegangannya dan perlahan-lahan mulai turun ke payudara kanan Yuli lalu meremas-remasnya dengan gemas. Entah mengapa daritadi aku hanya diam saja tanpa berbuat apa-apa selain bengong menonton adegan panas itu, sangat kontas nampaknya Yuli yang berparas cantik itu sedang digerayangi oleh Pak Ayip yang tua dan bopengan itu, seperti beauty and the beast saja, dalam hati berkata, "Dasar bandot tua, sudah ganggu acara orang masih minta bagian pula."

Ciuman Pak Ayip pada bibir Yuli kini mulai merambat turun ke lehernya, dijilatinya leher jenjang Yuli kemudian dia mulai menciumi payudara Yuli sambil tangannya mengobok-obok liang vagina Yuli. Diperlakukan seperti itu Yuli sudah tidak bisa apa-apa lagi, hanya pasrah sambil mendesah-desah, "Pak... aaakhh.. jangan.. eeemmhh... sudah Pak!" Setelah puas "menyusu" Pak Ayip mulai menjelajahi tubuh bagian bawah Yuli dengan jilatan dan ciumannya. Setelah mengambil posisi berjongkok Pak Ayip mengaitkan kaki kanan Yuli di bahunya dan mengarahkan mulutnya untuk mencium kemaluan yang sudah basah itu sambil sesekali menusukan jarinya. Sementara Pak Ayip mengerjai bagian bawah, aku melumat bibirnya dan meremas buah dadanya yang montok itu, putingnya yang sudah tegang itu kupencet dan kupuntir.

Masih tampak jelas warna kemerahan bekas gigitan dan sisa-sisa ludah pada payudara kirinya yang tadi menjadi bulan-bulanan Pak Ayip. Tak lama kemudian kurasakan dia mencengkram lenganku dengan keras dan nafasnya makin memburu, ciumannya pun makin dalam. Rupanya dia mencapai orgasme karena oral seks-nya Pak Ayip dan kulihat Pak Ayip juga sedang asyik menghisap cairan yang keluar dari liang senggamanya sehingga membuat tubuh Yuli menegang beberapa saat dan dari mulutnya terdengar erangan-erangan yang terhambat oleh ciumanku. Sekarang aku membuat posisi Yuli menungging di matras yang kugelar di lantai. Kesetubuhi dia dari belakang, sambil meremas-remas pantat dan payudaranya. Pak Ayip melepaskan pakaiannya hingga bugil, kemudian dia berlutut di depan wajah Yuli. Tanpa diperintah Yuli segera meraih penis yang besar dan hitam itu, mula-mula dijilatinya benda itu, dikulumnya buah pelir itu sejenak lalu dimasukkannya benda itu ke mulutnya. Pak Ayip mendengus dan merem melek kenikmatan oleh kuluman Yuli, dia menjejali penis itu hingga masuk seluruhnya ke mulut Yuli.

Yuli pun agak kewalahan diserang dari 2 arah seperti ini. Beberapa saat kemudian Pak Ayip mengeluarkan geraman panjang, dia menahan kepala Yuli yang ingin mengeluarkan penisnya dari mulutnya, sementara aku makin mempercepat goyanganku dari belakang. Tubuh Yuli mulai bergetar hebat karena sodokan-sodokanku dan juga karena Pak Ayip yang sudah klimaks menahan kepalanya dan menyeburkan spermanya di dalam mulut Yuli, sangat banyak sperma Pak Ayip yang tercurah sampai cairan putih itu meluap keluar membasahi bibirnya, jeritan klimaks Yuli tersumbat oleh penis Pak Ayip yang cukup besar sehingga dari mulutnya hanya terdengar, "Emmpphh.. mmm.. hmmpphh..." tangannya menggapai-gapai, dan matanya terbeliak-beliak nikmat.

Kemudian Pak Ayip melepas penisnya dari mulut Yuli, lalu dia berbaring telentang dan menyuruh Yuli memasukkan penis yang berdiri kokoh itu ke dalam vaginanya. Sesuai perintah Pak Ayip, dia menduduki dan memasukkan penis Pak Ayip, ekspresi kesakitan nampak pada wajahnya karena penis Pak Ayip yang besar tidak mudah memasuki liang vaginanya yang masih sempit, Pak Ayip meremas-remas susu Yuli yang sedang bergoyang di atas penisnya itu. Aku lalu memintanya untuk membersihkan barangku yang sudah belepotan sperma dan cairan kemaluannya, ketika penisku sedang dijilati dan dikulum olehnya, kutarik ikat rambutnya hingga rambutnya tergerai bebas. "Wah cantik banget si Mbak ini, mana memeknya masih sempit lagi, benar-benar beruntung saya malam ini," kata Pak Ayip memuji Yuli. "Dasar muka nanas, kalo dia pacar gua udah gua hajar lo dari tadi!" gerutuku dalam hati.

Setelah penisku dibersihkan Yuli, kuatur posisinya tengkurap di atas Pak Ayip, dan kumasukkan penisku ke duburnya, sungguh sempit liang anusnya itu hingga dia menjerit histeris ketika aku berhasil menancapkan penisku di sana. Kami bertiga lalu mengatur gerakan agar dapat serasi antara penis Pak Ayip di vaginanya dan penisku di anusnya. Aku menghujam-hujamkan penisku dengan ganas sambil meremas-remas payudara dan pantatnya juga sesekali kujilati lehernya. 

Sementara Pak Ayip juga aktif memainkan payudara yang hanya beberapa sentimeter dari wajahnya itu. Tak lama kemudian Yuli menjerit keras, "Akkhh...!" tubuhnya menegang dan tersentak-sentak lalu terkulai lemah menelungkup, begitu tubuhnya rebah langsung disambut Pak Ayip dengan kuluman di bibirnya. Aku dan Pak Ayip melepas penis kami dan berdiri di depan Yuli secara bergantian dia mengulum dan mengocok penis kami hingga sperma kami muncrat membasahi wajahnya.

Tubuh kami bertiga sudah bersimbah keringat dan benar-benar lelah, terutama Yuli, dia nampak sangat kelelahan setelah melayani 2 lelaki sekaligus. Sesudah beristirahat sejenak, kami berpakaian kembali. Kami membuat kesepakatan dengan Pak Ayip untuk saling menjaga rahasia ini, Pak Ayip pun menyetujuinya dengan syarat Yuli mau melayaninya sekali lagi kapanpun bila dipanggil, meskipun mulanya dia agak ragu-ragu akhirnya disetujuinya juga. 

Kami yakin dia tidak berani kelewatan karena dia juga tidak ingin hal ini diketahui keluarganya. Sejak itu kami semakin akrab dan sering melakukakan perbuatan itu lagi meskipun tidak sampai pacaran, karena kami sudah punya pacar masing-masing. END by ceritaseks15.blogspot.com - Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - 
22.40 | 0 komentar