Trending Topic

Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks TKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Seks TKI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2015

Menikmati Vagina Gadis Desa Calon TKW

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Setelah sebelumnya cerita seks mesum Ngeseks Istri Muda Dilihat Oleh Suaminya, kini ada cerita seks terbaru Menikmati Vagina Gadis Desa Calon TKW, selamat membaca.
Menikmati Vagina Gadis Desa Calon TKW
Menikmati Vagina Gadis Desa Calon TKW

Empat tahun lalu aku masih tinggal dikota B. Waktu itu aku berumur 26 tahun. Aku tinggal dirumah sepupu, karena sementara masih menganggur aku iseng-iseng membantu sepupu bisnis kecil-kecilan di pasar. 3 bulan aku jalani dengan biasa saja. Hingga akhirnya secara tak disengaja aku kenal seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasa angkutan barang pasar yang kebetulan aku yang mengemudikannya. Bu Murni namanya. Sambil ngobrol ngalor-ngidul aku antar dia sampai dirumahnya yang memang agak jauh dari pasar tempat dia berjualan kain-kain dan baju.

Sesampai dirumahnya aku bantuin dia mengangkat barang-barangnya. Mungkin karena sudah mulai akrab aku enggak langsung pulang. Toh, memang ini penumpang yang terakhir. Aku duduk saja di depan rumahnya yang sejuk, karena kebetulan ada seperti dipan dari bambu dihalaman di bawah pohon jambu. Dari dalam aku mendengar suara seperti memerintah kepada seseorang..

"Pit.. Tuh bawain air yang dikendil ke depan..," begitu suara Bu Murni.

Aku tidak mendengar ada jawaban dari yang diperintah Bu Murni tadi. Yang ada tiba-tiba seorang gadis umur kira-kira 20 tahunan keluar dari rumah membawa gelas dan kendil air putih segar. Wajahnya biasa saja, agak mirip Bu Murni, tapi kulitnya putih dan semampai pula. Dia tersenyum..

"Mas, minum dulu.. Air kendil seger lho.." begitu dia menyapaku.
"I.. Iya.. Makasih.." balasku.

Masih sambil senyum dia balik kanan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya. Aku masih tertegun sambil memandangnya. Seperti ingin tembus pandang saja niatku, 'Pantatnya aduhai, jalannya serasi, lumayan deh..' batinku.

Tak seberapa lama Bu Murni keluar. Dia sudah ganti baju, mungkin yang biasa dia pakai kesehariannya..

"Dik Wahyu, itu tadi anak saya si Pipit.." kata Bu Murni.
"Dia tuh lagi ngurus surat-surat katanya mau ke Malaysia jadi TKW." lanjutnya. Aku manggut-manggut..
"O gitu yah.. Ngapain sih kok mau jauh-jauh ke Malaysia, kan jauh.. Nanti kalau ada apa-apa gimana.." aku menimpalinya.

Begitu seterusnya aku ngobrol sebentar lalu pamit undur diri. Belum sampai aku menstater mobil pickupku, Bu Murni sambil berlari kecil ke arahku..

"Eh dik Wahyu, tunggu dulu katanya Pipit mau ikut sampai terminal bis. Dia mau ambil surat-surat dirumah kakaknya. Tungguin sebentar ya.."

Aku tidak jadi menstater dan sambil membuka pintu mobil aku tersenyum karena inilah saatnya aku bisa puas mengenal si Pipit. Begitulah akhirnya aku dan Pipit berkenalan pertama kali. Aku antar dia mengambil surat-surat TKW-nya. Di dalam perjalanan kami ngobrol dan sambil bersendau gurau.

"Pit.., namamu Pipit. Kok nggak ada lesung pipitnya.." kataku ngeledek. Pipit juga tak kalah ngeledeknya.
"Mas aku kan sudah punya lesung yang lain.. Masak sih kurang lagi.." balas Pipit..

Di situ aku mulai berani ngomong yang sedikit nakal, karena sepertinya Pipit tak terlalu kaku dan lugu layaknya gadis-gadis didesa. Pantas saja dia berani merantau keluar negeri, pikirku.

Sesampai dirumah kakaknya, ternyata tuan rumah sedang pergi membantu tetangga yang sedang hajatan. Hanya ada anaknya yang masih kecil kira-kira 7 tahunan dirumah. Pipit menyuruhnya memanggilkan ibunya.

"Eh Ugi, Ibu sudah lama belum perginya? susulin sana, bilang ada Lik Pipit gitu yah.."

Ugi pergi menyusul ibunya yang tak lain adalah kakaknya Pipit. Selagi Ugi sedang menyusul ibunya, aku duduk-duduk di dipan tapi di dalam rumah. Pipit masuk ke ruangan dalam mungkin ambil air atau apa, aku diruangan depan. Kemudian Pipit keluar dengan segelas air putih ditangannya.

"Mas minum lagi yah.. Kan capek nyetir mobil.." katanya.

Diberikannya air putih itu, tapi mata Pipit yang indah itu sambil memandangku genit. Aku terima saja gelasnya dan meminumnya. Pipit masih saja memandangku tak berkedip. Akupun akhirnya nekat memandang dia juga, dan tak terasa tanganku meraih tangan Pipit, dingin dan sedikit berkeringat. Tak disangka, malah tangan Pipit meremas jariku. Aku tak ambil pusing lagi tangan satunya kuraih, kugenggam. Pipit menatapku.

"Mas.. Kok kita pegang-pegangan sih.." Pipit setengah berbisik.
Agak sedikit malu aku, tapi kujawab juga, "Abis, .. Kamu juga sih.."

Setelah itu sambil sama-sama tersenyum aku nekad menarik kedua tangannya yang lembut itu hingga tubuhnya menempel di dadaku, dan akhirnya kami saling berpelukan tidak terlalu erat tadinya. Tapi terus meng-erat lagi, erat lagi.. Buah dadanya kini menempel lekat didadaku. Aku semakin mendapat keberanian untuk mengelus wajahnya. Aku dekatkan bibirku hingga menyentuh bibirnya. Merasa tidak ada protes, langsung kukecup dan mengulum bibirnya. Benar-benar nikmat. Bibirnya basah-basah madu. Tanganku mendekap tubuhku sambil kugoyangkan dengan maksud sambil menggesek buah dadanya yang mepet erat dengan tubuhku. Sayup-sayup aku mendengar Pipit seperti mendesah lirih, mungkin mulai terangsang kali..

Apalagi tanpa basa-basi tonjolan di bawah perutku sesekali aku sengaja kubenturkan kira-kira ditengah selangkangannya. Sesekali seperti dia tahu iramanya, dia memajukan sedikit bagian bawahnya sehingga tonjolanku membentur tepat diposisi "mecky"nya.

Sinyal-sinyal nafsu dan birahiku mulai memuncak ketika tanpa malu lagi Pipit menggelayutkan tangannya dipundakku memeluk, pantatnya goyang memutar, menekan sambil mendesah. Tanganku turun dan meremas pantatnya yang padat. Akupun ikut goyang melingkar menekan dengan tonjolan penisku yang menegang tapi terbatas karena masih memakai celana lumayan ketat. Ingin rasanya aku gendong tubuh Pipit untuk kurebahkan ke dipan, tapi urung karena Ugi yang tadi disuruh Pipit memanggil ibunya sudah datang kembali.

Buru-buru kami melepas pelukan, merapikan baju, dan duduk seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Begitu masuk, Ugi yang ternyata sendirian berkata seperti pembawa pesan.

"Lik Pipit, Ibu masih lama, sibuk sekali lagi masak buat tamu-tamu. Lik Pipit suruh tunggu aja. Ugi juga mau ke sana mau main banyak teman. sudah ya Lik.."

Habis berkata begitu Ugi langsung lari ngeloyor mungkin langsung buru-buru mau main dengan teman-temannya. Aku dan Pipit saling menatap, tak habis pikir kenapa ada kesempatan yang tak terduga datang beruntun untuk kami, tak ada rencana, tak ada niat tahu-tahu kami hanya berdua saja disebuah rumah yang kosong ditinggal pemiliknya.

"Mas, mending kita tunggu saja yah.. sudah jauh-jauh balik lagi kan mubazir.. Tapi Mas Wahyu ada acara nggak nanti berabe dong.." berkata Pipit memecah keheningan.

Dengan berbunga-bunga aku tersenyum dan setuju karena memang tidak ada acara lagi aku dirumah.

"Pit sini deh.. Aku bisikin.." kataku sambil menarik lengan dengan lembut.
"Eh, kamu cantik juga yah kalau dipandang-pandang.."

Tanpa ba-Bi-Bu lagi Pipit malah memelukku, mencium, mengulum bibirku bahkan dengan semangatnya yang sensual aku dibuat terperanjat seketika. Akupun membalasnya dengan buas. Sekarang tidak berlama-lama lagi sambil berdiri. Aku mendorong mengarahkannya ke dipan untuk kemudian merebahkannya dengan masih berpelukan. Aku menindihnya, dan masih menciumi, menjilati lehernya, sampai ke telinga sebelah dalam yang ternyata putih mulus dan beraroma sejuk. Tangannya meraba tonjolan dicelanaku dan terus meremasnya seiring desahan birahinya. Merasa ada perimbangan, aku tak canggung-canggung lagi aku buka saja kancing bajunya. Tak sabar aku ingin menikmati buah dada keras kenyal berukuran 34 putih mulus dibalik bra-nya.

Sekali sentil tali bra terlepas, kini tepat di depan mataku dua tonjolan seukuran kepalan tangan aktor Arnold Swchargeneger, putih keras dengan puting merah mencuat kurang lebih 1 cm. Puas kupandang, dilanjutkan menyentuh putingnya dengan lubang hidungku, kuputar-putar sebelum akhirnya kujilati mengitari diameternya kumainkan lidahku, kuhisap, sedikit menggigit, jilat lagi, bergantian kanan dan kiri. Pipit membusung menggeliat sambil menghela nafas birahi. Matanya merem melek lidahnya menjulur membasahi bibirnya sendiri, mendesah lagi.. Sambil lebih keras meremas penisku yang sudah mulai terbuka resluiting celanaku karena usaha Pipit.

Tanganku mulai merayap ke sana kemari dan baru berhenti saat telah kubuka celana panjang Pipit pelan tapi pasti, hingga berbugil ria aku dengannya. Kuhajar semua lekuk tubuhnya dengan jilatanku yang merata dari ujung telinga sampai jari-jari kakinya. Nafas Pipit mulai tak beraturan ketika jilatanku kualihkan dibibir vaginanya. Betapa indah, betapa merah, betapa nikmatnya. Clitoris Pipit yang sebesar kacang itu kuhajar dengan kilatan kilatan lidahku, kuhisap, kuplintir-plintir dengan segala keberingasanku. Bagiku Mecky dan klitoris Pipit mungkin yang terindah dan terlezaat se-Asia tenggara.

Kali ini Pipit sudah seperti terbang menggelinjang, pantatnya mengeras bergoyang searah jarum jam padahal mukaku masih membenam diselangkangannya. Tak lama kemudian kedua paha Pipit mengempit kepalaku membiarkan mulutku tetap membenam di meckynya, menegang, melenguhkan suara nafasnya dan...

"Aauh.. Ahh.. Ahh.. Mas.. Pipit.. Mas.. Pipit.. Keluar.. Mas.." mendengar lenguhan itu semakin kupagut-pagut, kusedot-sedot meckynya, dan banjirlah si-rongga sempit Pipit itu. Iri sekali rasanya kalau aku tak sempat keluar orgasme, kuangkat mukaku, kupegang penisku, kuhujam ke vaginanya. Ternyata tak terlalu susah karena memang Pipit tidak perawan lagi. Aku tak perduli siapa yang mendahului aku, itu bukan satu hal penting. Yang penting saat ini aku yang sedang berhak penuh mereguk kenikmatan bersamanya. Lagipula aku memang orang yang tidak terlalu fanatik norma kesucian, bagiku lebih nikmat dengan tidak memikirkan hal-hal njelimet seperti itu.

Kembali ke "pertempuranku", setengah dari penisku sudah masuk keliang vagina sempitnya, kutarik maju mundur pelan, pelan, cepet, pelan lagi, tanganku sambil meremas buah dada Pipit. Rupanya Pipit mengisyaratkan untuk lebih cepat memacu kocokan penis saktiku, akupun tanggap dan memenuhi keinginannya. Benar saja dengan "Ahh.. Uhh"-nya Pipit mempercepat proses penggoyangan aku kegelian. Geli enak tentunya. Semakin keras, semakin cepat, semakin dalam penisku menghujam.

Kira-kira 10 menit berlalu, aku tak tahan lagi setelah bertubi-tubi menusuk, menukik ke dalam sanggamanya disertai empotan dinding vagina bidadari calon TKW itu, aku setengah teriak berbarengan desahan Pipit yang semakin memacu, dan akhirnya detik-detik penyampaian puncak orgasme kami berdua datang. Aku dan Pipit menggelinjang, menegang, daan.. Aku orgasme menyemprotkan benda cair kental di dalam mecky Pipit. Sebaliknya Pipit juga demikian. Mengerang panjang sambil tangannya menjambak rambutku.. Tubuhku serasa runtuh rata dengan tanah setelah terbang ke angkasa kenikmatan. Kami berpelukan, mulutku berbisik dekat telinga Pipit.

"Kamu gila Pit.. Bikin aku kelojotan.. Nikmat sekali.. Kamu puas Pit?"
Pipit hanya mengangguk, "Mas Wahyu.., aku seperti di luar angkasa lho Mas.. Luar biasa benar kamu Mas.." bisiknya..

Sadar kami berada dirumah orang, kami segera mengenakan kembali pakaian kami, merapihkannya dan bersikap menenangkan walaupun keringat kami masih bercucuran. Aku meraih gelas dan meminumnya.

Kami menghabiskan waktu menunggu kakaknya Pipit datang dengan ngobrol dan bercanda. Sempat Pipit bercerita bahwa keperawanannya telah hilang setahun lalu oleh tetangganya sendiri yang sekarang sudah meninggal karena demam berdarah. Tapi tidak ada kenikmatan saat itu karena berupa perkosaan yang entah kenapa Pipit memilih untuk memendamnya saja.

Begitulah akhirnya kami sering bertemu dan menikmati hari-hari indah menjelang keberangkatan Pipit ke Malaysia. Kadang dirumahnya, saat Bu Murni kepasar, ataupun di kamarku karena memang bebas 24 jam tanpa pantauan dari sepupuku sekalipun.

Tak lama setelah keberangkatan Pipit aku pindah ke Jakarta. Khabar terakhir tentang Pipit aku dengar setahun yang lalu, bahwa Pipit sudah pulang kampung, bukan sendiri tapi dengan seorang anak kecil yang ditengarai sebagai hasil hubungan gelap dengan majikannya semasa bekerja di negeri Jiran itu. Sedang tentangku sendiri masih berpetualang dan terus berharap ada "Pipit-Pipit" lain yang nyasar ke pelukanku. Aku masih berjuang untuk hal itu hingga detik ini. Kasihan sekali gue.. - Cerita Seks, Cerita Seks ABG, Cerita Seks TKI

*****Bonus***** 
Video bokep ABG main Bl*wjob
download di http://bit.ly/1Hh7VRi
========================
Panduan download ;
1. Klik "get links"
2. Masukan captcha
3. Klik "Download File"
*Disarankan gunakan adblock pada browser untuk menghindari iklan yang bermunculan
07.26 | 0 komentar

Minggu, 19 April 2015

Mendapat Pengalaman Seks Dari Pembantu

Cerita Seks Dewasa Terbaru - Cerita Pembantu, Hardcore - Setelah sebelum nya ceritaseks15 bercerita tentang  Kenikmatan Kontol Anak Teman Dekatku , kali ini ceritaseks15 akan membagi cerita seks seru tentang Mendapat Pengalaman Seks Dari Pembantu. Berikut ceritanya. Halo, namaku budi. Sekarang aku berumur 23 tahun dan sedang menyelesaikan kuliahku. Yang ingin kuceritakan disini adalah pengalaman luar biasaku ketika masih smp kelas kelas satu bersama pembantuku. Terus terang kalau dipikir-pikir, pengalamanku itu bisa dibilang cukup mustahil terjadi di dunia nyata, bahkan aku juga mungkin akan sulit percaya seandainya ada orang yang menceritakan cerita ini padaku. Dan beginilah ceritanya….

64802676_1.jpg
Mendapat Pengalaman Seks Dari Pembantu
Sore itu aku pulang ke rumah setelah bermain bola dengan teman2ku di lapangan sekolah. Ini udah sering kulakukan, apalagi sekolahku cukup dekat dengan rumahku dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit. Sesampainya di rumah, aku langsung makan makanan yang sudah disediakan ibuku. Setelah selesai makan, orang tuaku memanggilku dan dari nada suaranya kedengarannya cukup penting..
“Ada apa pa?”
“Duduk sini bentar, papa sama mama mau ngomong dengan kamu.”
“bud, kamu kan sudah cukup besar sekarang dan udah bisa mengurus diri sendiri sekarang. Sebetulnya dulu mama kamu kerja kantoran sebelum melahirkan kamu, dan begitu kamu lahir mama berhenti dari pekerjaannya karena mau ngurusin kamu.”
“Trus pa?” Jawabku asal..
“ya karena sekarang kamu udah smp, mama mau bekerja kembali dan ternyata kantornya mau menerimanya kembali”
“bagus dong ma, terus memangnya kenapa pa??”
“Ya kamu taukan papa pulangnya selalu malem, trus kalo mama kamu dah kerja lagi, pulangnya juga malem ntar. Jadi mungkin kami bakalan jarang ada di rumah. Trus nanti papa nyewakan pembantu buat ngurusin pekerjaan rumah. Tapi, kamu gak keberatan kan??”
“Ooh gitu yah. Tapi hari sabtu minggu, papa sama mama di rumah kan??”“Iya kami di rumah, jadi gimana?? Kamu gak keberatan kan bud??”“Yaudah, budi gak keberatan kok.” Sebetulnya si aku keberatan juga. Biasanya ada mama tapi gak ada papa aja aku ngerasa kesepian juga di rumah. Tapi, daridulu aku emang gak pernah bisa nolak yang di suruh orang tuaku..
“nah gitu dong, ternyata si budi udah dewasa ya pa??” kata mamaku..
“iya nih. Kamu tenang aja bud, papa bakal cariin yang cakep biar kamu gak bosen” Kata papaku sambil bercanda..
Akupun ikut ketawa, aku sama sekali gak kebayang pembantu macam apa yang bakalan kerja disini. Dan berkat dia, aku udah dapat hampir semua pengalaman seks pria dewasa… Besoknya aku pergi sekolah seperti biasa, dan agak berharap juga kalo pembantu aku tu bener2 cakep. ( Sebelumnya kami gak pernah punya pembantu. Hari itulah pertama kalinya ada orang asing di rumah. Dan itu agak membuatku penasaran juga.)
Sepulang sekolah, aku gak ikut bermain bola seperti biasa, aku kepingin cepat2 pulang ke rumah, karena penasaran.
Sesampainya didepan rumah, aku jadi gugup sendiri, dan mengetuk pintu dengan tak sabar. Begitu pintu terbuka, sesuai dugaanklu pembantu barukulah yanbg membukakan pintunya. Dan… aku agak kecewa juga si, ternyata gak secakep yang kubayangkan. Aku ngebayangkan, gimana yah kalo punya pembantu kaya bunga citra lestari (gak mungkinlah, kalo cewek secakep itu, paling rendah jadi barges om-om J).. Huehe, setelah mengusir lamunanku, aku perhatikan kembali wajahnya, ternyata lumayan manis juga, dan badannya juga cukup bagus dan agak tinggi. Akupun menyapanya, dan agak berbasa-basi sebentar sambil berjalan ke dalam rumah..
Hari-hari pertama si gak ada yang aneh dengan dia. Aku cukup sering memperhatikan dia. Apalagi kalo lagi nyapu, ugh pantatnya yang bulat dan menantang itu langsung membusung dengan bangganya. Walaupun aku masih kelas satu smp, aku udah sering menonton film bokep, jadi udah punya perbandingan soal bodi cewek. Walaupun bodinya kalah sama artis-artis bokep itu, tapi cukup membuatku terangsang dengan posisi-posisi tubuh yang dia lakukan sewaktu lagi mengerjakan tugasnya (emang dasar otak udah ngeres)..
Namun tetap aja, aku sama sekali gak berharap untuk menyentuh tubuhnya waktu itu. Aku hanya suka memperhatikan dia ketika dia lagi bekerja. Kelihatannya dia juga dah menyadari tatapanku ketika dia lagi bekerja, namun dia sepertinya gak terlalu peduli. Lagian aku Cuma anak berumur 13 tahun. Namun tanpa kusadari sebetulnya dia peduli, dan kayaknya dia juga menikmati ketika aku melihatnya dengan nafsu begitu. Seolah-olah dia sedang mengadakan pertunjukan untukku..
Setelah beberapa minggu masih tetap seperti biasa. Namun dia mulai menunjukkan kelakuan aslinya setelah itu. Dia mulai memakai pakaian yang terbuka di rumah. Dan rok yang dipakainya pun sangat pendek walau tidak ketat. Namun itu justru membuat roknya gampang tersingkap dan terlihatlah celana dalamnya.
Pertama kali aku melihatnya ketika dia sedang nonton tv di ruang dapur (papaku membeli tv itu khusus untuk pembantu biar dia gak bosen), dan kelihatnnya dia gak berusaha menutupinya, walaupun jelas-jelas aku berdiri di depan dia dan melihat celana dalamnya.
Aku bener terpaku saat itu, karena itu pertama kalinya aku melihat tubuh wanita di balik roknya secara langsung. Apalagi di rumah sendiri. Wajahku terasa panas dan jantungku berdegup kencang, dan sikapku sangat kikuk jadinya. Dan entah kenapa dia cuek-cuek aja, malah posisinya semakin menantang. Kakinya diangkat sebelah ke kursi dan yang sebelah lagi dbuka lebar ke samping. Dan semakin jelaslah terlihat pahanya yang mulus dan terutama celana dalamnya. Cukup lama juga aku mondar-mandir di depan dia. Namun setelah itu aku kembali ke kamar karena aku takut dia marah…
Sesampainya di kamar, aku masih terus keikiran kejadian tadi. Akhirnya karena gak tahan lagi, aku memutuskan untuk beronani di kamar mandi. Dan ternyata di kamar mandi ada benda yang baru saja aku lihat. Pakaian kotor pembantuku itu tergantung di kamar mandi. Dengan tak sabaran aku mulai mencari dan kutemukan juga celana dalam kotor pembantuku itu.
Dengan nafsu yang tak tertahankan aku mulai mendekatkan celana dalam itu ke wajahku. Kutempelkan di wajahku dan kuhirup dalam-dalam aromanya. Seketika bau-bau asing menyerang penciumanku.
Kucium juga bagian yang menutupi pantatnya. Wanginya benar-benar memabukkan, ingin rasanya aku menjilati anusnya setiap hari. Tangankupun mulai mengocok-kocok penisku. Kujilati bagian yang menutupi anusnya dengan nafsu. Waktu itu aku benar-benar berharap ada kotoran yang menempel di celana dalam itu.
Maniku keluar lebih cepat dari biasanya. Lalu akupun mulai menciumi bajunya. Kuhirup aroma tubuhnya, ketiaknya dan bau keringatnyapun mulai membiusku. Aku dah mulai terobsesi sama dia. Padahal sebelumnya aku hanya seneng memandanginya aja…
Setelah puas menghirup semua bau yang ada di pakaian kotornya aku pun mulai mandi dan membersihkan badanku.
Setelah selesai dan ketika hendak keluar, aku kaget bukan kepalang. Ternyata pintu kamar mandi gak kututup. Aku baru teringat, bahwa tadi aku lupa menutup pintu dan langsung mengambil pakaian kotor pembantuku itu. Dan kamar mandi itu pintunya di ujung, jadi kalo lupa nutup pintu dan gak ngeliat ke belakang, kita bisa gak sadar kalo kita lupa nutup pintu. Dan yang lebih membuat panik ternyata dari tadi pembantuku lagi nyapu ruang tamu, dan pintu kamar mandi itu memang menghadap ruang tamu.
Aku baru sadar kalo dari pertama tadi emang ada suara-suara kayak orang lagi beres-beres gitu, tapi karena kupikir pintunya dah kukunci aku nyantai-nyantai aja. Dan dirumah memang gak ada orang selain kami berdua. Artinya dia bisa ngeliat dengan jelas kegiatan aku dari pertama tadi…
Aku pun jalan dengan gugup dan muka tertunduk. Trus tiba-tiba dia ngomong sama aku…
“Udah siap mandinya dek??”
“Eh u..udah kak.” Jawabku dengan gugup..
“Kamu kaya cewek aja mandinya lama banget. Tadi kaka nungguin juga di depan pintu, eh rupanya masih lama mandinya..” katanya dengan senyum penuh arti..
Damn!!!, artinya, dia tau aku ngapain aja di dalam. Atau begitulah bayanganku. Akupun gak menjawab apa-apa dan hanya berlari ke kamar. Aku sempet kepikiran juga arti senyumannya itu. Apa dia bermaksud mengatakan kalo dia gak keberatan aku ngelakuin itu??? Atau dia punya maksud lain???? Halah, pikiran anak smp mang belum nyampe ke hal-hal yg seperti itu. Dan aku tetap aja ketakutan dia bakal marah…
Sejak itu, aku sering bgt berlama-lama di kamar mandi, menikmati pakaian kotor pembantuku. Aku selalu masuk kamar mandi setelah dia mandi. Dan pakaian kotornya masih anget, dan aromanya masih kuat. Pernah aku dapet bajunya yang basah sama keringat. Aah nikmat banget keringatnya yang asin itu. Dan lagi-lagi aku ngerasa aneh, kenapa dia gak nanya ke aku, kenapa aku selalu masuk setelah dia mandi. Yah mungkin dia udah tau gara-gara yang pertama kali itu, tp tetep aja aku gak ngerti kenapa dia gak marah.
Kegiatan ngintip celana dalam dia pun masih aku lakukan. Bahkan walaupun dia tau aku lg ngeliatin cdnya, dia cuek-cuek aja. Belakangan aku tau dia sengaja. Keliatannya dia emang suka mamerin tubuhnya gitu. Aku tau hal ini karena setelah beberapa bulan dia bekerja, aksi pamernya semakin menggila. Dia keluar kamar hanya dengan memakai celana dalam dan bra, dan mulai bekerja seolah gak ada kejadian apa-apa. Waktu ngeliat dia aku kaget setengah mati. Sampe-sampe aku bengong gitu. Dia malah cuek-cuek aja, gak lupa melempar senyum ke aku ketika berpapasan. Dan hari itu aku ngikutin dia terus. Pokoknya, dia lagi nyapu, lagi nonton, lagi beres-beres, aku pasti ikut. Dia juga (lagi-lagi) cuek-cuek aja. Tp, tetep aku gak berani mencoba menyentuh tubuhnya. Aku takut dia marah, terus minta berhenti.
Paling asyik tu waktu dia lagi nyapu kamarku, pantatnya yang nunggging di ruangan sempit itu, semakin terlihat menantang karena cuma dibungkus celana dalam. Apalagi kelihatannya cdnya agak lembab gara-gara keringat. Waktu itu aku lagi baca komik di kamar. Trus entah kenapa dia lama banget ngeberes-beresin kamarku. Padahal kamarnya kecil trus barang-barangnya juga dikit. Trus waktu udah selesai, dia gak langsung keluar kamar. Dia malah duduk di tempat tidurku, katanya si dia mau istirahat sebentar. Tp yang didudukinnya ternyata bantalku, dan lama juga dia disitu. Begitu dia pergi, aku langsung menciumi bantalku. Dan aroma pantatnya pun tercium . Ingin rasanya didudukin pantatnya di wajahku. Dan ternyata impianku itu kejadian esoknya…
Waktu itu kami lagi nonton tv di dapur. Seperti biasanya dia hanya mengenakan cd dan bra. Karena hari itu di sekolah ada pelajaran olahraga, badanku udah kecapean, dan kepingin istirahat. Tapi aku gak mau melewatkan saat-saat bersama dia. Jadi, karena dia liat aku terus-terusan nguap, dia nawarin untuk tiduran di pangkuan dia. Tanpa basa-basi langsung kuterima tawarannya.
Pahanya terasa hangat dan mulus di pipiku. ‘adik’ kecilku langsung bangun gara-gara itu. Akupun langsung pura-pura tertidur dan membalikkan badanku. Sehinggga sekarang aku tiduran mengahadap ke perutnya dia. Baru kali ini aku bisa ngeliat celana dalamnya dalam jarak sedekat ini. Aku bener-bener udah horny. Dan, pelan-pelan bibirku mulai mencoba menyentuh pahanya. Sentuhan pertama berhasil membuatku melayang. Pahanya teras hangat dan harum…
Kejutan yang kudapat gak berhenti sampai di situ. Ketika itu tiba2 hpnya yang di letakkan di meja sebelah sofa tempat kami duduk berbunyi. Dan dia pun pelan-pelan menggeser kepalaku dan meletakannya di sofa. Karena aku sedang pura-pura tidur, aku gak tau apa yang sedang terjadi. Dan ketika kubuka mata, ternyata dia lagi berlutut menyamping sambil mengotak-atik hpnya, dan kepalaku berada di tengah-tengah kedua lutunya. Dan entah kenapa, kulihat dia menurunkan pantatnya secara perlahan sampai akhirnya menyentuh wajahku. Dia menduduki wajahku. Aku gak percaya apa yang kualamin ini. Dan aku juga bisa ngerasain, kalo dia pelan-pelan menggerak-gerakkan pantatnya maju-mundur. Aaah,, aku bener-bener serasa di surga. Kuhirup dalam-dalam aroma pantatnya…
Setelah beberapa saat, tiba-tiba aku merasa ada yang menusuk-tusuk kepalaku. Ternyata itu jarinya. Dia sedang bermasturbasi rupanya. Aku menjadi semakin terangsang mendengar desahannya. Walaupun dia berusaha menahan suaranya. Pantatnya semakin bergerak tak terkendali di wajahku, kadang malah sampai membuatku gak bisa bernafas. Lalu tiba-tiba tekanan pantatnya di wajahku semakin kuat, dan tubuhnya mengejang, dan dia mengeluarkan desahan kecil tertahan.
Sepertinya dia udah ‘keluar’. Aah benar-benar saat-saat yang indah, walaupun nantinya aku bakal mengalamin yang lebih menarik lagi…Sejak itu, aku selalu berusaha menyentuh pantatnya, dan membuatnya seolah-olah gak sengaja. Tetap aja aku gak berani menyentuhnya dengan terang-terangan. Kadang-kadang aku lewat-lewat di belakangnya, atau meletakkan tanganku di tempat dia akan duduk, dan kelihatannya dia juga gak perduli walaupun dia sedang menduduki tanganku…
Seminggu kemudian, dia melakukan hal yang lebih gila lagi. Dia udah gak memakai apapun lagi di badannya. Walaupun gak setiap saat (mungkin dia takut masuk angin ;). Tapi, ketika dia bekerja, dia tetap dalam keadaan bugil. Bukan itu aja, kalo dia ke kamar mandi juga udah gak pernah menutup pintu lagi.
Sehingga, apapun kegiatannya di kamar mandi kelihatan dengan jelas dari luar…Aku langsung menunggu dia nyapu ke kamarku, supaya bisa melihat lebih dekat. Dan setengah jam kemudian dia masuk kamarku., dan mulai membereskannya. Dan ketika dia nungging, terlihat jelasalah anusnya yang indah itu.
Ingin rasanya menjilati anusnya itu setiap hari, membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di sekeliling anusnya, uugh.. Lalu tiba-tiba dia menghadap ke aku yang sedang tiduran di tempat tidur, lalu berkata..
“Dek, kakak cape nih. Numpang duduk bentar yah??”“Eh? Yaa.. udah kak boleh”Lalu dengan terkejut kusadari, dia bukan mau duduk di kursi atau di tempat tidur. Dia mengarahkan pantatnya ke wajahku. Awalnya dia berdiri di atas tilamku, lalu berjongkok dan perlahan-lahan mendudukkan pantatnya, yang sekarang gak terhalang oleh celana dalam, ke wajahku. Dan dia juga melebarkan belahan pantatnya dengan kedua tangannya, seolah-oleh ingin menempelkan anusnya ke wajahku.
anusnya menempel tepat di bibirku. Badanku bergetar karena gembira, dan gairah. Pertama-tama kucium mesra anusnya, dan pembantuku itupun mulai mendesah. Kucium lagi pinggiran-pinggiran anusnya dengan lembut.
perlahan-lahan kujulurkan lidahku dan kujilatin sekeliling anusnya, dan dia pun menggelinjang kegelian. Lalu kutusukkan secara perlahan lidahku ke anusnya. AAAh, sentuhan pertama yang bakal kuingat sampe tua. Anusnya rasanya agak pahit trus aneh gitu, susah deh ngejelaskannya. Kujilat-jilat anusnya dan sekarang dengan penuh nafsu, dan penuh kerinduan. Dia pun mulai bergerak liar di atasku.
Tangannya sekarang gak hanya diam. Yang kanan mengelus-elus kontolku. Yang kiri sedang sibuk bermasturbasi ria. Kocokannya berkali-kali terhenti karena sedang berkonsentrasi untuk menggapai kenikmatan…
“aaaaah,, budi jilatin terus anus kakak. Ah ayo sayang..” Teriaknya. Kelihatannya dia udah gak perduli apapun lagi. Dan beberapa saat kemudian dia menjambak rambutku dengan keras, dan setengah berdiri dengan lutunya, dan mengerang, pertanda dia sudah mencapai orgasme…
“Makasih yah dek, sekarang giliran kakak yang muasin kamu” katanya sambil tersenyum manis. Diciuminya bibirku dengan ganas. Karena aku masih dalam pertumbuhan, ukuran bibirnya dengan bibirku jauh berbeda. Dengan mudahnya dia melumat bibirku yang mungil ini, bahkan ketika dia menciukmku, dagukupun ikut terkena ciumannya.
Dijilatinya bibirku, lalu dimasukkannya kedalam mulutku. Akupun berusaha menggapai lidahnya dengan lidahku. Lalu kuemut-emut lidahnya, lalu aku mulai menghisapnya. Lalu dia mengangkat kepalanya dan mulai meneteskan liurnya kedalam mulutku. Langsung kutelan dengan bernafsu. Berkali-kali kami lakukan itu.
Setelah itu dia mulai menjilatiku lagi. Dari mulai pipi, hidung, keingku, dan daguku. Sampai-sampai wajahku basah kena jilatannya. Dan dia pun mulai meludahi wajahku dengan gemas. Aku hanya diam aja menikmati segala perlakuannya padaku. Perlahan-lahan jilatan-jilatannya mulai turun keleher, lalu kedada dan sampai ke putingkupun dijilat-dan dihisap-hisapnya. Dan tangannya meraba-raba putingku yang satunya ladi…
Setelah itu, dia membuka celanku sampai terlihatlah kontolku yang masih kecil mungil ini. Dan dia membuka mulutnya dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya. Aah rasanya bener-bener nikmat. Setiap sedotannya membuat seluruh tubuhku menegang. Dan tanpa sadar tangankupun mulai menarik-narik wajahnya dengan nafsu. Dan dia terus menghisap-hisap titiku tanpa menggunakan tangannya sama-sekali. Dan setelah beberapa menit, aku sudah ingin keluar..
“Kaak, adek udah mau keluar nih” kataku. Dia pun semakin memperkuat hisapannya sampai terasa sakit. Dan kukeluarkan semuanya di mulutnya. Dan kuliahat dia menelannya dengan semangat. Dan menjilati sisa-sia maniku di ujung kontoltku. AAh rasanya sangat nikmat…
“Gimana?? Kamu puaskan??”
“Eh, iya kak. Adek puas banget. Adek udah lama beronani smbil ngebayangin kakak.” Kataku tanpa malu-malu lagi…
“Hihihi. Nakal kamu yah, kenapa kamu gak langsung datengin kakak trus minta kakak ngent*tin kamu?” Aku agak kaget mendengar dia tiba-tiba berkata vulgar. Tapi terlihat di wajahnya kelihatannya dia senang berkata-kata jorok seperti itu…
“Kan kasian tongkol kamu kamu dek, setiap hari cuma dapetnya tangan kamu sendiri. Kan mendingan ent*tin kakak aja??” Katanya dengan tatapan penuh nafsu..
“Mulai sekarang, kalo kamu lagi kepengen kamu bilang kaya gini ke kakak, ‘kaak, adek pengen ngentot ya??”
“Iyaa kak..”
“Coba bilang dong” pintanya…
“Kaaak, adek pe..pengen ngentot jawabku dengan gugup…
“Naah, gitu yah bilangnya. Ntar kakak entotin kamu.”
“i…iya kak.”
Lalu karena aku sudah cape, akupun tertidur sambil berpelukan dengan dia. Kami udah kaya suami istri aja…
Sejak itu, kami sering melakukan itu lagi. Dan kalo kami gak sedang ber‘main’ pun dia tetap aja gak memakai bajunya. Aku juga sering ikut mandi bareng dia. Dan karena udah sangat terobsesi sama dia, kotorannya pun bisa membuatku terangsang.
Hampir tiap hari aku minta dia mengencingiku. Kadang kutelan semua kencingnya sampai gak bersisa. Setelah bosan dengan kencingnya, tainyapun kujamah juga. Sampe-sampe setiap dia mau buang kotoran dia harus memberitahuku dulu.
Kalo aku lagi gak mau, barulah dia ke wc secara biasa. Dan kami melakukannya di mana-mana, namun kami selalu berhati-hati agar kencing atau tainya gak berceceran. Aku juga memaksanya untuk ikut merasakan tainya sendiri, lalu setelah itu acara berciuman kamipun jauh lebih hot karena mulut kami penuh dengan kotoran…
Aku sadar apa yang kami lakukan itu jauuh diluar batasan normal (dari pertama juga sebenarnya udah gak normal. Masak cewek berumur 26 tahun main sama anak berumur 13 tahun???). Tp aku gak bisa ngebohongin diri sendiri, karena aku juga sangat menikmatinya.
kadang-kadang kalo ortuku nginap di rumah nenek (waktu itu nenekku udah sakit-sakitan jadi ortuku nginap diasana buat ngejagain) sampe seminggu, dia mengajak temennya menginap, dan kami bertiga melakukanhal-hal yang sangat liar, bahkan adik perempuannya sendiripun (adiknya waktu itu berumur 16 tahun, terus ruypanya dia sering menceritakan apa aja yang udah kami lakukan, dan ternyata suati kali adiknya mengatakan bahwa dia penasaran dan kepingin nyobain main dengan anak-anak) diajaknya ikut bergabung dengan kami. Dia bekerja selama 4 tahun di rumahku, dan itu adalah 4 tahun terindah sepanjang hidupku…….- Cerita Seks Dewasa Terbaru - Cerita Pembantu, Hardcore -
01.36 | 0 komentar

Senin, 13 April 2015

Dapat Jatah Ngentot TKW Indonesia

Cerita Seks Dewasa Terbaru - Cerita Ngentot Wanita, Cerita TKW - Dapat Jatah Ngentot TKW Indonesia. Cerita ngentot TKW indonesia (tenaga kerja wanita asal indonesia) ini berawal ketika saya baru saja diberi tugas untuk survey berapa kira2 jumlah visitor yang hadir setiap sore di salah satu mall di jakarta.walau sebenarnya males banget ngerjainnya tapi ya sudahlah.. apa aja asal saya gak nganggur. sampailah saya di mall itu dan mulai cek jumlah kendaraan motor dan mobil yang hadr pada jam sore disana. setelah saya bikin asumsi.. barulah saya masuk ke dalam mall untuk nambahin jumlah kira2 pengunjung disana.

Saya gak sadar awalnya.. ketika banyak wanita aneh yang memberikan senyum gak jelas ketika mata saya papasan sama mereka, sampai saya secara gak sengaja ada wanita yang tadinya kasih senyum dan udah gandeng pria timur tengah yang udah agak uzur.
Wah.. banyak penyamun yang bakalan nyiksa kantong saya niy..pikir saya. sampai saya gak sengaja liat cewe mungil dengan gaya jalan nunduk lewat begitu aja. Dan anehnya saya balik badan..spontan dan coba ngejar niy cewe. mba..’maaf ya, kalau bioskop adanya dilantai berapa ya..alesan saya buat ice breaking sama dia. untungnya dia jawab walau tetep aja ga mau liat muka saya.. ” masih satu lantai lagi mas… , oh..maap ya udah ganggu perjalanan kamu , itu kata-kata yang ngeluncur gitu aja dari mulut saya. oh iya.. maap lagi niy mba.. kamu lagi ada masalah ya.. kok wajahnya kaya abis dimarahin ibu tiri.. cemberut gitu.. tanya saya lagi. mba yang saya sapa ini akhirnya berani natap saya dan senyum dikit sambil bilang.. ah.. saya biasa aja kok, emang nya kenapa.. kamu mau temenin aku muter2 disini…
Jalan bareng lah saya…dan hati2 banget ngawalnya.. sampe akhirnya.. saya berani pegang tangan dia dan dia gak marah. wah…. jangan2 ini salah trik dari cewe karir di mall ini.. pikir saya. tapi bathin saya gak yakin kalau dia amatiran apalagi profesional, coz polo shirt yang dia pake.. branded dan wangi parfume nya pasti diatas 500an. Udah bolak balik , atas kebawah sampe akhirnya saya coba inisiatif untuk ajak dia makan atau sekedar minum juice.dan saya ajak dia untuk keluar dari mall itu. lanjut.. dia oke dan sama sekali ga protes ketika tangan dia saya tarik untuk segera bergegas. pas jalan keluar, secara gak sengaja tangan saya beberapa kali nyentuh bagian pinggir toket sigadis yang saya bahkan belum tau namanya siapa.. dan dia langsung rapetin tangan saya hingga bener-bener nempel abis ke samping toketnya dia. pikiran saya langsung berantakan.. yang tadinya pingin pelan2 dulu atur strategi tiba-tiba nekat ngomong..
Gimana kalau kita buka kamar dan ngobrol2 disana.., ( kalau marah .. saya akan minta maaf niy ).. dan reaksi dia bener-bener diluar dugaan saya.. dia malah tanya… emangnya mau berapa hari di hotel.. , copot jantung saya denger dia ngomong gitu… cewe pendiem gak berani natap saya, kalau ngomong sopan dan pelan, berani ngom0ng gitu ke saya. saya coba tutup kebingungan saya dengan ketaawa dan terusin jalan sampe akhirnya saya ketemu bajaj dan sebut nama hotel xxx yang gak jauh dari mall itu.
Jantung saya makin gila debarannya ketika saya bener-bener udah masuk dikamar itu.. ada beberapa keraguan saya.. ini trik baru apa cewenya rada gokil… atau malah dia sengaja mau kasih penyakit ke saya…. tapi sekali lagi bathin saya bilang.. tenang aja… dia wanita baik2 yang kebetulan suka sama saya.
TV saya nyalain, dan duduk disamping ranjang seadanya gitu. dan baru saya tanya… siapa namanya.., reaksi dia pas saya tanya begitu… ketawa dan ketawa.. dia bilang.. cowo jakarta type nya beda kaya dihongkong yah.. kalau disana.. pasti nanya nama, pekerjaan, tinggal dimana.. tapi kita kok baru tanya nama setelah masuk hotel, trus dia bilang lagi kalimat yang bikin saya makin deg degkan… emangnya penting yah nama.. bukannya paling penting romantisnya….. Kacau niy cewe pikir saya.. kok malah dia yang balik agresif dan saya dibikin KO gak bisa ngomong lagi, jalan satu-satunya saya alihkan lah pembicaraan kenapa dia bisa jalan ke mall sendirian.
Saya coba rilex dengan buka sepatu dan rebahan sambil nyalain rokok.. , saya coba gak perduli apakah dia mau rebahan juga atau ngga.. dan akhirnya cewe ini mau juga cerita siapa dirinya. “saya baru aja balik dari hongkong, saya TKW mas disana. udah 2 tahun disana, dan kontraknya baru aja abiz. asli saya dari solo, cuma baru sekarang bisa jalan2 ke mall di jakarta, sambil lanjutin cerita, dia mulai rebahan disamping saya, dan bahkan tangannya berani pegang kepala saya.. dan mainin rambut saya. ceritalah dia mulai dari awal kerja sampe seneng2nya kalau tinggal disana.
Kira-kira udah 30 menitan cerita, saya masih belum berani ambil keputusan.. ini cewe harus saya apain.., terpaksa deh saya nekad bilang sama dia… ” boleh gak.. kalau saya pake celana pendek aja ? ” dia bukan hanya ngangguk boleh malah dia juga ikutan buka kaos kaki pink nya dan buka juga polo shirt sama celana panjang katunnya.. anjriiittt saya tambah salah tingkah.. apalagi pas saya liat merk victoria secret 34B dan celana span pink yang ngasih liat bentuk pantat dan pinggulnya yang terawat banget. Meski udah agak terang .. saya tetep aja konyol pura-pura cuek .. dan nyalain rokok lagi sambil dia gantungin polo shirt dan celana panjangnya.
Sekarang posisi saya sama dia .. saya rebahan dan kepala dia.. tidur diatas dada saya yang masih pake kemeja, dan dia bilang.. “mas kamu nanti masih kerja lagi ga.., kemejanya buka aja.. nanti lecek loh.. ” glek glek.. saya ngerasa isyaratnya udah makin jelas.. tapi saya tetep aja konyol pura-pura gak tau arah nya kemana.. . saya bukalah kemeja saya dan saya rebahan dan kembali lagi kepala dia diatas badan saya . jantung saya yang tadinya deg-degkan coba saya sembunyiin dengan atur napas pelan2.. dan karena itu dia bilang spontan ke saya…. kamu dari tadi udah gak sabaran yahh…. emangnya kamu bawa pengaman………………
anjriiiiiiiitttttt……., langsung aja saya kissing bibir mungilnya dia.. dan saya mainkan lidah lidah maut saya ke mulut dia…. trus aja saya serabutan kissing dia.. mungkin saya dendam kali ya dari tadi di ledekin trus sama dia.. dan saya sempet kaget pas dia ngeluhnya persis gaya cewe2 mandarin kalau lagi mendesah..pegangan tangan dia makin kenceng kepunggung saya.. dan lidahnya dia gantian masuk ke mulut saya…. , pas moment itu saya langsung coba buka tali branya yang kudu dibuka dari depan… tiba tiba… dia berhenti dan liat saya dengan mata yang lembut tapi penuh gairah… mas nama aku lia, mas namanya siapa……. oh saya iwan… jawab saya … saya langsung kekamar mandi dan bersihin semua perabotan saya… dan dia muncul dari belakang dan ikut bersihin perabotan saya… . pas disini saya saya udah yakin… she will be mine… gak mungkin gagal lah…..
kembali ke ranjang dengan wangi sabun murahan… mulailah dia dengan kising2 sampai ke status blow job. Gosh.. ini cewe kaya pemain bokep.. lidahnya bisa kemana..dan gerakannya tenang banget.. makin turun sampai dia jilat black hole sun saya… dan saya langsung risih kasian ke dia.. tapi gak mau stopin dia juga.. coz nikmat banget lidah lembutnya dia ada di hole sun saya.. saya coba raba2 toketnya dia… tapi tangan saya ditepis sama dia… dan dia bilang.. babak ini. dia yang incharge.. dia yang berkuasa.. saya gak boleh ngapa2in… , kira2 10 menit saya disiksa dengan rasa geli sampe ke otak dan perut saya udah mulai sakit nahan geli……. gokilll… semua batang saya dilahap masuk kedalam mulut dia..dan dia yang mau muntah tapi ditahan.. masuk kedalem tenggorokan kali tuh penis saya…
Sssshhhhhh .. saya tahan terus jangan sampe croot didalam tenggorokan dia niy… dan dia makin semangat nge blow sejadi2nya… tangan kecilnya dia mulai gerayangan juga.. puting saya dipilin2 pelan sama dia.. bener-bener pelan.. sampe kaya cuma sentuh kulit luar badan saya…. annnjjrrriittt… kayanya isi rudal udah mau tumpah padahal baru fore play…… dan saya coba ganti posisi … tapi kepala saya ditahan sama tangan dia.. dan aaaaakkkkkhhhh croott crrrroooottttt…… masuklah semua lahar panas ke kerongkongan dia… dan kepala dia saya teken sekenceng2nya.. gila men… saya gak mikir bahayanya.. saya bener2 mikirin crot sampe ampas2nya…., dan ketika saya coba lepasin kontol saya dari mulutnya… saya gak tau lagi kemana isi rudal saya.. yang pasti dilahap abizz sama dia. wowwwww.. babak 1 blow blast job…. dashyat lah… coz saya belum pernah diblow sampe rudal saya masuk total ke mulut si cewe.
2 menit saya pura2 bengong.. dan saya kekamar mandi.. untuk bersih2. dibelakang saya.. dia udah nunggu mau bersih2 gak sabaran… mau bersih2 juga. Saya nyalain lagi sebatang rokok sambil nunggu dia selesai bersih2… dan pas dia selesai.. dia langsung rebahan lagi..dan rudal saya dikulum lembut banget… gak pake lama.. langsung naek lagi dah gairah saya… pas rokok udah saya buang.. dia arahin kepala saya ke mekki nya dia…dan saya gak sia2 kan lah dendam kesumat saya.. . kira2 10 menit juga saya kulum2 tuh mekki.. dan kepala saya bener dijepit sama dia… untung kaki si lia modelnya kaya kaki meja.. bukan kaki tukang beca.. saya masih bisa napas lah… akhirnya dia teriak juga… iccchhiiiiiiiii aaaaasssshhhhhh trus kepala saya di tarik ke muka dia.. dan dia kissing saya dasyat banget…. , saya masih inget dia bisikin kata2 yang romantis banget… ” thanks mas.. you are mr nice for me”
Saya yang lagi gantung… langsung aja arahin Mr P aka kontol saya ke meki yang tiada berambut itu… dan dia minta agar saya pelan2 masukin nya…. kaya baru nindik kuping.. ada beberapa lapisan yang berasa tembus sama rudah saya.. dan saya coba ambil alih situasi.. saya yang atur goyangan,,, , lia cuma merem .. sambil ngomong.. nice.. nice.. , dan gara2 kata2 itu.. tekanan makin saya beratin dah makin saya hentakkkk….satu gaya itu saya mainkan kira2 15 menit sampe saya keringetan….. dan kaki dia ngepit terus pinggul saya.. dan tetep aja bilang.. nice.. ohhh niccceeee… dan isi rudal udah hampir tumpah…. pas saya mau lepas biar aman… dia malah kepit terus pinggul saya.. dan peluk saya sekenceng2nya.. jari kuku dia.. kaya mau tusuk punggung saya.. dan dia teriaaak… massss aku keluar lagi……dan saya pun menumpahkan semua isi rudal saya kedalam memek atau meki dia…. dan saya kising dia..sampe kelehernya dia……,
Saya pikir itu permainan terakhir saya… sampe saya terkaget2.. karena dia langsung dengan semangat, nge blow saya lagi .. kali ini agak kejam nge blow nya.. karena giginya dia ..berubah jadi gergaji… rudal saya reload lagi.. naik walau agak pegel2…. dan dia langsung ambil posisi dudukin saya… dan masukin lagi ke mekki nya… kira2 baru 5 menit.. saya iseng aja bilang ke dia.. ” pernah gak pantatnya kemasukan tamu..” dan dia bilang , ga pernah..takut sakit.. dan kasian..yang punya rudal.. kan itu jijik banget.. kata dia…, lalu saya bilang.. saya sih gak masalah.. kalau mau coba.. masukin aja….. dia liat muka saya… dan akhirnya…… dia nekad.,pindahin job rudal saya ..dari mekki ke pink hole sun dia… baru dipinggir hole sun.. dilepas lagi sama dia.. begitu terus di ulang2 sama dia… sampe akhirnya pas dia mau coba lagi.. terpaksa saya angkat pinggul saya dan pundak dia saya teken kebawah… dannnn hasilnya… dia teriaaaaaakkkkkk ….. aaahhhkkk sakit nice……. aaaakkkkhhhhhh… dia meringis dan lepasin rudal saya yang agak merasa bersalah….. , saya lah sekarang yang coba ambil posisi.. karena udah sempet masuk.. saya coba yang ambil inisiatif untuk masuk ke pink hole sun dia… dan setelah saya coba perlahan2..akhirnya masuk juga semua rudal saya itu..dan saya tahan kira2 20 detik lah.. dia teriak lagi..sambil tarik seprai kasur… dan shhhh aaaakkhhh massss…. sakkiitttttt…… itu kata dia.., saya tetep gak perduli lah.. udah masuk harus kasih kenang2an dunk.. lalu pelan2 saya tarik keluar dan saya masukin lagi.. gitu terus sampe akhirnya dia peluk saya dan usap2 punggung saya…. akhirnya tekanan makin saya dalemin dan kecepatan goyangnya saya tambah….. ( sumprit , ini pengalaman pertama saya juga sebenarnya ) terus aja saya goyang sampe crrrrreeetttttt semua didalam lubang memek dia……. pas tau saya creetttt… dia buru2 ambil rudal dan di blow lagi sampe bener2 kering isi kontol saya.
Akhirnya saya bersih2 dan dia bersih2… dia peluk saya dan kissing pipi saya berulang.. dan tetep bilang saya .. your mr P is nice… thanks .. youre so nice…. , masih bugil terus … saya kembali nyalain rokok .. dan dia ikutan minta rokok… , sambil ngerokok…. dia kembali bikin pernyataan yang bikiin saya agak kaget.. dia bilang pertama kali main begini sama pacarnya dia.. dan saya orang yang kedua… percaya gak percaya sih…. tapi sudahlah.. gak penting dibahas.., sampe tiba2 saya ke pikiran.. ini saya kasih duit berapa ke dia….
Entah nyetrum atau telepathi… dia bisikin ke saya…. mas.. aku cewe baik2 ya.. ini karena aku suka sama mas..dan jangan pikir macem2 apalagi kasih uang ke saya……….. wow….. kadang pekerjaan yang tadinya nyebelin bisa jadi menyenangkan kalau ada oleh2 kaya gini. Terakhir…. , sepanjang saya kenal sama dia.. saya 8 x having sex sama dia.. itu juga sebelum dia balik lagi ke hongkong… dan sekali tulis surat buat saya dari kwooloon.. dan disuratnya dia suka masturbasi kalau inget saya.. dan tanya no rekening saya berapa……….. saya gak bales.. sengaja , kali aja.. 2 tahun kedepan ketemu lagi sama dia.
Cerita Dewasa Ngentot ini saya dedikasikan buat lia dan ceritaseks15..baby sitter yang kerja dihongkong.. thanks dear.. saya gak bisa lupain gaya2 liar kamu.. selalu deh. pengalaman ngentot sama kamu sunguh sangat luar biasa nikmatnya begitulah Cerita Seks Dewasa Dapat Jatah Ngentot TKW Indonesia. - Cerita Seks Dewasa Terbaru - Cerita Ngentot Wanita, Cerita TKW
01.42 | 0 komentar