Trending Topic

Tampilkan postingan dengan label Cerita seks Jilbab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita seks Jilbab. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2015

Pemerkosaan Ini Terasa Begitu Nikmat Hingga Membuatku Orgasme

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Setelah sebelumnya ada cerita dewasa terbaru bergambar Menikmati Wanita IGO Yang Selama ini Menjadi Fantasi Seksku, kini ada cerita sex mesum Pemerkosaan Ini Terasa Begitu Nikmat Hingga Membuatku Orgasme, selamat membaca.

Sampai saat ini sebenarnya saya sedikit bingung bagaimana memulai ceritanya. Tetapi perlu anda ketahui bahwa yang saya ceritakan ini benar-benar terjadi pada diri saya. Saat ini saya berusia20 tahun dan sudah menikah. Saya sampai saat ini masih kuliah di sebuahperguruan tinggi di Depok Semester lima. 

Pemerkosaan Ini Terasa Begitu Nikmat Hingga Membuatku Orgasme
Pemerkosaan Ini Terasa Begitu Nikmat Hingga Membuatku Orgasme

Saya menikah dengan suami sayaBang Hamzah yang lebih tua 8 tahun dari saya karena dijodohkan olehorangtua saya pada saat saya masih berusia 18 tahun dan baru saja masukkuliah. Namun saya sangat mencintai suami saya. Begitu pula suami sayaterhadap saya (saya yakin itu benar).

Karena saya dilahirkan dari keluarga yang taat agama, maka saya punseorang yang taat agama.Setelah pernikahan menginjak usia 1 tahun,suami saya oleh perusahaan ditugasi untuk bekerja di pabrik di daerahbogor. Sebagai fasilitas, kami diberikan sebuah rumah sederhana dikomplek perusahaan. Sebagai seorang istri yang taat, saya menurutinyapindah ke tempat itu. Komplek tempat tinggal saya ternyata masihkosong, bahkan di blok tempat saya tinggal, baru ada rumah kami dansebuah rumah lagi yang dihuni, itu pun cukup jauh letaknya dari rumahkami.


Karena rumah kami masih sangat asli kami belum memiliki dapur,sehingga jika kami mau memasak saya harus memasak di halaman belakangyang terbuka, ciri khas rumah sederhana. Akhirnya suami memutuskanuntuk membangun dapur dan ruang makan di sisa tanah yang tersisa,kebetulan ada seorang tukang bangunan yang menawarkan jasanya. Karenakami tidak merasa memiliki barang berharga, kami mempercayai merekamengerjakan dapur tersebut tanpa harus kami tunggui, suami tetapberangkat ke kantor sedangkan saya tetap kuliah.


Sampai suatu hari, saya sedang libur dan suami saya tetap kekantor. Pagi itu setelah mengantar Bang Hamzah sampai ke depan gerbang,saya pun masuk ke rumah. Sebenarnya perasaan saya sedikit tidak enak dirumah sendirian karena lingkungan kami yang sepi. Sampai ketikabeberapa saat kemudian Pak Sastro dan dua orang temannya datang untukmeneruskan kerjanya. Dia tampak cukup terkejut melihat saya ada dirumah, karena saya tidak bilang sebelumnya bahwa saya libur.


"Eh, kok Neng Anggie nggak berangkat kuliah..?"

"Iya nih Pak Sastro, lagi libur.." jawab saya sambil membukakan pintu rumah.
"Kalo gitu saya mau nerusin kerja di belakang Neng.." katanya.
"Oh, silahkan..!" kata saya.

Tidak lama kemudian mereka masuk ke belakang, dan saya mengambilsebuah majalah untuk membaca di kamar tidur saya. Namun ketika barusaja saya mau menuju tempat tidur, saya lihat melalui jendela kamar PakSatro sedang mengganti pakaiannya dengan pakaian kotor yang biasadikenakan saat bekerja. Dan alangkah terkejutnya saya menyaksikanbagaimana Pak Sastro tidak menggunakan pakaian dalam. Sehingga sayadapat melihat dengan jelas otot tubuhnya yang bagus dan yang palingpenting penisnya yang sangat besar jika dibandingkan milik suami saya.


Saya seketika terkesima sampai tidak sadar kalau Pak Satro juga memandang saya.

"Eh, ada apa Neng..?" katanya sambil menatap ke arah saya yang masih dalam keadaan telanjang dan saya lihat penis itu mengacung keatas sehing terlihat lebih besar lagi.

Saya terkejut dan malu sehingga cepat-cepat menutup jendela sambilnafas jadi terengah-engah. Seketika diri saya diliputi perasaan aneh,belum pernah saya melihat laki-laki telanjang sebelumnya selain suami,bahkan jika sedang berhubungan sex dengan suami saya, suami masih menutupi tubuh kami dengan selimut, sehingga tidak terlihat seluruhnya tubuh kami.


Saya mencoba mengalihkan persaan saya dengan membaca, tetapi tetapsaja tidak dapat hilang. Akhirnya saya putuskan untuk mandi dengan airdingin. Cepat-cepat saya masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelahselesai, saya baru sadar saya tidak membawa handuk karena taditerburu-buru, sedangkan pakaian yang saya kenakan sudah saya basahi danpenuh sabun karena saya rendam. Saya bingung, namun akhirnya sayaputuskan untuk berlari saja ke kamar tidur, toh jaraknya dekat dan paratukang bangunan ada di halaman belakang dan pintunya tertutup. Sayayakin mereka tidak akan melihat, dan saya pun mulai berlari ke arahkamar saya yang pintunya terbuka.


Namun baru saya akan masuk ke kamar, tubuh saya menabrak sesuatuhingga terjatuh. Dan alangkah terkejutnya, ternyata yang saya tabrakitu adalah Pak Sastro.


"Maaf Neng.., tadi saya cari Neng Anggie tapi Neng Anggie nggakada di kamar. Baru saya mau keluar, eh Neng Anggi nabrak saya.."katanya dengan santai seolah tidak melihat kalau saya sedang telanjangbulat.


Perlu diketahui, saya memiliki kulit yang sangat putih mulus danwalau tidak terlalu tinggi bahkan sedikit mungil (152 cm), namun tubuh saya sangat proposional dengan dua buah payudara berukuran 34C yang sedikit kebesaran dibandingkan ukuran tubuh saya.


Saya begitu malu berusah bangkit sambil mentupi dada dan bagian bawah saya.

Namun Pak Satro segera menangkap tangan saya dan berkata, "Nggakusah malu Neng.., tadi Neng juga udah ngeliat punya saya, saya nggakmalu kok.."
"Jangan Pak..!" kata saya, namun Pak satro malah mengangkat saya ke arah halaman belakang menuju dua orang temannya.

Saya berusaha memberontak dan berteriak, tapi Pak Sastro dengansantainya malah berkata, "Tenang aja Neng.., di sini sepi. Suarateriakan Neng nggak bakal ada yang denger.."

Melihat tubuh telanjang saya, kedua teman Pak Sastro segera bersorak kegirangan.
"Wah, bagus betul ni tetek.." kata yang satu sambil membetot danmeremas payudara saya sekeras-kerasnya."Tolong jangan perkosa saya,saya nggak bakalan lapor siapa-siapa.." kata saya.

"Tenang aja deh kamu nikmati aja.." kata teman Pak Sastro yangbadannya sedikit gendut sambil tangannya meraba bulu kemaluan saya,sedang Pak Satro masih memegang kedua tangan saya dengan kencang.


Tidak berapa lama kemudian saya lihat ketiganya mulai melepaspakaian mereka. Saya melihat tubuh-tubuh mereka yang mengkilat karenakeringat dan penis mereka yang mengacung karena nafsunya. Dengan cepatmereka membaringkan tubuh saya di atas pasir. Kemudian Pak Sastro mulaimenjilati kemaluan saya.


"Wah.., memeknya wangi loh.." katanya.


Saya segera berontak, namun kedua teman Pak Satro segera memegangikedua tangan dan kaki saya. Yang botak memegang kaki, sedangkan yanggendut memegang kedua tangan saya sambil menghisap puting susu saya.Tidak berapa lama kemudian Pak Sastro mulai mengarahkan penisnya yangbesar ke lubang kemaluan saya. Dan ternyata, yang tidak saya dugasebelumnya, rasanya ternyata sangat nikmat. Benar-benar berbeda dengansuami saya. Namun karena malu, saya terus berontak sampai Pak Sastromulai mengoyangkan penisnya dengan gerakan yang kasar, tapi entahkenapa saya justru merasa kenikmatan yang luar biasa, sehingga tanpasadar saya berhenti berontak dan mulai mengikuti irama goyangnya.


Melihat itu kedua teman Pak Sastro tertawa dan mengendurkanpegangannya. Mendengar tawa mereka, saya sadar namun mau memberontaklagi saya merasa tanggung, sehingga yang terjadi adalah saya terlihatseperti sedang berpura-pura mau berontak namun walau dilepaskan sayatetap tidak berusaha melepaskan diri dari Pak Sastro.


Tidak lama kemudian Pak Sastro membalikkan tubuh saya dalam posisidoggie tanpa melepaskan miliknya dari kemaluan saya. Melihat itu, tanpadikomando si gendut langsung memasukkan penisnya ke mulut saya. Sayaberusaha berontak, namun si gendut menjambak saya dengan keras,sehingga saya menurutinya. Saya benar-benar mengalami sensasi yang luarbiasa, sehingga beberapa saat kemudian saya mengalami orgasme yang luarbiasa yang belum pernah saya alami sebelumnya. Tubuh saya menjadi lemasdan jatuh tertelungkup. Namun tampaknya Pak Satro belum selesai,sehingga genjotannya dipercepat sampai kemudian dia mencapai kelimaksdan memuntahkan spermanya ke dalam rahim saya.


Begitu Pak Sastro mencabutnya, si botak langsung memasukkankemaluannya ke dalam milik saya tanpa memberi waktu untuk istirahat.Tidak lama kemudian si gendut mencapai kelimaks, dia menekankemaluannya ke dalam mulut saya dan tanpa aba- aba, langsungmenembakkan spermanya ke dalam mulut saya. Banyak sekali spermanya yangsaya rasakan di mulut saya, namun ketika saya hendak membuang spermaitu, Pak Sastro yang saya lihat sedang duduk beristirahat berkata.


"Jangan dibuang dulu, cepet kamu kumur-kumur mani itu yang lama.. pasti nikmat.. ha.. ha.. ha.."

Dan seperti seekor kerbau yang bodoh, saya menurutinya berkumur dengan seperma itu.

Sementara si botak terus mengocok penisnya di dalam kemaluan saya,saya melihat Pak Sastro masuk ke dalam rumah saya dan keluar kembalidengan membawa sebuah terong besar yang saya beli tadi pagi untuk sayamasak serta sebuah kalung mutiara imitasi milik saya. Tidak berapa lamakemudian si botak mencapai kelimaks dan saya pun terjatuh lemas di ataspasir tersebut. Melihat temannya sudah selesai, Pak Satro menghampirisaya sambil memaksa saya kembali ke posisi merangkak.


"Sambil menunggu tenaga kita kembali pulih, mari kita lihat hiburanini.." katanya sambil memasukkan terong ungu yang sangat besar itu kedalam vagina saya.


Tentu saja saya terkejut dan berusaha memberontak, tetapi kedua temannya segera memegangi saya.


Dan tidak lama kemudian, "Bless..!" terong itu masuk 3/4-nya ke dalam vagina saya.

Rasa sakitnya benar-benar luar biasa, sehingga saya menggoyang-goyangkan pantat saya ke kiri dan kanan.

"Lihat anjing ini.. ekornya aneh.. ha.. ha.. ha.." kata si botak.

"Sekarang kamu merangkak keliling halaman belakang ini, ayo cepat..!" kata si gendut.
Dengan perlahan saya merangkak, dan ternyata rasanya benar-benar nikmat.

Karena rasa geli-geli nikmat itu, sedikit-sedikit saya berhenti,tetapi setiap saya berhenti dengan segera mereka mencambuk pantat saya.Tidak berapa lama saya mencapai kelimaks, melihat itu mereka tertawa.Pak Sastro kemudian menghampiri saya, lalu mulai memasukkan kalungmutiara imitasi yang sebesar kelereng tadi satu persatu ke dalam lubanganus saya.


Saya kembali menjerit, tetapi dengan tenang dia berkata, "Tahan dikit ya.., nanti enak kok..!"


Sampai akhirnya, kemudian kalung itu tinggal seperempatnya yangterlihat, lalu sambil menggenggam sisa kalung tersebut dia berkata.


"Sekarang kamu maju pelan-pelan.."


Dan ketika saya bergerak, kembali kalung itu tercabut pelan-pelandari anus saya sampai habis. Begitulah mereka mempermainkan saya sampaikemudian mereka siap memperkosa saya lagi berulang-ulang sampai sorehari, dan anehnya setiap mereka kelimaks saya pun turut orgasme denganarti saya menikmati diperkosa.


Dan anehnya lagi, malam harinya ketika suami saya pulang, saya samasekali tidak melaporkan kejadian tersebut kepadanya, sehinggapemerkosaan tersebut terus terjadi berulang-ulang setiap saya sedangtidak kuliah. 


Dan setiap memperkosa, mereka selalu menyelingi denganmengerjai saya dengan cara yang aneh-aneh, dan itu berlangsung sampaidapur saya selesai dibangun. END by ceritaseks15.blogspot.com - Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - 
02.25 | 0 komentar

Sabtu, 27 Juni 2015

Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Sange Ketagihan ML

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Setelah sebelumnya ada cerita seks bergambar Ratna Sebagai Tumbal Hutang Akibat Ulah Suaminya, kini ada cerita dewasa terbaru Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Ketagihan ML, selamat membaca.


Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Sange Ketagihan ML
Doi Lepas Jilbab Gara-Gara Ketagihan ML

Hai pembaca ceritaseks15.blogspot.com . kenalin gue nando .. gue mau ceritain pengalaman gue yang terjadi 3 tahun yang lalu .. waktu itu gue baru lulus SMA .. ciri'' gue badan cukup berisi , tampang gak jelek'' amat .. kata orang gue cool , dan gue orang nya asik .. ukuran penis gue 12 cm dan diameter 4 cm .. lumayan lah ..

waktu itu sih masih booming nya sama jejaring sosial Fb .. jadi suatu malam gue ngerasa suntuk banget di rumah .. jadi gue mutusin buka laptop , cuci mata sambil download bokep baru ..

Iseng , gue coba ngajak cwe chating di Fb , doi namanya Ria .. cwe baik , cantik , tembem , imut banget dah ..

si doi kayaknya alim banget , soalnya hampir semua fotonya di Fb pake jilbab ..

asik chating , alhasil gue dapat nomor hp si doi .. setelah kontak beberapa hari deal deh kami berencana ketemuan di salah satu cafe di kota gue itu ..

sumpah deh doi emang imut banget , pas lah untuk cwe berumur 16 tahun kyak dia ..

Si doi emang alim banget .. dia datang ke cafe make jilbab dan dengan pakaian yg tertutup dari bayangan gue ukuran toket si doi skitar 34 .. cukup gede untuk ABG 16 tahun .

Belum ada pikiran gue ke hal yg negatif .. setelah seharian jalan , pas gue nganterin si doi pulang gue mutusin buat nembak dia .. ternyata dia juga punya perasaan yang sama ma gue .. dan gue di terima , pas doi mau turun mobil gue pipi gue di cium .. itu bikin gue jadi tambah sayang sama dia ..

Selang beberapa hari , si doi ngebet banget ngajak ketemuan .. kebetulan mobil lagi di service .. gue mutusin aja jemput dia pake motor ..

Nyampe di rumah si doi nyambut gue dengan senyuman manisnya .. Gue di kenalin sama ortunya sebagai teman sekelas , mklum lah si doi belum boleh pacaran .. Trus gue minta izin deh sama nyokap nya buat ngajak doi keluar bentar ..


Nasib sial menimpa kami di persimpangan , hujan turun .. berhubungan persimpangan itu gak jauh dari rumah gue , gue ajak aja si doi ke rumah ..

"emang gpp kita kerumah yank? "katanya . "gpp , aku cuma tinggal sendiri" jawab gue meyakinkan .
"oke deh" kata doi mengiyakan ajakan gue . mendengar persetujuan dari si doi , langsung aja deh gue terobos tu lampu merah , daripada kehujan ..

Nyampe di rumah , gue suruh aj doi ngeringin badan dengan handuk yang gue ambil dari kamar ..

Trus doi juga minta izin mau shalat bentar , untung kamar nyokap gue gak di kunci , jadi gue bisa ngambilin mukena dan sajadah buat dia ..

Selesai shalat si doi manggil gue .. "yank, ada baju ganti gak? basah banget nih" teriak si doi dari kamar gue ..


Gue masuk kamar dan bongkar lemari , gue kasih satu baju kaos dan 1 celana pendek buat dia .. "buka aja semuanya dulu, pake ini aja" kata gue .

Dengan senyuman manis si doi mengangguk tanda menyetujui kata2 gue . Langsung deh gue keluar kamar "aku tunggu di meja makan ya, udah aku bikin teh panas buat kamu" kata gue sebelum nutup pintu ..

Selang beberapa menit , si doi ngagetin gue yang lagi asik main game di laptop , gue kaget dan ngelirik ke belakang . gue makin kaget lagi ngeliat si doi yang udah make baju dan celana gue .. dia keliatan sexy dan cantik banget , ternyata rambut doi lurus dan panjang sepunggu .. baju gue kebesaran buat dia tapi menghadirkan sensasi yang lain yang bikin birahi gue naik .. konak deh penis gue ..


"dooorr!!" kata nya ngagetin gue yang lagi asik dengan lamunan gue .. "aku sexy yah? " tanya si doi sambil ngedipin mata ..

merasa di pancing gue berdiri dan ngasih kecupan di kening nya .. "iya kamu cantik banget sayang, makin sayang deh" kata gue ngerayu .

si doi membalas ciuman gue , dan mendaratkan bibir manis nya di pipi gue ..

Setelah mendapatkan ciuman dari si doi , gue ambil laptop dan ngajak si doi duduk di sofa .. Asik2 cerita sama dia , si doi ngajak gue foto2 pake laptop gue .. abis foto2 dia buka2 folder di laptop gue , dengan usaha mencari dimana hasil foto kami berdua tadi .. sedangkan gue minta izin sama si doi untuk ke kamar mandi ..

Pas gue balik mau duduk di sofa , gue heran ngeliat si doi bengong plototin layar laptop gue .. Ternyata si doi nonton video bokep hasil gue download .. Gue kaget campur malu sama si doi . "kamu suka nonton ini ya yank? " tanya doi .. salting , gue jawab aja dan nanya balik "lumayan yank, kenapa emangnya?


"Gpp sih, aku juga pernah nonton dirumah, hehe" kata nya sambil nyengir . Bahagia banget gue, gue pikir si doi mau marah .. Gue beraniin diri buat ngajak dia nonton bareng "nonton bareng yuk yank" ajak gue . "yuk sini" kata nya sambil senyum ..


Langsung deh gue ambil posisi duduk merapat dengan dia.. beberapa menit nonton, si doi keliatan gelisah banget pas adegan cwo lagi jilat vagina cwe artis video itu .. Gue elus2 kepalanya , dan merapatkan di bahu gue.. "udah horny ya yank?" tanya gue . Doi cuma senyum dan langsung mendaratkan ciuman nya di bibir gue . Gue balas ciumannya dengan kuluman kecil dan lidah gue yang berusaha mencari lidahnya .. Sampai akhir lidah kami berpagutan yang bikin penis gue langsung berdiri .


Tangan gue udah mulai liar menjalar ke dadanya , dengan sekali ayunan gue berhasil memegang bongkahan gunung yang berukuran 34 itu .. ternyata si doi gak make bra lagi , mungkin di buka karna basah tadi pikir gue . Merasakan sensai indah di dadanya , si doi makin liar berciuman dengan gue ..

Dengan sedikit usaha , gue berhasil mengingkap baju kaos gue yang di pake si doi , dan gue buka sampe si doi bertelanjang dada .

pandangan indah melihat gunung kembar si doi yang gak ada penutup satupun , putingnya berwarna pink menandakan belum ada yang menjamah dada indahnya itu .

Si doi tersandar di sofa , dan gue langsung mendaratkan ciuman di dada kirinya , sedangkan tangan kiri gue sibuk meremas dada kanannya ..

"AAhh .. heeemm .eeehh aaah ...eeeenaaakkk yaaankk.....teruuuuusss yyaaank " hanya itu yang keluar dari mulut doi .

Puas memberi cupangan di dada kiri si doi, gue ngambil posisi cipokan lagi sama dia dan tangan kiri gue yang belum berhenti meremas dada kanannya .. Tangan si doi juga ikut liar , dengan sedikit usaha tangan kanannya sudah sampai di celana gue .. Dia meremas2 kecil penis gue yang masih terbungkus celana pendek gue itu .. "boleh aku buka yank" katanya si sela2 proses ciuman gue dengannya . 

"boleeh sayaang, itu emang punya kamu kok ... aaah" kata gue .. Si doi beranjak dari posisi dan menurunkan celana pendek gue beserta CD gue .. terpampanglah penis besar gue yang udah konak banget dari tadi .. Tanpa pikir panjang si doi mengocok2 penis gue itu .. "aaaahhh...kocok teerruus sayaang ... eeennnaak bangeet kocokaan kmuu " erang gue . Si doi mulai berani mencium2 kepala penis gue di sela2 kocokannya .. di jilatnya dan penis gue akhirnya di kulum nya .

Mungkin udah cukup belajar dari video yang kami tonton tadi , si doi memberikan sepongan yang yahuuut banget .

Gue mutusin untuk ngajak si doi pindah tempat "kita kekamar aja yuk yaank" ajak aku sama si doi .

Dia mengangguk dan tidak lupa senyum sama gue . Langsung deh gue gendong dia dan berjalan ke kamar gue yang berjarak sekitar 3 meter dari sofa tadi .. Sesampai di kamar gue menidurkan si doi di spring bed gue dengan penuh cinta .. 

Gue langsung memberikan ciuman dari kening pipi , bibir , leher hingga ke dadanya .. "geliii saayaang... tapiii eennaakk ... teruuuuss yaank" kata si doi . Tidak menghiraukan ceracaunya .. gue memberikan kuluman di puting dada kanannya .. Tangan gue udah mulai menjalar dari paha sampai ke selangkangan si doi , gue elus2 vaginanya yang masih terbungkus celana pendek gue yang di pakainya itu . berusaha gue menurunkan celana itu , dengan sekali gerakan gue berhasil melorotkan celana itu sampai ke pahanya .. vagina indah dengan bulu2 halus khas ABG perawan 16 tahun terpampang di hadapan gue .. gue meneruskan ciuman gue di vaginanya dan terus menurunkan celananya sampai akhirnya si doi bertenjang bulat di depan gue ..


Tanpa pikir panjang gue buka selangkangan dia sampai akhirnya dia mengangkang .. gue merubah posisi untuk menjilat vaginanya dan membuka baju kaos yg gue pake .. ciuman dan jilatan kecil gue daratkan di klitoris si doi .. "aarrrgghh .. geliii sayaaanggg " katanya . tidak menghiraukan erangannya , gue terus menjilat vagina yang wangi itu .. 5 menit gue menjilat vaginanya , tubuh si doi mengejang dan mengeluarkan cairan dari vaginanya tanda dia telah orgasme untuk yang pertama kalinya . gue jilat sampai habis tak bersisa cairan itu .. si doi terkulai lemas dan gue merubah posisi berbaring di sebelah kirinya .. dia memeluk gue dan mencium bibir gue . "makasiih sayang.. aku ciinta kamuu" bisiknya di telingaku .


Setelah beberapa menit istrahat dan merasa tenaganya terkumpul kembali si doi mencium bibir gue , sambil tangannya mengelus2 kenjantanan gue .. Tidak mau kalah gue meremas lagi bongkahan dada montok nya , selang beberapa menit tangan gue menjalar lagi ke vaginanya .. gue elus bagian sensitif itu hingga akhiirnya lenguhan dan erangan kembali keluar dari mulult si doi ..


Gue kembali berusaha membuka pahanya , dan membuat dia mengangkang lagi . gue merubah posisi bersimpuh di antara pahanya itu .. gue cium bibirnya .. dan gue memposisikan penis gue untuk menyodok vagina indah itu . "jangaaan yank... sakiiittt.." pintanya sama gue . "cuma sakit dikit sayang, nanti pasti enak, janji deh" kata gue meyakinkan . "pelan2 ya yank, ini yang pertama buat aku" balasnya . ternyata si doi belum pernah merasakan penis menerobos masuk vaginanya ..

Gue elus2in kepala penis gue di bibir vaginanya , dan mencoba memasukan ujung penis gue itu .. sedikit usaha kepala penis gue udah masuk ke liang kenikmatan itu .. 

"aaakkkhhhh yaaankk" pekiknya . aku kembali mencium bibirnya , sambil lidah kami saling bertarung . aku tusuk vaginanya itu sampai semua bagian penis gue tertanam di dalam liang kenikmatan wanita yg gue cintai itu .."aaaakkhhhh yyaankk sakiiit bangeeett" teriaknya dan airmatanya mulai keluar dari matanya .. gue memaju mundurkan pinggang gue dan gue melihat bercak merah keluar keluar dari vaginanya di sela2 goyangan penis gue di vaginanya .. teriakan si doi akhirnya menjadi lenguhan indah "aaahh uuuhhh eeehhhmm" begitulah yang keluar dari mulutnya 15 menit gue menggenjot si doi , gue mencabut pusaka gue tersebut dan meminta si doi untuk nungging dan mengambil posisi doggystyle .. lalu gue mengarahkan penis gue ke bibir vaginanya .. setelah masuk semua nya .. gue menggenjot lagi seperti menunggangi kuda ..


10 menit gue genjot, si doi teriak "akuuu mauuu keluuaar sayaaanggg aaahhhh" .. "akuu jugaa sayang.. kitaa barengan yaah" kata gue ..

tak lama tubuh si doi mengejang dan gue merasakan cairannya mengalir keluar dari vagina .. dan crrooott croott crrooott .. gue menumpahkan lahar panas gue di dalam vagina si doi .. si doi jatuh ambrok di spring bed gue , gue pun terkulai di samping nya .. kami tertidur sambil berpelukan ..
Beberapa lama , sebuah ciuman di bibir gue membangunkan gue dari tidur .. "makasiih sayang... jangan tinggalin aku yaa,, aku cinta banget sama kamu" katanya . "aku juga cinta kamu sayaang" kata gue membalas kata2nya .

"kita mandi yuk" ajak nya . aku mengangguk dan kami bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi , di kamar mandi kami cuma berciuman di bawah shower .. setelah merasa bersih , gue mengambil handuk dan mengeringkan badan si doi .. dan si doi juga melakukan hal yang sama terhadap gue .. lalu kami keluar kamar mandi dan berpakaian kembali ..


Setelah kami berpakaian rapi , si doi meminta untuk di antar pulang , jam dinding ketika itu menunjukan pukul 17.15 .. aku mengiyakan sambil memberikan ciuman di bibirnya , kami berciuman beberapa menit .. lalu menggandeng nya keluar rumah dan gue mengantarkan si doi pulang .. sekitar pukul setengah 6 , kami sampai di rumah si doi .. dan mengantarkan dia sampai ke depan rumah .. kedatangan kami di sambut nyokapnya ..


"asik jalan2 nya hari ini Ndo?" tanya nyokap si doi . "asik tante, Ria nya gak bandel kok" kata aku nyengir sambil nyubit kecil pipi si doi .

Gue pamit lalu pulang untuk istirahat ..

Setelah kejadian itu si doi mulai melepas jilbabnya dan sering berpakaian sexy ketika pergi main sama gue .. dan selama setahun lebih kami pacaran sampai si doi lulus dan kuliah di kota gue itu , kami selalu ML di rumah gue .. 2 kali seminggu bahkan 3 kali seminggu kami melakukan hubungan badan ..


Gue terpaksa ninggalin dia karna gue mau ngelanjutin kuliah di luar pulau .. dan tidak pernah lagi berhubungan dengan si doi . Kabar terakhir yg gue dengar setelah 2 bulan gue pisah dari si doi , ternyata dia mau nikah karena hamil di luar nikah . Mungkinkah itu anak gue atau anak pacar baru nya . Ah entahlah. END by: ceritaseks15.blogspot.com - Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru -
05.38 | 0 komentar

Kamis, 21 Mei 2015

Sisi Liar Gairah Seks Sang Ustazah

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Setelah sebelumnya cerita seks mesum Pembantuku Sopan Diluar Binal Didalam, Mba Menik, kini ada cerita seks terbaru Sisi Liar Gairah Seks Sang Ustazah, selamat membaca.
Sisi Liar Gairah Seks Sang Ustazah
Sisi Liar Gairah Seks Sang Ustazah

Sore hari itu, dari sebuah sudut bangunan sebuah sekolah dasar yang terletak di pinggir kota KA, sayup-sayup terdengar suara desah halus yang nyaris tak terdengar. Desahan itu terdengar seperti ditahan-tahan. Di balik pintu toilet khusus guru-guru SD , nampak sosok seorang pria tengah berdiri menempelkan kupingnya . 

Dengan seksama ia mendengarkan desahan yang terdengar amat merangsang itu. Pria itu bernama Adam, Guru olah raga sekolah itu yang umurnya sekitar 25 tahun. Di dalam toilet sesosok wanita dengan setelan blazer dan rok panjang coklat muda nampak sedang terduduk di pinggir bak mandi, jilbab panjang berwarna putih membalut kepalanya. Rok panjang semata kakinya telah tersingkap, jemarinya yang lentik meraba-raba klitorisnya. Matanya tertutup seakan sedang melayang ke dunia lain. Dari bibir tipis guru cantik itu sesekali keluar desisan-desisan kecil “sshh..emhhh”. 

Sekarang perempuan cantik berjilbab itu nampak berpindah posisi menghadap tembok sembari membungkuk menahan tubuhnya di tembok toilet dengan sedikit menungging. Tangan kanannya bertopang di dinding dan yang lain membelai klitorisnya dari depan. ”Uuuh…mmhhh…ssshhh…”, desis wanita berjilbab itu pelan tertahan. Keringat nampak mulai mengalir dari atas keningnya. Saat PNS manis berjilbab itu hampir tiba di puncak kenikmatan, tiba-tiba,”Braaak!!”, bunyi pintu toilet didobrak paksa. ”Ustazah Dila!”, kata orang yang berdiri di depan pintu toilet. Matanya yang tidak berkedip sedikitpun melihat perempuan cantik berseragam dan berjilbab itu. 

Diapun tersentak kaget, “Ustad Adam!!”, katanya kaget setengah berteriak. Karena kaget dan tidak tahu berbuat apa, yang dipanggil Ustazah Dila alias Padila perempuan berjilbab itu langsung jongkok merapatkan kakinya, namun tangannya masih berada diantara selangkangan. Dila yang begitu kaget sampai lupa menarik tangannya dari situ. ”Ustad Adaamm keluar!!”, hardiknya panik. Wajahnya yang cantik terbungkus jilbab putih sedada itu nampak pucat karena takut dan malu. 

Yang dihardik, bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar toilet dan menguncinya. ”Ngapain pak??!!… Keluar!!”, hardik Dila sekali lagi sembari tetap berjongkok sambil merapikan rok panjangnya ke bawah yang tadinya tersingkap sampai sepinggul. ”Ustazah Dila”, kata Adam seraya mendeka dan mendekap tubuh guru perempuan berjilbab itu. Perempuan itu terhenyak kaget, tapi tidak berani berteriak karena takut kalau-kalau ada orang yang mengetahui kalau dia bermasturbasi di toilet sekolah. 

”Jangaan pak”, ronta Dila seraya berusaha melepaskan dekapannya. Perempuan berjilbab itu menggeser tubuhnya untuk melepaskan diri dari dekapan pria tersebut, namun dia tetap mendekap Dila erat-erat. Sampai-sampai PNS berjilbab itu hampir menabrak dinding. ”Tolong…jangan paak”, pintanya dengan suara memelas ketakutan. Namun pria paruh baya tersebut tidak menggubris rengekan gadis berjilbab berusia 24 tahun itu bahkan dia malah mendekatkan wajahnya serta menciumi leher Dila yang tertutup jilbab putihnya. ”Jangaaan”, pinta Dila dengan pekik tertahan. Adam nampak begitu beringas dengan nafas mendengus sambil menciumi leher yang tertutup jilbab putih. 

Tangannya mulai meraba-raba buah dada guru berjilbab itu dari luar baju seragam coklat mudanya. Dila sadar kalau dia terjebak makanya dia berusaha melawan. Dengan sekuat tenaga didorong tubuhnya dan berhasil. Pria itu terjatuh di lantai toilet. Memanfatkan situasi itu, Dila bergegas ke arah pintu. Namun tatkala hendak mencoba membuka grendel pintu toilet, tangan PNS berjilbab itu tertahan oleh tangan Adam yang kekar. ”Lepaskan”, kata Dila meronta. Namun Adam yang sudah kesetanan itu tidak mendengarkannya lagi. Pria itu malah memiting tangan kanan guru cantik berjilbab itu ke belakang dengan kasar, sedang tangannya yang lain menahan tangan kiri Dila di dinding. 

Perempuan berjilbab itu terjebak nampak tubuhnya seperti terkunci dan tidak bisa bergerak. ”Adaammmm …sakit..lepaskan”, pinta Dila dengan suara memelas. ”Ustazah Dila… biarkan aku…”, bisik pria itu ketelinga Dila yang tertutup jilbab itu disertai dengusan. “Ahhh lepaskan”, pinta guru SD yang cantik itu memohon lagi begitu mengetahui tubuh kekar pria itu menekan tubuh Dila ke dinding. Perempuan berjilbab putih itu nampak panik ketakutan ketika merasa ada benda yang keras kenyal menekan kearah bokongnya yang tertutup rok panjang berwarna coklat muda itu. 

Guru perempuan itu semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangan Adam. ”Sebaiknya Ustazah Dila jangan berisik, nanti ada orang yang dengar. Biarlah saya dipukuli orang tetapi saya akan cerita ke semua orang kalau Ustazah Dilauah masturbasi di kamar mandi”, ancam Adam. Ancamannya begitu mengena sehingga guru cantik berjilbab itu menghentikan perlawanannya. Mengetahui mangsanya mengendurkan perlawanan, tangan-tangan kekar pria itu menarik kedua tangan Dila merapat kedinding hingga saling berhimpitan. “Jangan paak, kumohhhon jangaan”, pinta guru berjilbab itu memelas kepada Adam. 

Tapi sia-sia, tangan kanan pria itu dengan bebas meraba-raba buah dada Dila sambil sesekali meremasnya. Sedangkan tangan kiri pria itu mengunci kedua pergelangan tangan Dila yang merapat didinding. Ekspresi wajah berbalut jilbab putih itu terlihat ketakutan bercampur sendu. “Aahh Ustazah Dila….teteknya gede banget emmhh…”, kata-kata kotor sekaligus memuji keindahan tubuh Dila keluar dari mulutnya. Kurang puas meraba buah dada perempuan berjilbab itu dari luar blazer lengan panjang berwarna coklat muda tersebut, tangan Adam yang kasar meyusup masuk kedalam baju yang dikenakan Dila. ”Ammpuun pak lepaskan”, mohon Dila kala pria itu mulai memeras kedua buah dadanya. 

Namun Adam tidak menggubrisnya, malah guru cantik berjilbab itu merasakan penis pria itu sudah sangat keras sekali menabrak-nabrak pantatnya. Ini semua menandakan dia benar benar sudah sangat ingin menyetubuhi Dila. ”Ugghh…sssayaang…puaskan kont0lku sekarang yah?”, bisik Adam pelan penuh nafsu sambil menarik rok panjang semata kaki coklat muda Dila keatas. “Pakk..jangan…jangan. Kasihani saya”, kata guru berjilbab itu memelas putus asa. Sepertinya apapun yang dikatakan Dila tidak dapat membendung nafsu setan Adam. 

Sejenak Dila tidak merasakan tangan kanan pria itu meraba-raba tubuhnya. Penasaran apa yang dilakukannya, guru berjilbab itu menoleh ke belakang dan alangkah kagetnya Dila tatkala melihat pria itu mengeluarkan penisnya. Meski guru cantik berjilbab itu tidak melihat dengan jelas namun bisa terlihat bentuk penis pria tersebut besar dan hitam legam keluar dari sarangnya. Belum hilang rasa kaget Dila, Adam menekan tubuh perempuan berjilbab putih itu hingga menempel ke dinding. 

Dirasakannya benda kenyal dan keras itu sedang menggesek-gesek dan menabrak pantat Dila. ”Ssshhh pantatmu montok banget sayang..”, kata Adam seraya meremas remas pantat guru cantik berjilbab itu. Dila terhenyak kaget karena teringat ketika bermasturbasi tadi dia melepas celana dalam dan masih tergantung di pintu toilet. Dila nampak sudah pasrah karena meras tidak mungkin lepas. Terasa oleh guru berjilbab itu sebuah benda keras dan kenyal sedang menggesek-gesek belahan vagina miliknya yang licin seperti mencari-cari sasaran. Akhirnya benda itu berhenti tepat di celah bibir vagina Dila. ”Ampun pak…Jangan…tolong kumohon..”, pinta Dila lagi putus asa kala menyadari dalam hitungan detik penis Adam akan segera masuk kedalam tubuhnya. ”Oohh…Ustazah Dila udah lama saya pengen giniin kamu. Kamu seksi banget”, jawabnya tanpa memperdulikan permohonan perempuan berjilbab itu. 

Dan tiba tiba terasa oleh Dila pria tersebut mulai bergerak menyeruak masuk membelah bibir vagina miliknya. Panik, Dila sekuat tenaga mencoba melawan dengan sisa-sisa harapannya. Namun bukannya terlepas tapi malah karena gerakan tubuh Dila penis pria itu malah makin terbenam masuk ke dalam lubang vagina miliknya. ”Aaaah tidaaak!!”, jeritnya dalam hati ketika merasakan batang kejantanan pria itu membenam memenuhi vaginanya. Ekspresi wajah cantik terbalut jilbab putih itu nampak ingin menangis sembari menggigit bibirnya. Sungguh , vagina Dila yang sudah basah ketika bermasturbasi tadi malah memudahkan batang penis Adam itu masuk. 

Penis yang besar itu pun masuk perlahan menggesek dinding lubang vagina Dila dengan gerakan pelan tapi pasti. ”Uugghh…mmmh.. Dilaaa, memmme3kmu enak banget…ooohhh…”, desahnya meracau didekat telinga Dila yang tertutupi jilbab ketika penisnya dibenamkan sedalam mungkin hingga menyentuh rahim miliknya. ”Nnggghh…mmmhh……”, desah Dila seolah membalas racauan nikmat Adam. dalam hati. Raut wajah cantik yang terbalut jilbab putih itu nampak sedikit mengernyit seakan menahan perih karena mungkin belum pernah ada benda sebesar itu masuk ke dalam vaginanya. Ketika batangan itu amblas, Dila terdiam, antara bingung, takut, takjub, nikmat dan kaget. 

Semuanya itu berkecamuk dikepalanya. Dila pasrah, tidak mengeluarkan sepatah katapun, tidak menyangka fantasinya untuk bercinta di toilet sekolah dan disetubuhi dari belakang kesampaian juga, tetapi bedanya bukan dengan sosok pria yang ada dlam fantasinya selama ini. Tapi kenyataannya, laki-laki yang sedang mendesah-desah dibelakang perempuan berjilbab ini, yang sedang membenamkan dan memaju mundurkan penisnya ke dalam lubang surgawinya ini adalah penjaga sekolah dasar ini. Kenyataan yang harus diterima Dila kala Adamlah yang sedang asyik menikmati dan memompa penisnya keluar masuk di lubang kemaluan miliknya. ”Oooh Innnahh…sssayyanghh…ohhh enaknyah”, desah Adam sambil meracau nikmat berkali kali. ”Sshh…ngghh..mmmh”, desis Dila kecil seakan mulai merasakan nikmatnya genjotan Adam. 

Guru Olah raga itu terus menyodok dan memompa penis miliknya sedalam-dalamnya tanpa henti. Kedua tangan Dila masih ditahan oleh tangannya yang kekar di dinding toilet. Makin lama perempuan cantik berjilbab ini hanyut oleh getaran birahi yang mulai menebarkan rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya. “Sshh…mmmh…mmmmh”, desis Dila pelan dengan tubuh yang terguncang-guncang menerima sodokan penis Adam dari belakang. “Enakkan sayyanggh..?”, tanya Adam tiba tiba. Dila hanya terdiam malu, tidak berani berkomentar seraya menundukkan wajahnya yang terbalut jilbab itu seraya mencoba menghindari usaha bibir Adam yang ingin mengecup pipi kanannya. “Tunggingin dikit dong sayanghh..”, pinta Adam sambil menarik bongkahan pantat guru berjilbab itu keatas. Tanpa menjawab Dila menunggingkan sedikit pantatnya. ”Emmh pantat kamu memang montok banget sayang, nggak salah apa yang aku khayalkan selama ini”, ujar Adam seraya meremas remas bokong Dila dengan gemas. 

Sambil tangan kirinya menahan pinggul guru cantik berjilbab itu, Adam kembali menyodokkan penisnya kembali. “Ough.. pak pelan..”, pinta Dila kala merasakan penetrasinya terasa lebih dalam dari sebelumnya. Mungkin karena perempuan berjilbab itu menunggingkan pantatnya sehingga posisi vagina itu benar-benar bebas hambatan. Adam tidak memperlambat sodokannya malah dipercepat, membuat Dila mulai mendesah pelan penuh nikmat. ”Sshh..ngghh..”, desis Dila pelan kala merasakan gesekan batangan Adam di lubang vaginanya. Melihat tubuh guru berjilbab yang terdorong dorong ke depan, Adam dengan sengaja melepaskan kedua tangan Dila sehingga ia dapat menahan tekanan tubuh pria itu dengan kedua tangan Dila bertumpu pada tembok. 

”Sshh…gilaa nikmatth banget”, erang Adam seraya kedua-tangannya mencengkeram dan meremas remas bokong yang bulat padat milik guru cantik berjilbab itu sambil tidak berhenti menyodok-nyodokkan penisnya ”Ooh…sayyangghh..oooh”, desah Adam semakin kencang. “Ohh…ngghh..pp..pak…ja..jangan berisik pak..”, pinta Dila karena takut desahannya didengar orang. ”I..i..iyahh..Innhh.. emhh abis mem3kmu enak bangetthh…ughh..”, katanya pelan dengan nafas menderu. Sodokan pria tersebut semakin cepat. Kurang puas meremas-remas bokong guru cantik berjilbab itu, Adam menguakkan belahan pantat Dila. Dan satu jari pria itu mulai membelai anus Dila. Kontan Dila menggeliat seraya menggoyang pantatnya kekanan dan kekiri karena kegelian. ”Ooooh… Ustad Adam..oooh”, 

Dila tidak lagi mendesis tetapi mendesah karena rasa nikmat yang tercipta dari sodokan penis Adam ditambah gesekan jarinya yang membelai anus milik gadis berjilbab itu. Semua seperti racikan yang pas membuat guru SD berjilbab itu lupa diri membuatnya tidak dapat membendung desahan nikmat yang keluar dari bibirnya. “Ooghh…oohhh…ngghh..”, desah Dila menggila kala jari Adam menusuk-nusuk kedalam anus guru berjilbab itu. Refleks, pantat Dila semakin menungging. 

Setiap kali pria itu menarik penisnya jari ditusukkan kedalam anus Dila. Gerakan dua insan yang berlainan jenis itu semakin panas. Pantat guru cantik berjilbab itu nampak bergetar-getar hebat kala penis dan selangkangan Adam membentur-bentur keras bokong Dila. Kepala Dila yang terbungkus oleh jilbab putih itu nampak mengangguk-angguk kepayahan menerima sodokan Adam sedari tadi. 

Desahan dan racauan dari mulut kedua mahluk lain jenis ini juga semakin tidak karuan. Baju seragam PNS coklat muda serta jilbab putih yang dikenakan Dila nampak basah kuyup akibat keringat serta suhu lembab dan panasnya persetubuhan itu. “Akkuu..mau keluar..ahh…Dilaaaa”, erang Adam yang hendak mencapai klimaksnya. ”Oooh…emmmh”, desah Dila lebih keras seraya merapatkan tubuhnya ke dinding diikuti Adam dengan menyodokkan penisnya dalam-dalam. Bahkan Adam juga menusukkan jarinya sampai amblas kedalam lubang anus Dila. ”Aakkhhhh….”, pekik tertahan guru cantik berjilbab itu panjang tanda dia mencapai puncak orgasmenya (walau kenyataannya guru berjilbab itu habis diperkosa). 

Ditelannya air liurnya sendiri seraya menikmati sisa kenikmatan puncak orgasme tadi, sedang penis Adam ternyata masih sibuk memompa liang vagina Dila. Kedua tangannya memcengkeram pantat yang bulat dan padat itu sambil memompa penisnya dengan ganas. Dan, “Okkhh…dilaa..oooh”, erang Adam sambil menghentakkan selangkangannnya rapat-rapat ke pantat Dila sambil menekan tubuh guru berjilbab itu hingga tertekan kedinding. 

Ekspresi wajah cantik terbalut jilbab itu nampak kaget kala menyadari penis Adam menyemburkan sperma hangat memenuhi rahim miliknya. Berkali-kali pria itu menghentakkan penisnya dalam-dalam membuat tubuh Dila terdorong ke tembok. ”Ooh… emmmh…”, desah Dila sang guru berjilbab itu tanpa sadar ikut menikmati sensasi Adam berorgasme di dalam liang vaginanya. 

Denyutan serta semprotan spermanya berhamburan hangat keluar membasahi rahim Dila. Sekilas raut wajah guru cantik berjilbab itu seakan tersadar kembali. Dirapatkan tubuhnya kedinding dan menarik nafas seraya teringat kalau dia memang sudah mau haid. Dalam hati Dila hanya bisa berharap spermanya tidak membuahi telur dirahimnya. ”Ustazah Dila…emmh”, desah pria itu seraya mencoba mencium pipi Dila. Guru berjilbab itu menolak sembari mendorong Adam dengan mata melotot. 

Melihat Dila yang protes, Adam segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan penisnya yang masih dilumuri cairan vagina guru berjilbab itu. ”Cepat keluar pak”, hardik Dila dengan suara lantang sambil merapikan rok panjangnya. Adam tanpa berkata apa-apa langsung keluar dari toilet. Guru berjilbab itu lalu langsung membersihkan kemaluannya dari sperma Adam yang mengalir keluar. ”Ihh…banyak banget spermanya”, pekik Dila dalam hati. 

Selesai merapikan baju seragam PNS-nya, guru berjilbab itu lalu mengendap endap keluar toilet dengan hati berdebar, takut ada orang yang mengetahui apa yang terjadi tadi di toilet. Dan Dila pun pulang dengan perasaan berkecamuk, apakah dia baru saja dipaksa berhubungan seks oleh orang yang tidak diinginkannya ataukah dia memang justru menikmatinya? Ahh…entahlah.- Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru -
06.19 | 0 komentar

Selasa, 19 Mei 2015

Bercinta Dengan Cewek Aktivis Kampus Berjilbab

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Setelah sebelumnya cerita seks mesum Tubuh Sintal Cherlie, Siswi SMP Cantik, kini ada cerita seks terbaru Bercinta Dengan Cewek Aktivis Kampus Berjilbab, selamat membaca.
Bercinta Dengan Cewek Aktivis Kampus Berjilbab
Bercinta Dengan Cewek Aktivis Kampus Berjilbab

Namaku Amrizal asal Bukit Tinggi dan berusia 37 tahun. Aku seorang dosen di sebuah PTS Padang Sumbar. Aku sudah menikah dan punya 3 anak, istriku cantik usia 24 tahun dan alim tapi aku tidak merasa puas dengan satu istri saja dan aku masih ingin bersetubuh dengan wanita lain. Apalagi kalau wanita itu berjilbab dan bertubuh sintal dan montok padat. 

Waktu aku menyertai KKN para mahasiswa dan mahasiswi di sebuah desa di daerah luar kota. Di desa itu, aku tinggal satu rumah dengan kelompokku yang terdiri dari beberapa cowok dan 4 orang cewek. Dari 4 orang cewek itu salah satunya adalah cewek semester 8 yang aku tahu cewek ini adalah akhwat aktivis sebuah Partai. Namanya Rifqoh asalnya Sumedang, berwajah manis lembut dan berkulit bersih agak putih, kalem dan terlihat alim dengan pakaian panjang jubah dan jilbab panjang yang selalu menutup rapat tubuhnya. Dia kuliah di Padang karena ikut orang tuanya yang kebetulan berdinas di Padang. Aku sih nggak terlalu akrab dengannya, disamping orangnya menjaga jarak dengan cowok, aku juga dah punya istri dan anak. 

Tapi aku suka mendekatinya, dan ingin agar dia mau jadi istri keduaku. Harapanku menipis sebab Rifqoh dengan tegas menolak keinginanku. Aku tidak putus asa, pendekatan kulakukan terus walau belum kelihatan hasilnya. Akhirnya aku bertekat untuk memperkosa akhwat cantik berjilbab yang bertubuh montok, sintal dan padat ini. Nah seminggu sebelum kita mengakhiri KKN, kamar mandi buat cewek rusak akhirnya kita semua gantian makai satu kamar mandi yang biasanya dipakai cowok. Cewek mandi lebih dulu baru cowoknya. Dari 4 cewek itu biasanya yang paling terakhir mandi adalah Rifqoh. Cewek akhwat aktivis ini biasanya hampir maghrib baru mandi, sementara dari cowoknya aku yang paling pertama mandi sementara yang lain ngalah setelah maghrib.

Entah gimana awalnya aku nggak ingat, ketika aku lihat Rifqoh masuk ke kamar mandi tiba-tiba timbul niat isengku untuk ngintip cewek akhwat aktivis ini mandi. Aku masih ingat waktu itu Rifqoh masuk ke kamar mandi pakai jubah panjang biru kembang, pakai jilbab gede warna putih, pakai kaus kaki juga sambil bawa handuk dan gayung berisi alat-alat mandi. Lewat lubang kecil di kamar mandi, aku liat Rifqoh melepas semua kain yang melekat di badannya. Mulai dari kaus kakinya, lalu jilbab putihnya yang lebar, lalu jubah panjangnya terus BH dan celana dalam krem yang dipakainya. Waktu itu aku hanya ternganga melihat tubuh bugil akwat aktivis yang biasanya aku lihat dalam keadaan tertutup rapat kecuali wajahnya dan tangannya aja. 

Waktu itu, baru pertama kalinya aku liat cewek bugil tanpa busana selembar benangpun secara live selain di internet atau VCD. Aku memang punya istri, tapi aku gak nyangka kalau dalam keadaan telanjang bulat Rifqoh begitu mulus tanpa cacat. Aku nyaris nggak percaya waktu pertama kali liat Rifqoh bugil bulat seperti itu. Rifqoh ternyata mempunyai kulit yang putih mulus. Semula aku menyangka istriku lebih putih dari Rifqoh kulitnya, tapi setelah liat cewek akhwat aktivis ini bugil aku baru tahu kalo kulit Rifqoh tuh lebih putih dan mulus dari kulit istriku mungkin kulitnya ketutupan terus sih walaupun istriku juga akhwat berjilbab seperti Rifqoh. Body Rifqoh juga ok banget, malah kayaknya body istriku yang lebih muda kalah dengan cewek alim berjilbab lebar ini. Rambut Rifqoh panjang ikal hitam, wajahnya manis, susunya tampak penuh mungkin ukurannya 34C dengan puting yang kecoklatan, perutnya rata dengan pinggul yang besar, memeknya montok dan tampak menonjol di antara kedua pahanya namun bulunya abis dicukur bersih hingga kayak memek bayi, pahanya bulet padet dengan betis yang mbunting padi, pantatnya juga montok dan besar.

Aku yang semula nggak nyangka bakal liat Rifqoh bugil gini, akhirnya horny juga. Nggak nyangka bisa liat body sintal cewek alim aktivis Partai kayak Rifqoh ini. Tapi yang bikin aku sangat kaget, ketika Rifqoh baru beberapa kali mengguyur badannya dengan air, tiba-tiba akhwat aktivis ini menggosok-gosok memeknya dengan tangannya. Tubuhnya mulai menggelinjang dengan desahan yang keluar dari mulutnya. Ekspresi wajahnya nampak merasakan kenikmatan, sementara aku liat bibir memeknya tampak menjadi kemerahan oleh gosokan tengannya bahkan jarinya juga memilin-milin kelentitnya. Aku menjadi sangat terangsang melihat keadaan ini sehingga aku juga ikut mengocok penisku. Mungkin sekitar 5 menit baru aku liat Rifqoh seperti menjerit tertahan dengan nafas yang terengah, mungkin dia sudah klimaks. Setelah tampak lemas beberapa saat cewek aktivcis ini meneruskan mandinya. 

Waktu itu aku juga ikut ngocok liat Rifqoh masturbasi sampai muncrat mani. Sejak saat itu, aku jadi ketagihan mengintip Rifqoh mandi. Sayang sisa KKN cuman seminggu habis itu kita harus balik ke Bandung lagi. Tapi dalam seminggu itu, tiap sore aku ngintip Rifqoh mandi sore dan dari 7 kali ngintip, 4 kalinya aku liat Rifqoh masturbasi di kamar mandi. Sampai saat itu Rifqoh nggak tahu kalau waktu KKN, aku suka ngintip dia waktu mandi dan masturbasi di kamar mandi. Cewek aktivis Partai yang berwajah lembut dan manis itu tetep terlihat kalem, tampak alim dengan pakaian panjang dan jilbab lebar yang menutup tubuhnya dan tetap jaga jarak dari cowok. Cuman aku dah tahu rahasia cewek alim berjilbab yang satu ini, kalau cewek ini punya nafsu yang tinggi… habis itu aku sering berpikir jangan-jangan kebanyakan cewek akhwat aktivis seperti Rifqoh. Uhhhh bikin horny jadinya neh. Saat dia masturbasi sewaktu mandi ke 4 kalinya keadaan sepi sebab para mahasiwa dan mahasiswi sedang ada urusan ke kota sejak siang tadi. Maka sore itu aku bertekat untuk memperkosa akhwat berjilbab lebar alim yang masih perawan ini. Aku seperti biasa kembali mengintip Rifqoh mandi.

Rifqoh kembali menjalankan aksinya, ketika tubuhnya mulai menggelinjang dengan desahan yang keluar dari mulutnya aku memotret Rifqoh yang sedang telanjang bulat itu. Sesudah orgasme Rifqoh kembali mengenakan jubah panjangnya yang biru dan jilbab lebarnya yang berwarna putih tapi dia nggak pakai lagi BH dan celana dalam. Mungkin masih terangsang berat akhwat aktivis yang alim ini. Dia membuka pintu kamar mandi dan keluar. Rifqoh kaget waktu melihat aku sudah di depan pintu kamar mandi itu, pada waktu aku mengintip Rifqoh beberapa kali sebelumnya aku sudah pergi sebelum Rifqoh sempat melihatku. Tapi kali ini aku nggak pergi sebab aku bertekat ingin menyetubuhi cewek alim berjilbab dan cantik serta berbodi padat ini. Aku memegang tangan Rifqoh yang alim ini. Dia coba lepaskan pegangan tanganku tapi aku memegang dengan kuat hingga Rifqoh nggak bisa lepas tangannya. “Sedang ngapain tadi di dalam? Rifqoh terangsang ya?” tanyaku dengan senyum dan setengah mengancam. 

Rifqoh menggeleng sambil tersenyum di balik jilbabnya. Mata wanita alim berjilbab lebar ini sempat memperhatikan situasi di luar kamar mandi sesaat dan dia tidak melihat seorang pun di situ. “Tapi aku punya fotonya mbak Rifqoh…” lanjutku sambil memandang sekujur tubuh Rfqoh yang berbalut jubah panjang itu. Lalu kutunjukkan foto Rifqoh dalam keadaan bugil bulat dalam kamera HP ku. Wanita berjilbab lebar ini hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum dengan pipi bersemu merah yang jelas terlihat olehku karena lampu sedang menyala di depan kamar mandi itu. “Nggak papa kok Pak…. nggak papa” ujar Rifqoh dengan muka tertunduk. Aku masih sempat memperhatikan Rifqoh beberapa saat. Jubah warna biru yang dipakai akhwat aktivis ini belakangnya namun aku punya senjata untuk menaklukkan akhwat cantik ini, selain foto itu bisa kupakai sebagai ancaman aku juga pengalaman bagaimana mengentot wanita, apalagi kalau yang mudah horny kayak Rifqoh ini.

Ya kalo nggak papa.. terserah saja gimana kalau fotomu ini aku sebar di internet sayang?” tanyaku dengan setengah mengancam akhwat cantik yang alim ini. Rifqoh terlihat serba salah dengan ancamanku. Sementara jantungku berdegup kencang melihat pantat montok wanita berjilbab ini terlihat semakin membukit menggiurkan karena jubah bagian bawahnya tadi basah tersiram air di dalam kamar mandi. “Ouhh… gila pantatnya memang merangsang..” desisku dengan mata lekat memandang Rifqoh terutama bagian pantatnya. Pantat Rifqoh yang besar dan montok memang terlihat jelas ketika dia memakai jubah yang masih basah seperti saat ini. Jubah warna biru yang dipakai akhwat alim yang cantik ini yang basah pada bagian pantat tersebut membuat pantat bahenol aktivis Patrai semakin jelas terlihat lebih- lebih tanpa celana dalam. Tak lama kemudian penisku ini mulai menggeliat melihat pantat montok wanita berjilbab yang merangsang ini. Rifqoh tidak menyadari bahwa dirinya telah membuat diriku yang kini sedang memegang tangannya di dekat pintu kamar mandi terangsang. 

Aku makin bernafsu dan berulang kali menelan ludah menahan libido birahi melihat dan memegang tangan Rifqoh yang memiliki pantat besar dan montok, walaupun pantat wanita berjilbab lebar ini masih tertutup jubah panjang. Dalam jarak yang sangat dekat itu, mata ku nyaris tak berkedip melihat kemontokan pantat Rifqoh yang terpampang di depan mata. Meskipun pantat wanita berjilbab lebar ini masih tertutup jubah warna biru, namun bentuk pantat akhwat mahasiswi cantik yang bundar dan bahenol ini tak dapat disembunyikan jubah tersebut apalagi jubah tersebut dalam keadaan basah. Belahan pantat Rifqoh dan bentuk pantatnya yang tanpa celana dalam itu terlihat begitu jelas dalam balutan jubah warna biru yang masih basah tersebut. Aku menjilat bibirku menahan hasrat birahi menjilat kemontokan pantat wanita berjilbab lebar yang alim ini. Aku kemudian menarik bagian bawah jubah panjang Rifqoh ke atas sehingga separuh betisnya yang masih terbungkus kaus kaki itu terlihat oleh diriku. Saat aku melihat betis Rifqoh yang indah walaupun masih terlihat separuhnya kemudian melihat ujung jubah yang kutarik ke atas, timbul keinginan pada dirinya untuk menyingkap jubah tersebut kian ke atas.

Aku yang mulai dilanda birahi ini melihat ke sekitar yang memang sedang tidak ada orang lainnya dan akhirnya aku menarik dan memaksa Rifqoh masuk kamar di rumah penginapan para mahasiswa KKN yang tidak jauh dari kamar mandi itu. Tanpa berpikir panjang, aku segara mendorong tubuh akhwat berjilbab yang montok dan padat itu masuk kamar itu. Lalu dengan hati- hati aku mengulurkan tanganku ke ujung jubah Rifqoh. Bibirku menyeringai ketika aku mulai mengangkat ujung jubah yang dipakai akhwat ini kian ke atas dengan tanganku. Rasa penasaran dan birahi terhadap tubuh wanita berjilbab lebar yang selalu tertutup rapat ini terutama pantat yang bahenol itu, membuat aku begitu bernafsu menyingkap jubah Rifqoh. Mataku melotot ketika sebagian tubuh Rifqoh yang selama ini tersembunyi dalam pakaian yang rapat tertutup, mulai terlihat dari dekat bersamaan dengan tersingkapnya jubah yang dipakai wanita berjilbab lebar ini. Bentuk sepasang betis wanita berjilbab lebar asal Sumedang ini sangat indah namun sayang betis indah ini masih terbungkus kaus kaki yang membungkus hingga mendekati lututnya membuat aku tidak bisa menikmati kemulusan betis wanita berusia 26 tahun ini. 

Aku kian bernafsu untuk mengangkat ujung jubah itu kian ke atas dan perlahan kemudian paha putih mulus wanita berjilbab lebar ini mulai terlihat yang membuat libidoku kian menggelegak. Nafasku mulai tersengal menahan birahinya melihat pemandangan indah di depan matanya yang merangsang birahinya. Sepasang paha wanita berjilbab lebar yang terlihat putih mulus dan sangat menggiurkan. Paha Rifqoh yang putih mulus itu terlihat sangat kontras dengan warna kaus kaki yang membungkus betisnya. Baru kali ini aku melihat kemulusan paha wanita yang nyaris tanpa cacat seperti paha Rifqoh ini. Sebuah keberuntungan yang teramat langka bisa melihat kemulusan paha seorang wanita berjilbab lebar yang alim seperti Rifqoh ini. Tanganku terus menyingkap jubah panjang yang dipakai akhwat alim ini kian ke atas. Kain jubah panjang itu kian terangkat kian tinggi hingga beberapa saat kemudian memek wanita berjilbab lebar yang tanpa celana dalam mulai terlihat. Dengan libido yang kian menggelegak, aku mengangkat jubah panjang Rifqoh kian ke atas dan sekejap kemudian ujung jubah yang dikenakan akhwat alim ini tersingkap nyaris ke pinggang wanita ini sehingga seluruh memek dan pantat akhwat berjilbab lebar ini kini terpampang di depan mata keduaku.

Mulutku menyeringai penuh nafsu sementara mataku nyaris tak berkedip memandang pantat Rifqoh yang mulus dan montok dengan keadaan tanpa celana dalam sama sekali. Ketika pantat Rifqoh yang montok dan besar dalam keadaan tertutup jubah panjang, telah membuat para lelaki terangsang dan ingin meremasnya, apalagi saat pantat wanita berjilbab lebar ini terlihat tanpa tertutup oleh celana dalam seperti yang aku lihat sekarang. Belahan pantat yang menggiurkan itu terlihat sangat jelas dan merangsang birahi bahkan karena posisi Rifqoh yang aku suruh membungkuk sedikit menungging menyebabkan pantat akhwat Partai ini kian terlihat montok membukit dan merangsang birahiku. Bahkan ketika mataku menyusuri belahan pantat tersebut hingga ke arah kemaluan wanita berjilbab lebar ini, aku jelas melihat belahan kemaluan akhwat alim ini. 

Gundukan kemaluan Rifqoh tidak terbalut celana dalam terlihat membukit mulus tanpa bulu membuat libidoku ini menggelegak. Bulu-bulu kemaluan Rifqoh ternyata tidak terlihat sebab telah habis dicukur oleh wanita berjilbab lebar asal Sumedang ini. Rifqoh masih belum menunjukkan reaksi perlawanan atas ulahku kepada dirinya karena dia kayaknya masih terangsang dengan masturbasi yang tadi dilakukannya di dalam kamar mandi. Aku memang sudah tak mampu menahan birahiku melihat pemandangan menggiurkan yang terpampang di depan mataku. Dengan penuh birahi, tanganku terulur menyentuh belahan kemaluan wanita berjilbab lebar ini lantas dengan penuh birahi bukit kemaluan yang tanpa terbungkus celana dalam itu kuremas-remas. Rifqoh terlonjak kaget luar biasa, ketika wanita berjilbab lebar ini merasakan ada tangan yang meremas-remas bukit kemaluannya. Secara refleks Rifqoh menegakkan tubuhnya sambil berusaha menepis tanganku yang tengah meremas kemaluannya. Dengan rasa terkejut yang luar biasa, wanita berjilbab lebar ini memandangku. “Ahhhhh….” Rifqoh memekik dengan mata membelalak ketika wanita berjilbab lebar ini menyadari jubah yang dipakainya telah disingkap hingga terlihat memek dan pantatnya dan wanita berjilbab lebar ini melihat aku sedang menyeringai penuh nafsu ketika menyingkap jubahnya.

Wajah Rifqoh yang cantik tertutup jilbab lebarnya dan sepasang matanya yang bulat menyorot diriku dengan penuh kemarahan yang bercampur dengan kekagetan luar biasa. “Mau apa Pak?” bentak Rifqoh dengan nada bergetar menahan kemarahan. Mata wanita berjilbab lebar ini berkilat-kilat penuh kemarahan dan rasa terhina. Tubuh wanita berjilbab lebar ini menggigil menahan kemarahan dan rasa terhina, namun aku yang tengah dilanda birahi hanya terkekeh sambil terus memeluk pinggang akhwat aktivis ini. “Jangan macam-macam.. Pak.. bapak kan sudah punya istri!” Kembali Rifqoh membentak diriku lagi namun bentakannya kali ini mulai diliputi rasa takut. Wanita berjilbab lebar ini memang tidak perlu jawaban dariku di kamar penginapan mahasiswa tersebut. Wanita berjilbab lebar ini beruasaha melepaskan diri ketika aku makin memperkuat pelukanku. Sorot mata Rifqoh dari balik jilbabnya yang semula menyiratkan kemarahan dan kebencian mulai berubah menjadi sorot mata ketakutan dan kecemasan. 

Rifqoh tidak menduga akan ada seorang dosen seperti diriku yang berani berbuat kurang ajar kepadanya, namun wanita berjilbab lebar ini tidak sempat memikirkan hal itu lebih lama karena aku mendesaknya menuju kasur tempat tidur kamar itu sambil tertawa. Wanita berjilbab lebar ini mencoba berontak melepaskan diri namun akhirnya dia tersudut di kasur tempat tidur. “Jangaaaan.. jangaaaan..” pinta Rifqoh dengan nada gemetar. Kemarahan wanita berjilbab lebar ini telah berganti dengan ketakutan. Nada suara Rifqoh mulai menghiba ketika dia melihat tidak ada cara untuk lolos dari diriku bertubuh kuat ini yang tengah dilanda birahi. Mata wanita berjilbab lebar yang jadi akhwat aktivis tampak mulai berair sedangkan tubuhnya tampak gemetar ketakutan. Aku yang tengah dilanda birahi seakan tidak mendengar suara Rifqoh yang menghiba ketakutan ini. Aku terkekeh-kekeh melihat Rifqoh tersudut ketakutan di kasur kamar itu. Libidoku kian menggelegak sehingga dengan cepat, aku memeluk lebih erat wanita berjilbab lebar yang telah merangsang birahiku ini. “Jangaaan… tidaaaaak” jerit Rifqoh ketika aku memeluknya. Wanita berjilbab lebar ini meronta- ronta dengan panik. Rifqoh menjerit-jerit panik ketakutan sambil meronta-ronta berusaha lepas dari pelukanku ini, tangan wanita berjilbab lebar ini mencakar- cakar diriku dengan kalap. Baginya lebih baik mati daripada kehormatannya sebagai seorang wanita alim berjilbab lebar dinodai oleh laki-laki terlebih oleh diriku yang dia tahu sudah punya istri dan anak. Rifqoh terus menjerit-jerit minta dilepaskan. Tubuh wanita berjilbab lebar ini meronta-ronta dengan kuat dalam pelukanku. Namun apalah arti tenaga seorang wanita seperti Rifqoh dibanding tenaga seoarang laki-laki bertubuh kekar seperti diriku.

Walaupun tinggi badanku hanya berbeda 2 cm lebih tinggi dari Rifqoh, namun tubuhku cukup kuat, maka dalam sekejap aku mampu mengatasi perlawanan wanita berjilbab lebar yang telah merangsang birahiku ini. Tubuh Rifqoh hanya mampu mengejang ketika kemudian tanganku kembali meremas-remas pantatnya yang montok dan ketika tangan itu mulai menyingkap jubahnya ke atas hingga terlihat pantatnya yang tanpa terbalut celana dalam, wanita berjilbab ini hanya mampu menangis sambil memohon untuk dilepaskan. “Ahhhh. Jangaaaan!” Rifqoh terpekik ketika kemudian dengan kasar tanganku kembali meremas-remas memek akhwat alim ini. Tubuh wanita berjilbab lebar ini menggigil menahan rasa malu yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Namun aku memang telah dikuasai nafsu birahi. Melihat pantat mulus Rifqoh yang telanjang, mataku melotot dengan mulut yang menyeringai liar penuh nafsu melihat pantat wanita berjilbab ini. 

Aku adalah seorang laki-laki yang mempunyai pengalaman dengan wanita sebab aku sudah punya istri, namun baru kali ini aku melihat pantat wanita yang demikian putih mulus dan montok menggiurkan. Aku menyeringai sambil mengelus-elus pantat telanjang Rifqoh yang putih mulus di depanku. Nafsu birahiku semakin menggelegak sehingga dengan bernafsu aku kini meremas-remas pula tetek Rifqoh yang masih kencang karena belum pernah dijamah tangan laki-laki itu. Berulangkali Rifqoh menghiba minta dilepaskan namun aku yang telah dipenuhi dengan nafsu birahi ini seakan tidak mendengarnya. Aku memang terangsang hebat, penisku tegang mengeras dan nafasku mendengus liar di sela-sela belahan paha wanita berjilbab lebar ini. Ketika kepalaku sudah berada di antara dua paha Rifoqh, aku merenggangkan kedua paha wanita berjilbab lebar ini. Rifqoh masih berusaha melawan ketika pahanya hendak kurenggangkan dengan tetap berusaha untuk mengatup, namun akhirnya wanita berjilbab lebar ini menyerah oleh keinginanku. “Jangaaan… ahhhhhh” pekik Rifqoh dengan tubuh menggelinjang ketika wanita alim berjilbab lebar ini merasakan jilatan lidahku mulai menyusuri belahan kemaluannya yang masih rapat itu dengan bulu-bulu kemaluannya yang telah dicukur habis. “Hmm.. Jembutnya dicukur ya… wanita berjilbab memang jembutnya dicukur habis aku suka memekmu sayang…. wangi sih..” ujarku menghentikan jilatanku sebentar.

Bukit kemaluan Rifqoh yang montok. Gundukan kemaluannya putih mulus kemerahan. Rifqoh yang masih tertutup jilbab lebar memerah mendengar komentarku mengenai memeknya, namun akhwat aktivis Partai hanya terdiam. Rifqoh sudah merasa putus asa sehingga ketika aku membalikkan badannya, wanita berjilbab lebar ini hanya bisa pasrah. Akhwat alim ini memang tidak lagi melihat jalan keluar dari cengkramanku, hanya sebuah keajaiban yang bisa menyelamatkan dari birahiku ini. Rifqoh mengigit bibirnya kuat-kuat ketika aku jongkok di depannya lantas membenamkan wajahku ke arah selangkangannya. Yang aku adalah kemaluan Rifqoh. Gundukan kemaluan wanita berjilbab lebar ini terlihat membukit di tengah selangkangannya yang tanpa bulu dan memeknya berwarna putih kemerahan. Aku menempelkan wajahku di tengah selangkangan Rifqoh lantas dengan bernafsu dia menciumi bagian tubuh wanita alim yang paling pribadi ini. 

Rifqoh hanya mampu menggelinjang ketika kemaluannya kuciumi dan lantas dijilati oleh lidahku, sehingga tidak berapa lama kemudian kemaluan wanita berjilbab lebar yang tanpa bulu kemaluan itu terlihat basah oleh jilatanku. Tubuh Rifqoh semakin menggelinjang jalang dan mulut di balik jilbab itu mendesis ketika kemudian aku melumat bibir memeknya yang merekah kemerahan dengan liar penuh birahi. lantas mengunyah- ngunyah bukit kemaluan yang montok itu. “Ahhhh.. jangaaaan… ahhhh” rintih Rifqoh dari balik jilbab lebarnya yang membuat aku semakin bernafsu. Semula Rifqoh berusaha sekuat tenaga agar dia tidak terangsang oleh permainan lidahku, tapi akhwat aktivis Partai ini memang mudah terangsang dan tak mampu membendung birahinya oleh rangsanganku. Akhirnya tubuh wanita berjilbab lebar ini menggelinjang hebat ketika aku menguak bibir kemaluannya lalu dengan cara yang luar biasa aku menghisap kelentit akhwat cantik ini dengan kuat. “Ahhhhhhhhhhhhhh..” rintih Rifqoh yang masih memakai jilbab lebar ini. Ketika aku kembali mengulang-ulang hisapan yang luar biasa terhadap kelentit Rifqoh, wanita berjilbab lebar ini hanya bisa merintih-rintih dan mendesah penuh birahi dengan desahan yang merangsang libido. Tubuh wanita berjilbab lebar ini menggelinjang-gelinjang liar dan tak lama kemudian kemaluan akhwat aktivis ini menjadi basah kuyup oleh cairan yang keluar seiring kenikmatan yang dirasakannya.

Selama hidupnya baru kali ini Rifqoh diperlakukan seperti ini dan baru pertama kali ini wanita berjilbab lebar ini mendapat kenikmatan yang luar biasa seperti sekarang ini. Tubuh Rifqoh terduduk di kasur kamar itu. Kedua tangannya yang semula bertumpu pada kasur menahan tubuhnya yang mulai menggelinjang, namun karena dorongan birahi yang dirasakannya salah satu tangan wanita berjilbab lebar ini kemudian memegang kepalaku dan menekan kepalaku kuat-kuat ke arah selangkangannya. Sebuah pemandangan yang teramat langka ketika seorang wanita cantik berjubah panjang dan berjilbab lebar dengan jubah panjang yang tersingkap sementara seorang laki- laki membenamkan wajahnya di tengah-tengah selangkangan wanita berjilbab yang mendesah dan merintih penuh kenikmatan dari balik jilbabnya tersebut. Entah karena imannya yang tengah lemah atau memang karena libidonya yang tinggi, Rifqoh justru mulai terlena oleh rangsangan-rangsangan yang aku lakukan ini.Di saat wajahku terbenam di antara dua paha mulus Rifqoh, tanganku menggerayangi bagian dada wanita berjilbab yang montok membukit dan masih kenceng ini. Tanganku menyusup di balik jilbab lebar yang dipakai Rifqoh hingga tanganku merasakan gundukan montok dan kenyal di dada wanita berjilbab lebar ini. 

Tanpa diduga, Rifqoh yang telah kehilangan kendali atas dirinya akibat kenikmatan yang dirasakannya justru menyampirkan jilbab lebarnya ke punggungnya seakan mempersilahkan tanganku untuk menggerayangi dadanya bahkan wanita berjilbab lebar yang masih perawan ini sendiri yang membuka 3 kancing jubahnya bagian atas satu persatu, kemudian mengeluarkan sepasang buah dadanya sendiri dari balik jubah yang dipakainya. Sejenak aku mendongak ke atas melihat reaksi Rifqoh yang tidak kuduga itu. Mataku melotot penuh nafsu melihat sepasang buah dada Rifqoh yang montok putih mulus dengan puting susu kemerahan itu telanjang tanpa penutup lagi. Mulutku terkekeh melihat buah dada Rifqoh lalu dengan bernafsu tanganku mengelus-elus lantas meremas-remas sepasang payudara wanita berjilbab yang telanjang itu. Sepasang payudara montok berukuran 34 C yang putih mulus di dada Rifqoh terasa kenyal di tanganku yang meremas-remasnya. Dan puting susu kemerahan yang telah mengeras itu pun aku pelintir dan tarik-tarik membuat tubuh wanita berjilbab lebar ini menggelinjang jalang. Akhwat alim ini hanya merintih- rintih dan memekik-mekik lirih dari balik jilbabnya dengan tubuh yang menggelinjang-gelinjang menahan birahinya.

Rifqoh menggelinjang jalang ketika berulangkali kelentit wanita berjilbab alim ini aku jilat dan hisap dengan kuat lantas puting susunya yang kemerahan kupelintir dengan pelintiran yang luar biasa. Mata wanita jilbaber yang bulat ini terlihat sayu menahan birahi yang melandanya, nafasnya terdengar memburu di balik jilbab lebar putihnya, kemaluannya yang tengah kujilati juga telah basah oleh cairan kenikmatan yang berulangkali terpancar. Melihat Rifqoh sudah dilanda birahi, aku segera berdiri di depan wanita berjilbab lebar ini. Aku memandang Rifqoh dengan penuh nafsu ketika melihat wanita berjilbab tersingkap jubahnya hingga terlihat kemaluannya yang mulus lalu sepasang payudara montok dan kencang akhwat alim ini tampak mencuat dengan puting susu kemerahan yang tegak mengeras. 

Payudara putih mulus itu tampak kontras dengan jubah biru yang dipakai aktivis Partai ini. Aku tidak menyangka akan menikmati Rifqoh dalam kedaan seperti ini, padahal sebelumnya aku tidak pernah menyentuh wanita berjilbab lebar ini kecuali hanya dapat mengintip ketika dia mandi tadi bahkan membayangkannyapun tidak. Di depan Rifqoh yang tengah birahi, aku melepas celana yang sedang kupakai ini disusul dengan melepas celana dalamku, sehingga mencuatlah kontolku yang membuat mata wanita berjilbab lebar ini terbelalak. “Ihhh..” desah spontan Rifqoh dari balik jilbabnya. Wanita berjilbab lebar ini memalingkan wajahnya dengan wajah memerah oleh rasa malu melihat penisku karena baru kali ini Rifqoh melihat penis lelaki. Aku terkekeh melihat sikap Rifqoh. “Kenapa melengos mbak?.. Ayo lihat aja” kataku sambil memalingkan paksa wajah wanita berjilbab lebar ini agar kembali melihat penisku. Rifqoh yang tengah dilanda birahi itu tak mampu menolak ketika aku memaksanya untuk melihat penisku. Mata wanita berjilbab lebar yang bulat ini kian membelalak lebar ketika akhirnya dia kembali melihat batang penisku. Rifqoh menggigit bibirnya kuat-kuat menahan gejolak birahi dengan mata lekat memandang penisku yang hitam karena aku sudah pernah ngentot dengan perempuan, besar dan panjang dan di mata wanita bercadar ini penisku berukuran luar biasa. Batang penisku berukuran besar dan panjang dengan urat- urat kejantanan yang menonjol berkilat-kilat. Penis hitam tersebut dihiasi bulu-bulu kemaluan yang tumbuh dengan lebat namun terlihat rapi terawat membuat Rifqoh betah memandangnya.

Aku terkekeh melihat mata wanita berjilbab lebar ini memandang penisku yang tegang dengan pandangan nyaris tak berkedip. Aku jadi sangat terangsang melihat mata Rifqoh itu yang tampak sangat menikmati penisku bahkan ketika aku meraih tangan Rifqoh dan menuntunnya untuk menggenggam batang penisku, wanita alim ini tak melawan. Batang penisku yang hitam terlihat sangat kontras ketika berada dalam genggaman jari-jemari Rifqoh yang putih dan halus. “Elus-elus aja mbak.. Rifqoh.”desisku bergetar oleh nafsu birahi. Entah dorongan dari mana, seketika itu pula jari jemari Rifqoh yang putih dan halus tersebut mengusap- usap lantas mengelus-elus batang penis yang telah membuat wanita berjilbab lebar ini takjub dan terangsang melihatnya. Aku merem melek, ketika jari-jemari Rifqoh yang lembut dan halus mengelus- elus batang kejantananku. “Kalo di Sumedang namanya apa?’ tanyaku nakal. Rifqoh yang tengah mengelus-elus penisku memandang ku sejenak. “Kontol!” jawab wanita berjilbab lebar ini sambil kembali menatap penisku yang tengah dinikmati oleh tangannya Aku terkekeh mendengar jawaban Rifqoh. Ternyata seorang wanita berjilbab ledar yang alim seperti Rifqoh bisa mengucapkan kata kontol juga. Beberapa saat kemudian aku sudah tak mampu menahan birahi lagi. 

Aku segera mendudukkan Rifqoh di tepi ranjang lantas aku membuka kedua paha Rifqoh lebar-lebar sehingga kemaluan wanita berjilbab lebar ini terlihat merekah di depanku. Birahiku menggelegak melihat kemaluan Rifqoh terpampang di depanku dengan paha yang terbuka lebar. Kemaluan wanita berjilbab lebar yang tanpa bulu kemaluan itu terlihat basah. Bibir kemaluan wanita berusia 25 tahun itu terlihat sangat memerah dan merekah serta merangsang birahi. Aku menyeringai ketika tangan Rifqoh yang masih menggenggam penisku menarik batang kejantanan ini ke arah kemaluan wanita berjilbab lebar ini. “Kenapa Qoh…udah nggak sabar yah?” tanyaku sambil terkekeh namun Rifqoh tidak menjawabnya. “Mmmmhhhh..” desah Rifqoh ketika penis besar itu mulai menyentuh bibir kemaluannya yang merah merekah. Penis besar yang ada dalam genggamannya didorongnya kian ke dalam dan secara refleks kedua paha wanita berjilbab lebar ini membuka lebar. Tubuh wanita cantik jilbaber ini tersentak ketika kemudian aku yang mendorong penis besarku memasuki dan menyusuri liang vaginanya yang masih perawan itu semakin dalam. Rifqoh menggelinjang ketika wanita berjilbab lebar ini merasakan hangat dan besarnya penisku masuk dalam liang memeknya yang masih rapet itu hingga amblas di dalamnya. Akhirnya berhasil juga aku memerawani dan menjebol memek akhwat cantik yang masih rapet ini. “Ahh… ahh.. ssshhh.. sakit.. pak… pelan- pelan dulu ya.” desah Rifqoh ketika kemudian aku mulai menggerakkan penis maju mundur.

Secara refleks wanita aktivis Partai ini menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan kontolku ini yang semakin lama semakin cepat. Mata Rifqoh merem melek ketika penis besarku mengaduk-aduk liang vaginanya. Mulut wanita berjilbab lebar ini meracau sambil merintih merasakan kenikmatan yang belum pernah didapatkan seumur hidupnya dari siapa pun. “Ahh.. ahh.. sshhh..” desah wanita berjilbab ini menggairahkan di tengah suara beradunya tubuh kami berdua. Rifqoh tidak sadar ketika kemudian kedua kaki akhwat jilbaber yang masih terbungkus kaus kaki ini menjepit tubuhku. Tubuh wanita berjilbab ini terguncang-guncang oleh gerakan ritmis dariku yang begitu bernafsu menyetubuhinya. Nafasku mendengus-dengus oleh libido yang menggelegak liar ditingkahi nafas Rifqoh yang memburu di balik jilbab dan jubah panjang yang dipakai wanita ini. Berulangkali wanita berjilbab ini merintih dan mengerang merasakan nikmat dengan tubuh menggelinjang hebat. Mata Rifqoh merem melek menikmati penisku yang mengaduk- aduk memeknya dan membuat tubuh wanita berjilbab ini terguncang- guncang. 

Ketika tubuh Rifqoh terguncang- guncang, sepasang payudara montok dan masih kencang yang putih mulus di dada wanita berjilbab lebar ini ikut terayun-ayun. Mataku melotot melihat payudara Rifqoh yang telanjang terayun-ayun di depannya, mulutku tak sabar mau segera melumat dan mengunyah-ngunyah sepasang payudara di dada wanita berjilbab ini secara bergantian. Sekejap kemudian payudara Rifqoh yang putih mulus itu dipenuhi bilur- bilur kemerahan bekas gigitanku. Rifqoh hanya mampu merintih di balik jilbabnya ketika buah dadanya yang montok aku lumat dan kunyah-kunyah secara bergantian. Tubuhnya menggelinjang dengan jalang saat kedua puting susunya kuhisap dengan kuatnya dan penuh nafsu. Aku yang telah puas menikmati buah dada montok dan kenyal Rifqoh ketika melihat wajah akhwat alim ini masih memakai cadar, mendadak timbul rasa penasaran untuk mencopot jilbab lebar akhwat asal Sumedang ini. Aku memang pernah melihat wajah Rifqoh tanpa jilbab ketika mengintip dia mandi yang memang terlihat cantik, namun aku masih penasaran terhadap wajah Rifqoh yang sepenuhnya. Akhirnya aku segera mencopot jilbab dipakai Rifqoh ini hingga terlihat wajah akhwat cantik ini terpampang di depanku. Gerakan ritmisku menyetubuhi Rifqoh mendadak terhenti ketika wajah wanita berjilbab lebar ini telah terpampang di depanku dengan tanpa jilbab lebarnya.

Dadaku berdesir ketika matanya menatap wajah Rifqoh yang tidak lagi tertutup jilbab. Wajah wanita berkulit putih ini terlihat sangat cantik bahkan lebih cantik dibandingkan ketika aku intip dia ketika sedang mandi. “Cantiknya….” desisku yang membuat wajah Rifqoh merona merah. Wajah cantik Rifqoh yang tengah terangsang semakin membuatku makin bernafsu apalagi ketika aku melihat bibir kemerahan yang sensual Rifqoh tampak terbuka menggairahkan. Melihat mulut Rifqoh dengan bibir sensual yang terbuka, aku segera melumat bibir akhwat cantik ini dengan buas. Aku terkejut ketika ternyata lumatanku ini segera dibalas oleh akhwat alim ini bahkan kedua tangan wanita ini melingkar ke punggungku. Aku pun makin liar, sementara penis besarku kembali mengaduk-aduk kemaluan Rifqoh dan kembali akhwat aktivis ini terguncang-guncang di ranjang. Rambut Rifqoh yang selama ini tersembunyi dalam jilbab lebarnya ternyata sangat indah. Rambut wanita asal Sumedang ini tampak hitam legam dan panjang ikal hingga punggung. 

Setelah itu tanganku segera melepas jubah biru kembang yang dipakai Rifqoh dan disusul dengan kaus kaki yang membungkus kedua betis wanita alim ini hingga akhirnya tubuh Rifqoh telanjang bulat tanpa sehelai benangpun menutupinya. Sulit dipercaya memang, tubuh wanita berjilbab lebar yang semula tertutup rapat dari ujung rambut sampai ujung kaki kini telanjang bulat tanpa sehelai benangpun menempel di tubuhnya yang montok dan sintal. Aku semakin bernafsu menyetubuhi Rifqoh setelah wanita berjilbab ini telanjang bulat dan aku kian erat memeluk wanita yang bukan istriku ini. Tubuh akhwat alim yang montok dan sintal serta berkulit putih mulus tanpa cacat dan berbau harum adalah ciri tubuh wanita yang selama ini aku idamkan. Aku telah menikah namun baru pertama kali bersetubuh dengan wanita seperti Rifqoh. Kulit Rifqoh yang putih mulus tampak terlihat kemerah-merahan di sana-sini bekas cumbuan dan gigitanku. Leher akhwat aktivia yang alim ini terlihat beberapa cupang yang memerah lantas dadanya yang montok membukit juga penuh bekas cumbuan dan gigitanku yang tengah dilanda birahi ini. Rifqoh juga merasakan kenikmatan persetubuhan yang terlarang ini. Pantat akhwat alim ini terus bergoyang mengikuti gerakan penisku yang mengaduk-aduk liang kemaluannya. Berulang kali tubuh wanita ini menggelinjang liar dengan mulut yang mendesah dan menjerit ketika berulang kali dia merasakan kenikmatan persetubuhan yang terlarang ini. Rifqoh sudah tidak memperdulikan dirinya sebagai wanita berjilbab lebar, nalurinya sebagai wanita normal yang punya birahi membuatnya ikut menikmati persetubuhan yang terlarang ini.

Wanita asal Sumedang ini mengakui keperkasaanku dalam menyetubuhinya dan persetubuhan itu semakian lama semakin liar yang membuat Rifqoh nyaris tidak merasakan ketika kemudian persetubuhan itu berpindah di atas kasur kamar penginapan ini. Kamar yang tergolong sempit itu menjadi saksi pergumulan kami, dua orang manusia lain jenis yang saling berpacu dalam birahi itu di ranjang kamar ini. Dengusan nafas penuh birahi ditingkahi desahan dan rintihan serta ditingkahi bunyi khas beradunya dua tubuh yang tengah bersetubuh ini memenuhi kamar penginapan kami. Tubuh Rifqoh yang putih mulus tampak sangat kontras dengan tubuhku yang sawo matang kecoklatan kekar ketika kami berdua bergulat dan bergumul. Beberapa kali terdengar erangan dan jeritan Rifqoh penuh kenikmatan sambil memelukku namun persetubuhan yang liar itu tak kunjung selesai. Sekitar setengah jam kemudian tubuh Rifqoh yang semula menggelinjang-gelinjang dengan jalang perlahan mulai melemah. Akhirnya tubuh akhwat alim ini terkulai lemas, matanya terpejam dengan tubuh terlentang di bawah tindihanku. 

Nafas Rifqoh masih memburu dengan liar namun dia tidak lagi mengimbangi gerakanku seperti semula walaupun tubuhnya masih teguncang-guncang oleh gerakanku yang masih mengaduk- aduk kemaluannya. Agaknya akhwat alim ini telah kehabisan tenaga dan tak mampu mengimbangi keperkasaan diriku. Wanita ini hanya membuka pahanya lebar-lebar namun dia hanya terlentang lemas dan tak mampu lagi menggerakan pinggulnya seperti semula. Rifqoh hanya pasrah sambil menikmati penis besarku yang tengah mengaduk-aduk liang vaginanya ditingkahi dengusan nafasku yang kasar. Sekitar sepuluh menit kemudian, Rifqoh merasakan tubuhku mengejang hebat dan kemudian aku menggeram liar bagaikan geraman seekor singa dan bersamaan dengan itu Rifqoh merasakan penis besarku melesak ke dalam memeknya hingga ke dasar menyentuh rahimnya. “Aghhhhhhhhhhhh..” geramku sambil memeluk Rifqoh kuat-kuat. Rifqoh tersentak ketika dia merasakan cairan hangat memancar deras secara bergelombang dari penisku ke dalam kemaluannya disertai eranganku yang penuh kenikmatan yang mirip erangan seekor singa jantan. Cairan kenikmatanku itu terasa begitu banyak memenuhi rahim dan liang kemaluannya sehingga Rifqoh merasakan cairan dari penisku yang hangat itu meleleh bercampur darah perawan akhwat alim ini, keluar menyusul cairan kenikmatannya yang telah keluar berulang kali sebelumnya. Sejenak kemudian kamar itu terasa sunyi, hanya terdengar suara desahan nafasku ditingkahi desah nafas Rifqoh yang masih terlentang pasrah di bawah tindihanku ini. Perlahan kemudian aku mencabut penisku dari liang kemaluan akhwat alim yang telah daku setubuh ini.

Kepuasan tampak terlihat Rifqoh dan aku juga merasa puas sekali.. Aku yang masih belum memakai celana ini berdiri sambil memandangi tubuh telanjang Rifqoh yang masih tergeletak di kasur kamar itu. Selama ini aku tidak pernah membayangkan bisa melihat tubuh telanjang seorang wanita berjilbab lebar yang alim, namun malam ini tubuh wanita berjilbab lebar yang menjadi mahasiswiku ini telanjang bulat di depanku setelah aku puas menyetubuhinya. Melihat tubuh Rifqoh yang telanjang bulat, timbul keinginan diriku ini untuk menyetubuhinya kembali. “Mbak Rifqoh, saya sebenernya masih pengen lagi tapi saya takut yang lain keburu datang…. besok aja kita ulangi lagi.. mbak montok dan sintal..” ujarku akhirnya. Sebelum aku meninggalkan kamar itu, aku sempat memagut bibir Rifqoh dan melumatnya. 

Rifqoh yang masih lemas ini ikut membalas pagutanku ini, sehingga beberapa lama kedua bibir kami menyatu. Bukan hanya bibir Rifqoh saja yang aku lumat, namun bibir kemaluan akhwat alim yang merekah kemerahan juga kemudian aku lumat dengan bibirku. Tubuh Rifqoh hanya menggelinjang jalang ketika aku melumat bibir kemaluannya dengan buas. “Mbak segera mandi dan pakai kembali pakaianmu.. teman-teman kita akan segera datang” kataku sambil memakai celanaku kembali. Setelah itu aku bergegas keluar dari kamar itu dan menutup pintunya, meninggalkan Rifqoh yang masih terlentang lemas di kasur kamar itu. Aku tidak langsung pergi tapi ingin mengintip bagaimana reaksi Rifqoh sepeninggalku. Rifqoh bangkit berdiri dan perlahan-lahan kesadarannya sebagai seorang wanita berjilbab lebar mulai timbul. Tubuh Rifqoh bergetar hebat ketika wanita ini mulai menyadari perbuatan yang baru saja terjadi dan sedetik kemudian tangis akhwat alimini pecah sambil menutup muka dengan kedua telapak tangannya. Tubuh wanita ini terguncang-guncang saat dia terisak-isak menyesali perbuatannya. Rasa malu dan rasa bersalah yang sangat hebat melanda dirinya ketika wanita ini teringat dia ikut menikmati persetubuhan terkutuk itu oleh dorongan nafsunya. Wanita berjilbab lebar yang merasa kehormatannya telah tercemar dan merasa telah berkhianat terhadap komitmennya ini meratap penuh penyesalan bahkan rasanya dia ingin bunuh diri daripada hidup dengan kehormatan yang telah tercemar seperti saat ini.

Di tengah ratapan penyesalannya, aku kembali masuk kamar dan menghiburnya aku tidak sampai hati mempermainkan akhwat alim ini. ”Sekarang mau kan nikah sama aku dan jadi istri keduaku?” tanyaku. Rifqoh tetap bertekad untuk menolakku sampai kapan pun untuk menikah dengan diriku. Akhirnya aku bertekat untuk menyetubuhi akhwat alim ini berkali-kali hingga dia hamil.Ya, aku bertekat untuk menghamili Rifqoh. Esok harinya rombongan KKN kembali lagi ke Padang. Namun tekadku untuk menghamili Rifqoh bukan hal yang mudah untuk diwujudkan karena setelah kejadian malam di tempat KKN itu, Rifqoh selalu menghindar dariku. Tapi kesempatan itu aku dapatkan lagi ketika kedua orang tua Rifqoh pergi keluar kota untuk suatu urusan selama satu minggu. Ketika tahu hal itu, malam harinya aku ke rumah Rifqoh dan menyelinap ke dalam kamarnya dan berniat mengulangi perbuatanku kepada wanita berjilbab lebar ini. Aku memang semula merasa kaget ketika Rifqoh berusaha melawan dengan sengit, namun apalah arti tenaga seorang wanita seperti Rifqoh bagi diriku yang bertubuh kekar dan tengah dilanda birahi, selain itu Rifqoh sendiri sangat tinggi birahinya. Dengan mudah aku melumpuhkan perlawanan wanita berjilbab lebar ini lalu dengan leluasa aku menyetubuhinya dan melampiaskan nafsuku terhadap wanita berjilbab ini. Sudah tiga kali aku menyelinap ke dalam kamar Rifqoh dan tiga kali pula aku mampu menyetubuhi wanita berjilbab lebar ini. 

Suasana rumah yang sepi tersebut ternyata menjadi neraka bagi wanita berjilbab tersebut. Ada yang berubah pada diri Rifqoh setelah tiga minggu aku setubuhi. Menurut teman-temannya, Rifqoh sekarang berubah menjadi sangat pendiam dan wanita berjilbab ini sering melamun. Aku kemudian kembali menawarinya agar dia mau menikah denganku dan jadi istri keduaku. Jiwa Rifqoh terlihat labil, namun yang sesungguhnya terjadi wanita berjilbab lebar kalut karena setelah aku setubuhi, tiba-tiba Rifqoh sering muntah-muntah. Saat itulah Rifqoh nampak cemas dan diam-diam wanita berjilbab ini minta dibelikan alat tes kehamilan kepadaku. 

Ketika alat tes kehamilan itu dipakainya, tubuh wanita berjilbab lebar ini gemetar karena dia melihat alat tes kehamilan itu menunjukkan bahwa dirinya kini positif hamil dan dia mengetahui bahwa yang membuatnya hamil adalah diriku, laki-laki yang dia benci. Aku kemudian datang melamar Rifqoh kepada orang tuanya. Mulanya orang tuanya tidak setuju Rifqoh harus menikah denganku sebab aku sudah punya istri dan tiga anak. Orang tua Rifqoh memang anti poligami. Dengan sangat menghiba Rifqoh meminta keluarganya untuk mengizinkannya menikah dengan diriku Rifqoh tidak mau menyebutkan alasannya secara terperinci. 

Akhirnya, orang tuanya mengizinkan aku menikah dengan wanita berjilbab lebar asal Sumedang ini. Betapa senang hatiku karena aku akhirnya berhasil mempunyai istri cantik dan alim juga punya tubuh yang montok, sintal dan padat sepeti Rifqoh. Apalagi aku punya anak dari wanita alim berjilbab lebar ini, selain anak-aanak dari istri pertamaku. Lain kali aku akan cari lagi wanita alim berjilbab untuk jadi istri ketigaku. - Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru -
06.47 | 0 komentar